Mohon tunggu...
alviera fitriyana
alviera fitriyana Mohon Tunggu... mahasiswa pendidikan jasmani

mahasiswa pendidikan jasmani FPOK UPI tingkat akhir

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Situasi Nyata Pembelajaran Daring di Masa Covid-19

30 Desember 2020   10:30 Diperbarui: 30 Desember 2020   10:36 68 0 0 Mohon Tunggu...

Oleh: Alviera Fitriyana 1701915

Mahasiswa Pgsd Penjas di Universitas Pendidikan Indonesia

Sudah dipenghujung tahun 2020 sebentar lagi akan memasuki tahun baru 2021, pembelajaran disekolah masih dilakukan secara daring semenjak pandemi covid-19 melanda Indonesia. Apakah pembelajaran daring ini berjalan baik?.

Diawal tahun 2020 dunia digemparkan dengan adanya virus baru yang bernama Coronavirus Disease 2019 atau sering disebut COVID-19. Virus ini berasal dari kota Wuhan, Tiongkok. Virus ini ditemukan diakhir tahun 2019 sampai saat ini. Penyebaran virus ini sangat cepat melalui sentuhan anatara manusia, percikan air liur, ataupun melalui benda yang disentuh oleh orang yang terinfeksi. Hingga saat ini virus ini menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Dikarenakan tingkat penyebaran yang sangat cepat dan tingkat kematian tinggi yang disebabkan oleh virus ini, maka berbagai negara termasuk Indonesia melakukan quarantine dan sosial distancing. Hal ini menyebabkan berbagai instansi termasuk sekolah berbagai jenjang pendidikan melakukan karantina mandiri sehingga bekerja dan belajar di rumah sampai waktu yang belum pasti pandemi ini berakhir.

Bebrapa pemerintahan daerah mulai menerapkan metode belajar dengan sistem dalam jaringan (daring) atau online sejak 16 maret 2020. Tetapi hal tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi beberapa sekolah di beberapa daerah termasuk daerah yang berada dipelosok. Jangankan sekolah yang berada dipelosok yang mana sinyal tidak terdapat disana, disekolah yang dekat dengan perkotaan saja masih terdapat sistem luring dalam melaksanakan pembelajarannya dikarenakan satu dan lain hal.

Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) atau online merupakan sistem pemeblajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa. Yang mana sistem pembelajaran daring ini dilakukan melalui media elektronik seperti, whatsapp, telegram, zoom meeting, clasroom, edmodo, dll. 

Guru dituntut untuk menguasai berbagai media elektronik beserta aplikasi pendukung pembelajarannya. Selain guru orang tua pun ikut berkecimpung dan sama-sama dituntut untuk dapat mengerti dan menguasai media dan aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik khususnya orang tua siswa sekolah dasar.

Tetapi pada kenyataannya masih banyak guru dan orang tua siswa yang sangat minim pengetahuan dalam mengoprasikan media aplikasi pembelajaran. Sehingga kebanyakan sekolah dasar dalam melakukan pembelajaran daring ini menggunakan whatsapp group yang mana terdapat guru dan orang tua siswa di dalamnya. Materi pembelajaran diberikan setiap hari sesuai jadwal pelajaran berupa pesan text, foto modul, dan video pembelajaran jika diperlukan.

Seperti yang saya katakan diatas, bahwa tidak semua sekolah dapat melaksanakan pembelajaran daring atau online. Masih ada bahkan mungkin masih banyak sekolah yang melaksanakan pembelajaran dengan sistem luring dengan cara mengambil lembar materi tugas kesekolah dan menyerahkannya kembali kesekolah sesuai waktu batas pengumpulan tugas. Hal ini terjadi karena masih adanya keterbatasan ekonomi keluarga apalagi disaat pandemi seperti ini. Masih banyak keluarga yang tidak memiliki handphone yang mumpuni yang dapat membantu dalam proses pembelajaran.

Kondisi, keadaan, dan kemampuan masyarakat di Indonesia tak setara. Sehingga dalam satu kelas ada yang mampu dan memahami sistem dan media pembelajaran, ada juga yang kurang mampu untuk mengikuti pembelajaran daring yang lebih efektif lagi. Hal ini meliputi perangkat yang dibutuhkan seperti handphone dan kuota internet serta meliputi kemampuan orang tua tersebut untuk mengoprasikan aplikasi pembelajaran lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x