Afriantoni Al Falembani
Afriantoni Al Falembani Tenaga Pendidik

Menulis dengan hati dalam bidang pendidikan, politik, sosial, fiksi, filsafat dan humaniora. Salam Sukses Selalu.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Moeldoko Cerdas Menjawab Soal Utang dan TKA

7 Mei 2018   20:32 Diperbarui: 7 Mei 2018   20:47 544 4 4
Moeldoko Cerdas Menjawab Soal Utang dan TKA
(sumber: kompas.com/Fabian Januarius Kuwado)

Beredar tulisan Moeldoko dengan judul "Jendral Moeldoko Menjawab". Pesan berantai melalui whatsap ini berusaha menjelaskan antara isu dan fakta yang sedang dikerjakan oleh pemerintah. Pada pesan tersebut terkait utang, tenaga kerja asing, antek asing, tenaga kerja Indonesia, dan penjajahan ekonomi.

Semua yang selama ini beredar kemudian dijawab Moeldoko bahwa China menguasai surat utang Amerika US$ 1.15 Trilyun. Apakah otomatis Amerika dicaplok oleh China ?. Tidak.  Sungguh lugas jawaban Moeldoko ini dengan logika yang sangat sederhana. Walau posisi China cuek terhadap kebijakan tetapi akan terus apa adanya dan terbatas.

Demikian pula dikatakannya bahwa Arab investasi di China 870 Triliyun. Apakah rakyat China terkencing-kecing merasa dijajah oleh Arab ?. Tidak. Jawab ini seolah menjelaskan bahwa Islam dan Arab tidak anti asing dan anti komunis dalam urusan ekonomi dan membangun bangsa ini. Semua dibangun karena saling percaya dan menghargai. Pertanyaannya mengapa Arab tidak menginvestasikan dana yang banyak ke dalam bangsa Indonesia yang mayoritas muslim.

Kemudian dikatakan oleh Moeldoko bahwa Amerika berinvestasi 122 Triliyun ke Singapore. Lantas apakah warga Singapore otamatis jadi antek asing ?. Tidak. Mengapa?. Itu karena rasa percaya  tinggi oleh Amerika ke Singapore. Selain itu, kebijakan ini memperkuat Forhati menjadi mandiri.

Dikatakan juga oleh Sebanyak 252.000 TKI bekerja di Taiwan.Apakah rakyat Taiwan merasa dijajah Indonesia ?? Tidak.

Menurut Moeldoko bahwa secara faktanya bahwa jumlah TKI yang bekerja di China 81.000, sementara TKI di Hongkong 153.000, di Macau 16.000, apakah rakyat China, Hongkong dan Macau merasa di jajah oleh Indonesia ?. Tidak. Mereka lebih percaya dengan negara yang modern dan sistem yang kuat.

Bayangkan, bahwa TKA yang bekerja di Indonesia sebanyak 74.183 orang. Sementara 21.271 ribu di antaranya berasal dari China, disusul Jepang dan lain-lain. Tapi sebagian dari kita sudah terkencing-kencing merasa dijajah oleh China. Mana yang semestinya merasa dijajah padahal tenaga kerja luar belum mencapai 20 persen.

Mengapa rakyat negara-negara dimana TKI kita berkerja tersebut bisa bernalar dengan benar ?.Karena mereka bisa membedakan antara bisnis dengan kedaulatan negara.Itulah akibat dari bangsa dalam persatuan dan kesatuan menuju integrasi yang bersama.

Mengikuti lerkembagan Dunia abad XXI tidak dipetakan lagi oleh suku, ras dan agama. Masyarakat modern sudah tidak mempermasalahkan lagi perbedaan keyakinan. Mereka bersama-sama membangun peradaban secara bersama.

Di sini tidak begitu. Yang didahulukan hanya kebencian karena takut berkompetisi dan takut kalah dalam persaingan hidup. Kemudian dibalut dengan pemahaman sempit dalam beragama.

Untuk itu, perlu kiranya diperhatikan jawaban yang disampaikan oleh Moeldoko. Tentu bukan sekedar menjawab tanpa tujuan. Semoga kesadaran generasi melinea ini dapat dibaca dan ditelaah oleh publik.(*)

Afriantoni

Menguraikan Kembali Gugahan Moeldoko