Mohon tunggu...
Alip Yog Kunandar
Alip Yog Kunandar Mohon Tunggu... Penulis - Bukan Pemikir, Meski Banyak yang Dipikirin

Dosen Ilmu Komunikasi UIN Jogja, yang lebih senang diskusi di warung kopi. Menulis karena hobi, syukur-syukur jadi profesi buat nambah-nambah gizi. Buku: Memahami Propaganda; Metode, Praktik, dan Analisis (Kanisius, 2017) Soon: Hoax dan Dimensi-Dimensi Kebohongan dalam Komunikasi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Stalin: (93) Olga Guramishvili

2 Maret 2021   21:00 Diperbarui: 3 Maret 2021   22:23 365
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Tiga, dua cewek, Rasudan dan Tamar sama cowok satu namanya Giorgi!" jawab Natela.

"Ada yang cakep kayak ibunya nggak?" tanya Soso.

Natela langsung mendelik dan mencubit pinggangnya. Soso tertawa ngakak.

*****

Perjalanan ke Novorossiysk itu adalah kedua kalinya bagi Soso naik kapal laut, setelah sebelumnya ia naik kapal dari Batumi ke Poti, nyaris enam bulan yang lalu saat musim dingin. Bedanya, dulu ia menumpang kapal barang, sekarang yang ditumpanginya adalah kapal penumpang yang begus dan bersih. 

Ada kamar-kamar untuk penumpang lengkap dengan tempat tidurnya. Jika Soso saja yang ditempatkan di kamar dengan enam tempat tidur bersama para pegawai Tuan Nikoladze merasa nyaman, apalagi mungkin kamar yang ditempati oleh Tuan Nikoladze dan istrinya yang cantik itu. Pasti lebih bagus.

Natela sendiri menempati kamar lain, bersama dengan para penumpang perempuan lainnya. Tapi sedari tadi, mereka malah tak menempati kamarnya, lebih banyak ngobrol berdua di dek terbuka di buritan kapal itu.

Perjalanan kali ini juga terasa berbeda bagi Soso, karena ia tak melakukan perjalanan sendiri, melainkan bersama rombongan Tuan Nikoladze, walikota Poti, dan tentu saja lebih menyenangkan karena Natela diizinkan untuk ikut dan menemaninya.

Ia duduk bersisian dengan Natela sambil memandangi Laut Hitam yang makin menghitam di saat malam hari. Hanya terdengar suara mesin uap yang menjadi penggerak kapal itu. Debur ombak yang diterjang kapal juga terdengar sesekali.

"Apa kamu punya seseorang yang istimewa seperti istimewanya Nyonya Guramishvili bagi Tuan Nikoladze?" tanya Natela sambil menyandarkan kepalanya di pundak Soso.

"Enggak..." jawab Soso singkat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun