Mohon tunggu...
Ainag Al Ghaniyu
Ainag Al Ghaniyu Mohon Tunggu... Buruh - a jannah seeker

Writing for healing

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Drama Ramadan Para Komuter

21 April 2021   13:42 Diperbarui: 21 April 2021   13:59 1144
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Masalahnya, kami pun harus antri karena SPBU itu ramai. Terlebih, anggota rombongan kami yang tadinya tidak mengaku kebelet, ternyata ikut antri pula.

Duh.

Wajah-wajah kami yang telah tuntas buang hajat tampak semringah. Seperti telah lepas beban berat yang dipanggul. Kalau saja rekan kami tidak memanggil-manggil mengingatkan waktu yang harus kami buru, bisa-bisa kami lupa untuk segera kembali ke mobil.

Lain hari, kejadian serupa juga terjadi. Saat itu kami sudah berkendara hampir setengah jam, ketika salah seorang kawan kami, sebut saja Rio, tiba-tiba berseru kepada pak Samuri.

"Pak, tolong mampir pom bensin!"

"Lheh, kebelet pipis lagi?" tanya seorang kawan.

"Bukaaan....aku mules nih," jawabnya sambil meringis.

"Kejauhan kalau di pom. Mampir tempat penitipan motor sebelah sana itu lho, ada kok toiletnya," usul seorang teman.

Olala....kami pun kembali tak jadi melanjutkan tidur dengan tenang. Ikut-ikutan stres. Karena Rio tampak panik sekuat tenaga menahan selama perjalanan. Beberapa di antara kami jadi ikutan mulas, hahaha.

"Awas, kentutnya pasti bau banget!" Sempat-sempatnya seorang kawan menggoda.

"Jangan sampai keluar di celana, lho Yo!"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun