Mohon tunggu...
Lohmenz Neinjelen
Lohmenz Neinjelen Mohon Tunggu... Bola Itu Bundar, Bukan Peang
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

https://gonjreng.com/

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Benarkah Andi Arief dan Partai Demokrat Menderita?

5 Maret 2019   00:40 Diperbarui: 5 Maret 2019   04:49 0 2 1 Mohon Tunggu...
Benarkah Andi Arief dan Partai Demokrat Menderita?
Sumber gambar: detik.com

Andi Arief, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat diberitakan ditangkap oleh pihak kepolisian di sebuah kamar hotel. 

Berita ini cukup mengagetkan untuk sebagian pihak, tapi di sisi lain terkait ditangkapnya Andi Arief ini bisa juga menimbulkan kelucuan.

Sila baca: Andi Arief Ditangkap, di Mana Lucunya?

Partai Demokrat diberitakan langsung menggelar rapat setelah petingginya tadi ditangkap karena diduga terlibat kasus narkoba. 

Tak lupa ada politikus Partai Demokrat yang mengatakan kaget, terkejut, atau seperti itu. Intinya tak menyangka jika Andi Arief bisa terlibat narkoba.

Mungkin saja ada sebagian pihak yang tertawa atas pernyataan kaget atau terkejut dari politikus Partai Demokrat tadi. 

Ya iyalah, wajar saja keluar atau ada pernyataan seperti itu. Tak mungkin sebaliknya, karena bisa hancur reputasi Partai Demokrat.

Sudah mengatakan kaget atau terkejut tadi saja citra Partai Demokrat boleh dibilang atau sudah dianggap rusak gara-gara wasekjen-nya ditangkap, apalagi kalau mengatakan sebaliknya? 

Selain Andi Arief ditangkap karena diduga terlibat barang haram bernama narkoba tadi, juga terlihat ada sebuah tas perempuan di kamar hotelnya.

Sumber gambar: detik.com
Sumber gambar: detik.com
Tas perempuan milik siapakah itu? 

Pertanyaan ini sebenarnya mudah saja dijawab berdasarkan asumsi pihak kepolisian tidak akan mengalami kesulitan yang berarti untuk menemukan siapa pemiliknya, apalagi jika di dalam tas tersebut ada barang atau benda yang bisa menunjukkan identitas pemiliknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2