Mohon tunggu...
agus hendrawan
agus hendrawan Mohon Tunggu... Guru - Tenaga Kependidikan

Pendidikan, menulis, berita, video, film, photografi, sinematografi, alam, perjalanan.

Selanjutnya

Tutup

Roman Pilihan

Siapa yang Tahu?

13 Februari 2024   15:08 Diperbarui: 13 Februari 2024   16:14 258
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tak ada kelainan dalam kesehariannya, begitu pun kemarin saat kami menjalani aktivitas layaknya rutinitas kemarin lusa. Pulang kerja sesampai di rumah saya pun menghabiskan waktu dengan beristirahat disela menunggu waktu sholat Maghrib dilanjutkan dengan mengaji sampai tiba untuk shalat Isya.

Setelah selesai sholat Isya pikiran saya langsung tertuju ke laptop untuk sekedar mencari berita dan menuangkan ide yang ada dalam pikiran menjadi sebuah tulisan di blog.

Tiba-tiba saya dikejutkan oleh suara istri yang berlari kearah saya dengan setengah berteriak mengatakan bahwa seorang teman saya telah meninggal. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan kami saat itu.

Keseharian almarhum yang periang dan kelihatan sehat-sehat saja, bahkan kehadirannya sangat kami rindukan, karena celotehannya yang pandai menghangatkan suasana dengan senda guraunya.

Kami pun bergegas menuju rumah sakit, sesampainya di sana teman kami yang lain sudah berkumpul di pekarangan Unit Gawat Darurat (UGD). Saya dan Istri segera mengambil inisiatif untuk ke kamar jenazah guna memastikan keadaan sesungguhnya. Sementara anak saya asik mengobrol dengan temannya yang merupakan anak teman kami yang sama-sama pergi melayat saat itu.

Sesampainya di kamar Jenazah dua orang wanita yang terdiri dari seorang istri almarhum dan adik perempuannya duduk disamping jenazah dengan tangisan dan setengah tidak percaya akan apa yang tengah terjadi. Bagaimana tidak almarhum meninggal sesaat setelah selesai berjamaah sholat Maghrib di mesjid samping tempat pekerjaan sebelum pulang kerumah. Almarhum biasa pulang setelah menunaikan sholat maghrib setiap harinya, dengan alasan pulang buru-buru pun tidak ada yang dikerjakan di rumahnya.

Selanjutnya saya bersama teman laki-laki yang lain segera mengambil inisiatif untuk mengambil tindakan memuliakan jenazah karena pihak keluarga hanyalah dua perempuan yang terdiri dari istri almarhum dan adik perempuannya yang kelihatan masih syok dan kebingungan.

Akhirnya langkah awal pemuliaan Jenazah kami lakukan dan diputuskan untuk segera dibawa pulang. Saya pun merasa lega Jenazah sudah segera bisa diambil langkah yang seharusnya sebelum pemakaman.

Baca juga: Selamat Hari Ibu

Tidak teruraikan bagaimana hiruk-pikuknya para teman, sahabat, terutama keluarga yang merasa kehilangan. Pada umumnya mereka masih belum percaya dan mengungkapkan seperti sedang bermimpi. Tapi itulah yang telah terjadi semua terjadi begitu saja dan tidak seorang pun yang tahu semua ini akan terjadi hari ini termasuk almarhum.

dokumen pribadi
dokumen pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Roman Selengkapnya
Lihat Roman Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun