Mohon tunggu...
Agung Han
Agung Han Mohon Tunggu... Ordinary People

Kompasianer of The Year 2019 | Nomine Best in Spesific Interest Kompasianival' 19 | Admin Ketapels | IG agunghan_ | agungatv@gmail.com |

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Artikel Utama

Jalan Hijrah Itu Kini Ditempuh Peggy Melati Sukma Khadija

27 Mei 2019   15:37 Diperbarui: 28 Mei 2019   02:57 1306 16 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jalan Hijrah Itu Kini Ditempuh Peggy Melati Sukma Khadija
tangkapan layar-dokpri

Kalau disebut nama Peggy Melati  Sukma, sebagian besar orang (di Indonesia) mungkin akan tertuju pada Artis bintang sinetron, bintang iklan, presenter, penulis buku, foto model, penyanyi, peragawati dan masih banyak gelar keartisan disandang.

Perempuan yang akrab dipanggil Peggy ini, memulai karir keartisan secara profesional, di usia yang masih terbilang sangat muda (belasan tahun) Kemudian melalui  sinetron Gerhana, nama Peggy lekat dengan karakter sebagai Peggy (nama di sinetron seperti nama aslinya) yang tampil centil, ceria dan cerewet.

Sinetron yang pernah ngetop di pertengahan 90-an, berhasil melambungkan nama Peggy bersama pemeran lainnya seperti Piere Roland, Dina Lorenza, Ruhut Sitompul si Raja Poltak, Eman Empat sekawan dan beberapa nama artis lainnya. 

Nama Peggy dalam sinetron ini, memiliki nama panjang "Peggi Melati Harum Mewangi Sepanjang Hari Bagai Warna Pelangi Mejikuhibiniu.......dan sebagainya" benar-benar menyita perhatian, berhasil membuat penonton terkekeh-kekeh.

Jargon diusung saat itu adalah "Pusiiiiiing", menyatu dengan karakter cerewet, centil, merasa paling cantik dan paling segalanya. Peggi Melaty Sukma berhasil tampil menjadi 'Rising Star' kala itu, dan akhirnya mendulang banyak pundi-pundi dari aktivitas keartisan yang berjibun.

indotv.net
indotv.net
Dalam sebuah majelis, Peggy menceritakan perjalanan karirnya hingga akhirnya menemukan jalan hijarah, (saya simpulkan garis besarnya kira-kira begini) "Dulu nih, kalau orang lain jalan-jalan ke Mall, nongkrong dan makan-makan bareng. Saya jalan-jalan ke Showroom mobil, mana yang saya suka langsung kasih DP begitu diantar ke rumah langsung dilunasi" kisah Peggy saat mengisi kajian "Dulu sekali tampil saya dibayar 50 juta, kalau dalam sebulan saya hanya dapat 50 juta, berarti banyak waktu saya yang kosong, itu manager bisa saya omelin dari Jakarta -- Bandung gak selesai-selesai."

Ketenaran disandang bukan tanpa kualitas, pada berbagai ajang penghargaan, Peggy berhasil menyabet prestasi, diantaranya pernah dinobatkan sebagai " Nomine Pembawa acara Talkshow wanita terfavorit di ajang Panasonic Award untuk acara 'Obrolan Pagi' (1996), Nomine Pemeran utama wanita terbaik, kategori Komedi, Festival Sinteron Indonesia dalam Si Kabayan (1997).

Di luar dunia keartisan, pernah menjadi Juru Bicara Pelindungan Perempuan Indonesia di Perserikatan Bangsa Bangsa (2006), kemudian meraih "Penghargaan Kreativitas Perempuan Tiga Generasi dari Yayasan Cerdas Kreasi Indonesia (2007)".

Yang saya tuliskan baru sedikit prestasi Peggy, masih banyak prestasi lain diraih baik di dunia keartisan atau di luar keartisan, baik di level nasional sampai international. Kiprahnya di dunia sosial juga disorot media, Peggy mendirikan foundation yang dijadikan wadah untuk kegiatan kepedulian pada korban bencana alam.

-----

aksi.id
aksi.id
Lain dulu lain sekarang, saya beruntung berkesempatan hadir di Majelis yang mengundang Peggy Melati Sukma Khadijah sebagai pemateri. Kini ada nama Khadijah disematkan dibelakang nama tenarnya, menurutnya sebagai hadiah dari guru-guru yang menuntun menemukan cahaya hidupnya yang dulu redup.

Siapa sangka, di balik hingar bingar kehidupan Peggy yang serba glamour, selalu menjadi sorotan media dan perhatian publik, ternyata menyimpan duka mendalam. Pada majelis yang saya hadiri, Peggy menceritakan titik balik yang pernah dialami, bermula dari kebuntuan jalan keluar atas semua masalah besar yang dihadapi.

Satu diantaranya adalah kandasnya biduk rumah tangga yang telah dibangun, bersama seorang petinggi perusahaan terkemuka di Indonesia, dan ada masalah besar lain (Peggy tidak mau menyebutkan masalah itu) yang membuatnya nyaris putus asa. 

Satu lagi, masalah kesehatan yang dideritanya, sempat membuat wajahnya rusak (padahal penampilan fisik adalah modal utama seorang artis). "Orang kalau lihat saya saat itu bisa jadi jijik, wajah ini ada luka yang keluar nanahnya" begitu (lebih kurang) Peggy berkisah. (Berita terakhir pernah saya baca Peggy menderita penyakit Tumor, tanpa mau menyebutkan jenis tumornya)

Dalam keadaan tersudut tiba-tiba ada jalan menuju kedamaian yang dirasakan, ketika dia menyerah dan semua masalah dipasrahkan kepada Sang Khaliq. Beberapa nama kyai dan ustad diakui Peggy, sangat membantu dalam proses hijrah untuk menjadi lebih baik dan menemukan jati diri.

tangkapan layar-dokpri
tangkapan layar-dokpri
Dunia keartisan yang telah membesarkan namanya denga rela dilepaskan, jalan dakwah dengan mantap dipilih sebagai upaya mengejar kesia-siaan yang pernah dijalani.

Saya cukup tersentuh, ketika Peggy menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada siapapun yang kenal ataupun tidak kenal, kepada semua pihak yang pernah merasa tersakiti karena perkataan atau tingkah lakunya.

Tidak bisa dipungkiri, sebagai publik figure, Peggy kerap diliput media, sering memberikan pernyataan dan sanggahan atau apapun, yang sangat mungkin tergelincir dalam salah dan luput. Kini Peggy lahir menjadi manusia baru, penampilannya lebih rapi dan tertutup, sangat jauh berbeda dengan sosok Peggy yang kita kenal di sinetron Gerhana.

Jalan hijrah yang teteh Khadijah ambil, semoga menjadi ladang kebaikan tak berpenghabisan, istiqomah dijalani sampai nafas terakhir di alam fana. Peggy Melati Sukma Khadijah, hari ini menjadi salah satu sosok yang menginspirasi saya.

Wallahu'alam

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x