Mohon tunggu...
Rudy Santoso
Rudy Santoso Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis, Memoaris, Influencer, Property Advisor

Rudy Santoso, Dipl. Nama pena : Akasara_Nusa Di lahirkan di Kota Malang tahun 1974, di besarkan di Kota Madiun, pernah tinggal di beberapa kota seperti Madiun, Lawang, Jember, Mataram dan Malang. Beberapa event nubar yang pernah di tulis antara lain Antologi Puisi : Hujan antara kenangan dan harapan, Sajak Cinta di Bulan Februari ( ASCA ) Aku buku kopi dan hujan, Harum Wangi Pusaramu ( Diomedia ). Antologi Cerpen : Memoar Bersyukur refleksi diri atas pencapaian diri, Memoar melihat Hantu, Kabut Duka di Langit Senja, Memoar Jiwaku Berpendar ( Diomedia), Arunika Bercerita ( ASCA ), C’est La vie,Our Passion is Our strength ( Cahaya Pelangi Media ) Hamparan Aksara ( Al-Qalam Kuningan Media ) Menulis, property agency – konsultan - influecer , digital marketing.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Aroma Melati di Rumah Cempaka #3

5 Desember 2022   02:13 Diperbarui: 25 Desember 2022   21:10 186
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

*** Arwah cewek cantik & Gerbong Kereta Matarjamaja.      

         

Setelah peristiwa yang sempat membuat heboh di sekitar rumah duka kerabat Ayah Edwin, arwah penasaran yang bernama Mbak Asih sering muncul berada di ujung jalan pertigaan dekat dengan rumah Edwin. Warga di sekitar pertigaan itu sering mencium aroma bunga melati dari pohon beringin yang berada di halaman rumah salah satu warga. Pernah  salah seorang warga yang sedang melintas di jalan ini, melihat penampakan sosok wanita cantik berambut panjang memakai gaun putih,siapa lagi kalau bukan Mbak Asih.

Untuk warga yang tinggal di dekat pertigaan dekat rumah Edwin, jarang sekali di temui penampakan sosok wanita cantik bergaun putih itu. Mbak Asih tidak akan pernah mengganggu keluarga mereka dan warga yang tinggal di sekitar lingkungan yang kenal dengan Raka. Apa yang di ceritakan oleh Raka memang terbukti, kekhawatiran Edwin mereda karena memang Mbak Asih hanya mengganggu orang yang kebetulan lewat dari luar daerah. Warga sekitar hanya sering mencium wangi aroma bunga melati di area pohon beringin itu.

Mbak Asih tidak akan pernah berubah  akan selalu mengganggu orang-orang tertentu yang lewat, karena pengalaman pahit pada masa lalu yang di alaminya memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan gantung diri dengan membawa rasa dendam. Di manapun janji arwah penasaran seperti Mbak Asih tidak akan bisa dipegang sampai kapanpun, hanya kepada orang-orang yang ditakuti mereka akan menurut perintah tetapi tidak selamanya menjadi jaminan. Raka berpikir sebuah tugas berat baginya untuk segera menemukan rumah tinggal mbak Asih,  memindahkan arwah penasaran agar tidak mengganggu orang lain. Sebelum mendapat rumah baru untuk Mbak Asih, dipastikan Raka dan teman-teman masih akan mengalami kejadian  horor berhubungan dengan arwah penasaran seperti yang terjadi sebalumnya.

Liburan semester tengah tahun tiba saat itu, mereka mempunyai rencana untuk mengisi liburan ke luar kota. Setiap kali tiba masa liburan semester, mereka selalu memanfaatkan moment ini untuk refresing, mendaki gunung, atau berkunjung kesaudara salah satu dari kita  di luar kota. Momen liburan tengah semester kali ini, mereka berencana untuk berkunjung ke Malang, rumah kakek-nenek Edwin. Malam ini mereka  seperti biasa kembali berkumpul di rumah Edwin, untuk membicarakan kapan waktu yang tepat untuk berangkat ke Malang.

“Bagaimana bro, kapan kita rencana berangkat ke Malang?” Bagus memulai pembicaraan.

“Iya kapan kita berangkat?” sahut Novian sambil menikmati rokoknya.

“Tenang dulu bro. Lebih baik kita tunggu Heru dan Agung yang masih dalam perjalanan ke sini!”  Jawab Edwin.

“Benar bro, lebih baik kita tunggu mereka berdua. Kesepakatan diambil saat kita semua sudah berkumpul!” Raka menambahkan.

Waktu menunjukan jam 19.30 WIB saat Raka, Novian dan Bagus datang terlebih dulu di rumah Edwin, Heru dan Agung posisi dalam perjalan menuju ke rumah Edwin. Setelah mereka menunggu beberapa saat, tak lama kemudian selang 30 menit akhirnya Heru dan Agung tiba di rumah Edwin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun