Mohon tunggu...
Agung Han
Agung Han Mohon Tunggu... Ordinary People

Kompasianer of The Year 2019 | Nomine Best in Spesific Interest Kompasianival' 19 | Admin Ketapels | IG agunghan_ | agungatv@gmail.com |

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Semakin Sepuh Orangtua Semakin Butuh Perhatian

14 Januari 2021   20:26 Diperbarui: 17 Januari 2021   06:22 992 25 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Semakin Sepuh Orangtua Semakin Butuh Perhatian
dokumentasi Sendiri

Kompasianer, salam sehat selalu. Apalagi di kondisi seperti saat ini, kita musti menjaga daya tahan tubuh. Terkhusus ayah dan ibunda berusia lanjut, semoga selalu diberkati kesehatan lahir dan batin. Orangtua yang sudah sepuh, lazimnya akan memiliki keunikan keunikan baru. Perubahan sikap terjadi, menjadi begitu tergantung kepada anak-anak yang (secara fisik) kuat.

Anak jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Meskipun banyak ujian kesabaran akann dilewati, tetapi bukankah semasa kecil kita sering menguji kesabaran orangtua.

Saya pribadi masih ingat kejadian, nangis kejer di pasar dan menjadi tontonan orang orang.  Kala itu wajah ibu merah padam menahan malu, buru-buru menutup warung dan pulang padahal sedang ramai pembeli.

Tetapi rasa sayang ibu dan ayah tak seketika pudar, kejadian memalukan itu seolah berlalu begitu saja. Permaafan ayah dan ibu jauh lebih besar, dibanding kekesalan sempat terjadi.

Maka kapan lagi kalau bukan sekarang, anak punya waktu berbakti. Semestinya anak menyediakan diri mengurusi orangtua, yang menanam budi tak terkira. Meskipun saya yakin, mereka tidak mengharap balasan.

Melihat anak-anaknya sudah mandiri, orangtua dijamin turut bahagia dan tidak ingin merepotkan. Apalagi kepada anak yang berkeluarga, memiliki tanggungan anak dan istri. Ayah dan ibu biasanya menunjukkan sikap penolakan, ketika si anak bermaksud membelikan sesuatu sebagai tanda berbakti.

Tetapi penolakan ayah dan ibu sebaiknya jangan menyurutkan niat, karena kita peluang berbakti tak elok dilewatkan. Niscaya mereka akan menerima pemberian anak, membalas dengan bertubi-tubi doa. Doa orangtua (terlebih ibu) inilah yang mahal, kemanjurannya tak terbantahkan.

Semakin Sepuh Orangtua Semakin Butuh Perhatian

Sejak pandemi merebak, setahun lebih saya tidak menginjakkan kaki di kampung halaman. Apalagi belakangan diberlakukan PSBB di Jabodetabek, membuat pergerakan semakin terbatas. Alasan tidak pulang semakin kuat, meski rasa kangen sebenarnya menggelayut.

Setiap berkomunikasi dengan ibu melalui sambungan telepon, saya sangat paham keinginan agar ragilnya mudik. Tetapi kondisi yang tidak memungkinkan, membuat perempuan empat belas cucu ini tak mengungkapkannya. Sangat mungkin Kompasianer, berada pada posisi demikian.

Hari-hari belakangan memang sangat berbeda, tidak seperti dua atau tiga tahun sebelumnya. Banyak hari-hari tertentu (hari raya atau libur), terpaksa dilewatkan di rumah.

Pun saat menjalankan ibadah puasa Ramadan, sebulan penuh tidak taraweh di masjid. Sedih pasti, melewatkan bulan suci dengan banyak keterbatasan. Maka tak heran kalau banyak moment penting terlewatkan, termasuk mudik lebaran bersua dengan orangtua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN