Mohon tunggu...
Alfred Benediktus
Alfred Benediktus Mohon Tunggu... Editor - Menjangkau Sesama dengan Buku

Seorang perangkai kata yang berusaha terus memberi dan menjangkau sesama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Ikuti Saja Takdir

13 Mei 2024   22:02 Diperbarui: 13 Mei 2024   22:11 89
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Pada malam yang gerah
curahan hati jadi peluh
tanpa mengesah
menitip doa pada tangan yang tengadah
sembari menitip asa
pada fajar yang tergesa:
ikuti saja takdir, jangan atur semesta

Pada malam yang gerah
hanya iman dan pasrah
jalani hidup sebagai Paskah:
bangkit dalam gairah
ikuti saja takdir, jangan atur semesta

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun