Mohon tunggu...
Ahmad Sulthan Aulia
Ahmad Sulthan Aulia Mohon Tunggu... Penerjemah - Pujangga Serambi Masjid

Seorang mahasiswa di salah satu Universitas Negeri Ibukota.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Manusia Budak Aksara

10 Juni 2020   23:02 Diperbarui: 10 Juni 2020   22:59 109
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Manusia diciptakan dengan segala kesempurnaan yang di milikinya, keindahan dari luar dan dalam nya, penafsiran dari setiap suara yang terucap lisan, kalimat yang tertulis oleh jemari tangan, pandangan nya dapat merubah segala sesuatu sesuai dengan kehendaknya, pendengaran nya dapat meredam amarah atau bahkan memuncak kan amarah. Itulah yang menjadikan manusia manusia penjaga, perawat, pemimpin di bumi.

Tuhan memberikan risalah kepada utusan nya berupa perintah dan larangan. Berbentuk wahyu lalu di tafsirkan menjadi sebuah kalimat beraksara A-Z.

Manusia sebagai objek dan subjek dari risalah yang dibawa oleh utusan Nya. Manusia tunduk akan perintah dan menjauhi larangan Nya hanya karena manusia membaca aksara ataupun mendengar aksara tersebut diucapkan.

Setiap Agama mempunyai syari'at nya  sendiri, semua syari'at tersebut berupa aksara yang di wahyukan, lalu diajarkan oleh penganutnya.

Setiap Negara pun mempunyai undang-undang sebagai pedoman hukum ketatanegaraan, setiap warga nya harus menjalankan dengan sebaik-baiknya.

Sedari kecil kita di ajarkan untuk membaca alfabet dan angka, tak lain karena segala pengetahuan berasal dari aksara A-Z dan angka. Saat kita bepergian ke luar kota menggunakan transportasi pesawat, pada setiap sudut bandara tertera jadwal pemberangkatan dan gate pesawat yang kita harus ikuti sesuai jadwal nya agar sampai pada tempat tujuan.

Di jalanan, rambu-rambu lalu lintas untuk mengarahkan keselamatan pengendara pun berupa aksara kan?

Di hutan saat terjebak, bukan kah kita harus buka kompas dan peta untuk mengetahui jalan keluar.

Saat kita jatuh semangat ingin menjadi pengusaha, bukan kah membaca quote orang-orang hebat yang merintis bisnis dari nol hingga jadi besar seperti sekarang ini dapat membangkitkan semangat kita kembali.

Saat di persidangan, bukan kah pasal dan undang-undang yang dibacakan hakim bukan berupa aksara?

Orang bilang " Buku jendela dunia "

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun