Mohon tunggu...
Al Johan
Al Johan Mohon Tunggu... Seorang pegawai biasa

Terus belajar mencatat apa yang bisa dilihat, didengar, dipikirkan dan dirasakan. Phone/WA/Telegram : 081281830467 Email : aljohan@mail.com

Selanjutnya

Tutup

Travel

Mengenang Bakhutmah, Kawasan Pemondokan Haji di Kota Makkah

8 November 2013   21:02 Diperbarui: 24 Juni 2015   05:25 4108 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengenang Bakhutmah, Kawasan Pemondokan Haji di Kota Makkah
13839182951163361837

Musim haji 2013 hampir usai. Sebagian besar jamaah sudah pulang ke tanah air, sebagian lagi masih menyelesaikan ziarah di kota Madinah, terutama jamaah yang berasal dari gelombang 2 terakhir yang berangkat langsung menuju Makkah menjelang pelaksanaan ibadah haji.

[caption id="attachment_290908" align="aligncenter" width="585" caption="Pemandangan Bakhutmah dari kamar hotel"][/caption] Di antara tempat yang paling banyak dikenang oleh para jamaah haji tentu saja adalah tempat pemondokan di Mekkah yang dihuni para jamaah selama sebulan penuh. Rombongan kami yang berasal dari Kloter 22 JKS (Depok-Bekasi) ditempatkan di rumah atau hotel no 807 di kawasan Bakhutmah. Dari pondokan ini, semua jamaah melakukan berbagai kegiatan mulai dari mandi, makan, tidur, masak, mempersiapkan diri untuk melakukan berbagai ibadah seperti umroh, wuquf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah di Mina dan berbagai kegiatan wisata ruhani lainnya. [caption id="attachment_290909" align="aligncenter" width="585" caption="Bis Rawahil untuk antar jemput Bakhutmah-Masjidil Haram"]

13839184541064546818
13839184541064546818
[/caption] Bakhutmah adalah satu kawasan di Makkah, Arab Saudi, yang letaknya sekitar 2 km di arah tenggara Masjidl Haram. Kawasan ini, bersama kawasan lain seperti Misfalah, Aziziyah, Mahbasy jin, Jarwal, Ra’i Zakhir, Ma’badah, Jumaizah, Syari’ Mansur, Hafair dan Syari’ Ummul Quro  digunakan sebagai tempat pemondokan bagi para jamaah haji di Indonesia selama tinggal di Makkah. [caption id="attachment_290912" align="aligncenter" width="585" caption="Penjual buah dan sayur"]
1383918637597383666
1383918637597383666
[/caption] Yang unik, kawasan ini, juga kawasan lain yang dijadikan sebagai pondokan jamaah, adalah kawasan yang setiap tahunnya hanya “hidup” selama musim haji yang berlangsung sekitar 2 bulan. Selama waktu tersebut, Bakhutmah dipenuhi dengan jamaah haji dengan segala aktivitas pendukungnya. Toko-toko yang menjual aneka souvenir, barang-barang kebutuhan sehari-hari, lapak-lapak makanan siap saji yang dijual oleh para tenaga kerja Indonesia, sarana transportasi pendukung dan lain sebagainya. [caption id="attachment_290917" align="aligncenter" width="585" caption="Para TKI penjual nasi dan lauk pauknya, cukup membantu jamaah"]
138391879558597733
138391879558597733
[/caption] Di luar musim haji, kawasan ini adalah kawasan “mati” dan tak berpenghuni. Tidak ada seorang pun yang menghuni puluhan gedung yang menjulang tinggi yang memenuhi kawasan tersebut, tidak ada toko-toko yang buka, tidak ada hilir mudik bis yang melakukan antar jemput jamaah, juga tidak ada ibu-ibu penjual makanan. [caption id="attachment_290921" align="aligncenter" width="585" caption="Tanki air setiap pagi menyuplai air untuk kebutuhan MCK jamaah"]
13839189591892044699
13839189591892044699
[/caption] Jumlah jamaah haji Indonesia yang menghuni kawasan Bakhutmah pada tahun 2013 ini tak kurang dari 38 ribu jiwa. Tersebar di tiga sektor 7, 8 & 9 dan meliputi lebih dari 80 pondokan. Selain dari Indonesia, kawasan ini juga dihuni oleh jamaah haji dari Nigeria dan China.

Di Bakhutmah  807 ini kebersamaan semua penghuni juga terus dibangun setiap saat melalui berbagai kegiatan seperti shalat berjamaaah, doa bersama, ta’lim dan lain sebagainya. Tujuan utamanya hanya satu, yaitu mewujudkan kemabruran haji pada setiap jamaah haji yang telah mengorbankan harta, diri dan waktunya serta jauh-jauh meninggalkan tanah air pergi ke tanah suci.

Kini, semua jamaah rombongan kami telah kembali ke tanah air.  Masing-masing mereka tentu punya kenangan tersendiri pada setiap sudut di kawasan Bakhutmah. Yang tidak berbeda dan menyatukan ikatan adalah keinginan setiap jamaah untuk menjadi haji mabrur dan hajjah yang mabrurah.

Insyaallah Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang menerima cita-cita dan harapan setiap jamaah haji ini. Amin !

Catatan haji lainnya :

1. Bagaimana Cara Jamaah Haji Makan Selama di Tanah Suci

2. Di Makkah, Harga Air Kencing Unta Lebih Mahal dari Harga Susu Unta

3. Naik Haji, Mandiri atau Ikut KBIH ?

4. Menengok Bekas Rumah Abu Jahal

5. Beda Perlakuan Terhadap Jamaah Haji dengan Pesawat Garuda dan Saudia

VIDEO PILIHAN