Yunuraji P
Yunuraji P pelajar/mahasiswa

Orang biasa yang mencoba untuk menjadi pribadi yang berguna bagi TUHAN dan sesama Serta terus belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Terimakasih Sudah Memberitahuku

7 Desember 2018   13:49 Diperbarui: 7 Desember 2018   14:50 178 1 0

Yang, yang ini bagus loh

Yang. Kamu dimana.

yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang...

Sejenak kalimat terakhir tadi terngiang-ngiang ketika aku sedang menyelesaikan tumpukan kertas  yang jumlahnya cukup banyak sehingga bila ingin melihat mejaku, kamu harus memanggil namaku terlebih dahulu sebanyak tiga kali.

"Woi, bos! Kok diem-diem bae? Ngopi ngapah ngopi." Kata salah seorang kawan di belakangku, membuatku sedikit tersadar dari suara "sayang" tadi.

"Ah, bukan apa-apa kok" Jawabku sedikit sok keren, padahal memang agak sedikit kelabakan.

"Gimana dong bos? Jadi ke kantin kan? Dah waktunya makan nih. Lapeeerrr...."

"Ya kan bisa berangkat sendiri.  Ngapain mesti nungguin gue, coba? Lagian juga ini masih numpuk ini, numpuk." Keluhku karena tumpukkan kertas yang ada.

"Yaelah. Kan 'gak ada loe, gak rame'. Lagian kita ini dah lama sohiban..."

"Sohiban apa? Kemaren aja gue dikonci di kamar mandi selama 4 jam itu siapa lagi kalo bukan ulahmu?" Kataku sedikit ketus.

"Hee... Masih diingat-ingat segala ini bos satu. Ya maaf deh. Namanya juga ngira dah kosong melompong. Jadi ya..." Dia tidak bicara sepatah kata pun karena harus diakui waktu itu lampu ke kantor sudah dimatikan, dan waktu itu aku juga sudah sangat-sangat kebelet.

"Trus gimana dong? Jadi makan kan? Yuk lah. Kuy." Katanya sambil mengamit lenganku yang masih ingin bersama dengan meja ini.

"Dikit lagi deh." Kataku sembari memberikan sebuah laptop kepada kawanku. "Mainan PES dulu atau apalah itu, ntar gue samperin deh meja lu."

"Okaaayyy... Gue tunggu di meja ya, bos.." Katanya sambil bergegas ke mejanya yang ada di baris keenam di sebelah kananku.

"Jangan panggil gue bos. Gue masih pegawai disini!" Kataku sedikit berteriak.

Setelah itu akupun tenggelam dalam kesibukan.

Setelah sekian lama, sisa sedikit dari jumlah yang ada. Dan saat itu juga aku sadar bahwa aku tadi meninggalkan pesanku di dalam laptop tadi. Pesan yang seharusnya tidak boleh dibuka kemana-mana.

Setelah itu aku langsung selesaikan secepat yang aku bisa, dan langsung aku hampiri meja kawanku tadi.

"Eh iya, Rif. Tadi jadi..." Aku sedikit kaget karena aku sudah terlambat untuk memberitahukan. Dan kini ia tahu...

"Jadi, ummm... Gimana?" Jawabnya memecah keheningan yang terjadi setelah sekian lama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3