Mohon tunggu...
Aksara Sulastri
Aksara Sulastri Mohon Tunggu... Wiraswasta - Freelance Writer Cerpenis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Lewat aksara kutuliskan segenggam mimpi dalam doa untuk menggapai tangan-Mu, Tuhan. Aksarasulastri.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerpen: Harapan

18 Februari 2022   19:16 Diperbarui: 18 Februari 2022   19:22 117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Siang ini cuaca begitu terik, cahaya masuk lewat dinding berlubang. Kediaman Orang tua Johan dari bilik bambu sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.

"Aku ingin keluar dari pekerjaan," kata Johan kepada Riana.

Sontak mata Riana menatap tajam kepada Johan sang suami. Tak suka dengan keputusan yang sangat mendadak. 

"Keluar, katamu lalu kau akan menganggur." 

"Dengar, Ri. Kamu tak perlu khawatir. Aku akan berusaha mencari pekerjaan lain selain ini."

Pekerjaan Johan sebagai sopir truk membuatnya sering jauh dari keluarga. dia merasa tak cukup dari seminggu hanya hari Minggu saja dia berada di rumah. Setelahnya dia akan terjebak dalam kemacetan lalu lintas dan pemandangan jalan raya, roda dua dan empat.

Harapan Johan hanya satu, setiap kali dia membuka matanya di sisi kanan hanya ada Riana bukan bangku kosong di dekat kemudinya.

Riana duduk termangu, terdiam lama. Perasaan sang istri tak karuan memikirkan utang.

Kedua tangan terhimpit diujung lengan, dipeluk Riana namun wanita bermata sipit itu berpaling. Ada butiran kecil yang akan jatuh dari pelupuk mata.

"Seandainya aku masih kerja, Jo. Kehidupan kita akan jauh berbeda."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun