Mohon tunggu...
Alip Yog Kunandar
Alip Yog Kunandar Mohon Tunggu... Penulis - Bukan Pemikir, Meski Banyak yang Dipikirin

Dosen Ilmu Komunikasi UIN Jogja, yang lebih senang diskusi di warung kopi. Menulis karena hobi, syukur-syukur jadi profesi buat nambah-nambah gizi. Buku: Memahami Propaganda; Metode, Praktik, dan Analisis (Kanisius, 2017) Soon: Hoax dan Dimensi-Dimensi Kebohongan dalam Komunikasi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Stalin: (110) Dewasa dan Alim?

20 Maret 2021   13:34 Diperbarui: 21 Maret 2021   22:54 359
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Kok aku sih?" tanya Soso.

"Yaa mungkin karena kau dianggap yang paling pinter, bisa masuk ke sana pake beasiswa..."

"Jadi rencananya gimana?"

"Mungkin aku akan ikut ke Tiflis, dan kau mengajariku di sana!"

"Ya sudahlah, nanti kita dengar rencana kakekmu," kata Soso. "Aku lagi ada perlu sebentar nih. Kau mampir saja ke rumahku nanti, kebetulan aku juga datang sama temanku, anak seminari juga, seumuranmu!"

"Rumah Pak Koba?"

Soso menggeleng, "Rumahku. Aku nggak tinggal di sana!"

Simon mengangguk.

*****

Akhirnya, Soso bisa meneruskan niatnya, mengunjungi si Lisa. Semoga saja cewek manis itu ada di rumahnya, dan si Abel bisa menahan Bonia sehingga tak datang berkunjung ke rumah sahabatnya itu.

Untunglah anak itu ada di rumahnya. Ia langsung tersenyum manis saat melihat Soso datang. "Muncul lagi...." katanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun