Mohon tunggu...
Alifia DenaKautsar
Alifia DenaKautsar Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Universitas Pendidikan

Akukn ini ditujukan Untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Kuliah Kerja Nyata Tematik LPPM UPI Gelombang 2 2021

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

KKN UPI: Meningkatkan Literasi Baca Tulis Pada Saat Pembelajaran Daring

25 September 2021   08:00 Diperbarui: 25 September 2021   08:07 112 0 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
KKN UPI:  Meningkatkan Literasi Baca Tulis Pada Saat Pembelajaran Daring
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Menurut UNESCO, Literasi adalah seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana ketrampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya.

Terdapat beberapa Jenis literasi yang harus dikuasai oleh setiap individu. Diantaranya terbagi kedalam beberapa jenis, yaitu Literasi Baca Tulis, Literasi Sains, Literasi Numerasi, Literasi Digital, Literasi Budaya, dan Literasi Finansial.

Literasi sangat penting bagi semua kalangan tak terkecuali kalangan pelajar. Tetapi Pada Kenyatannya menurut hasil evaluasi Programme for International Student Asessment (PISA) skor membaca Indonesia ada terletak di peringkat 72 dari 77 negara, lalu skor matematika ada di peringkat 72 dari 78 negara, dan skor sains ada di peringkat 70 dari 78 negara. Evaluasi ini dilakukan dengan menguji anak-anak sekolah berusia 15 tahun di berbagai negara.

Sehubungan dari hal tersebut, pada pelaksanaan KKN kali ini LPPM UPI ikut berkontribusi untuk menaggulangi rendahnya perolehan skor PISA Indonesia dengan mengangkat tema KKN Mengembangkan Literasi (Literasi Baca dan Tulis, Numerasi, Sains, Digital, Finansial, Budaya dan Kewargaan) dan Rekognisi Merdeka Belajar Kampus Merdeka -Pusat Prestasi Nasional.

Salah satu tujuan khusus dari diadakannya kegiatan KKN kali ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan untuk membaca, menulis, mencari, menelusuri, mengolah, dan memahami informasi untuk menganalisis, menanggapi, dan menggunakan teks tertulis untuk mencapai tujuan, mengembangkan pemahaman dan potensi, serta untuk berpartisipasi di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Sebelum adanya pandemic Covid ini, di SDN Jatiasih III sendiri sudah mengadakan kegiatan membaca 15 menit sebelum pelaksanaan KBM dimulai.

Hal ini berjalan sangat baik ditambah disetiap kelas disediakan pohon literasi dan juga perpustakaan kelas yang membuat para siswa menjadi termotivasi untuk membaca. Namun kegiatan ini sempat berhenti semenjak pembelajaran daring berlangsung.

Dalam tahap pelaksanaan dari Program Kegiatan Literasi baca tulis ini, para siswa diberikan sebuah bacaan yang dikirim melalui grup WhatsApp. Bacaan yang diberikan adalah cerita anak. Mereka diminta untuk membaca cerita tersebut secara menyeluruh dan seksama. Dan hasil dari pekerjaan mereka pun akan dikirimkan dalam bentuk gambar di grup WhatsApp tersebut.

 Mengapa cerita anak yang dipilih? Diantara alasannya adalah cerita anak memiliki alur yang cenderung mudah untuk dipahami sehingga anak anak tidak perlu membutuhkan waktu yang terbilang lama untuk menyelesaikan dan memahami isi dari bacaan tersebut.

Setelah selesai membaca, masing masing dari siswa diminta untuk menulis sebanyak 2 Paragraf, dengan ketentuan paragraf pertama berisikan tentang ringkasan dari bacaan tersebut kemudian paragraf kedua mengenai opini mereka.

Para siswa kelas 5D sangat aktif dan juga antusias dalam melaksanakan program ini. Hal tersebut terlihat dari hasil rangkuman mereka yang beragam dan juga dapat memahami alur cerita dengan benar. Kemudian banyak dari mereka yang berani untuk memberikan opininya masing masing terhadap teks yang telah mereka baca.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan