Mohon tunggu...
A Afgiansyah
A Afgiansyah Mohon Tunggu... Dosen - Digital communication specialist

Praktisi dan Akademisi Komunikasi Media Digital dan Penyiaran. Co-Founder Proxymedia.id // Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Mercubuana, Universitas Indonesia, dan Universitas Paramadina

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Meracik Tayangan TV Jadi Konten Media Sosial

29 Mei 2022   16:20 Diperbarui: 30 Mei 2022   11:22 644 7 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi seseorang sedang menonton TV (Shutterstock)

Meracik tayangan TV jadi konten media sosial bisa dibilang salah satu spesialisasi, saya sebagai praktisi media penyiaran dan media online. 

Masih ingat Dodit, stand up comedian yang namanya melejit di ajang pencarian bakat inisiasi Kompas TV tahun 2014 lalu? 

Video penampilannya pecah di Youtube. Namanya melambung di media sosial lengkap dengan video-video khusus penampilan Dodit di "Stand Up Comedy Indonesia" musim ke-4 (SUCI 4) dari tayangan Kompas TV. 

Ini satu contoh sukses keberhasilan tayangan TV yang disebarkan kembali di media sosial. Pada masa itu, saya mengepalai tim digital Kompas TV untuk meracik tayangan memperoleh khalayak tambahan di ranah online. Bagaimana formulanya?

Setelah hampir satu dekade kesuksesan video Dodit dari SUCI 4 beredar di media sosial, saat ini hampir semua stasiun TV melakukan hal yang sama. 

Semua bentuk tayangan mulai dari berita, talk show, musik, hingga sinetron diracik untuk disebarkan kembali ke media sosial sehingga tersirkulasi di internet. Racikan seperti apa yang sebenarnya dimaksud?

Program TV umumnya berdurasi panjang. Paling sedikit berdurasi 30 menit termasuk iklan. Durasi bersih tanpa iklan tayangan 30 menit televisi berkisar antara 21 hingga 24 menit. 

Untuk konsumsi media sosial, durasi tayangan paling pendek di televisi bisa dibilang sangat panjang. 

Di sini kita akan membahas beberapa teknik mendasar dalam membahas satuan konsep tayangan TV hingga unsur terkecil.

Konsep Mendasar Meracik Tayangan TV ke Media Sosial

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan