Mohon tunggu...
Muhammad Afandi Helmi
Muhammad Afandi Helmi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Doing better

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga - 20107030061

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Belajar Kepemimpinan dari Pendiri Apple "Steve Jobs"

16 Maret 2021   19:15 Diperbarui: 16 Maret 2021   19:34 6709
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Salah satu keunggulan dari Steve Jobs adalah dia melakukan berbagai inovasi produk berdasarkan customer-driven. Meskipun dia lebih mengutamakan intuisi dibandingkan dengan pendapat lain seperti riset pasar, namun Jobs mempunyai intuisi yang kuat mengenai apa yang dibutuhkan dan diinginkan customernya. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam produk Apple, mulai dari Macintosh, iMac, iPod, hingga iPhone, yang selalu mengutamakan user interface, agar memberikan kemudahan dan convenience bagi penggunanya.

Micromanager yang Kharismatik (Otokratis)

Steve Jobs dikenal sebagai pemimpin dengan gaya kepemimpinannya seperti micromanager, yakni banyak menuntut dan cenderung egois. Salah satu kritik yang banyak ditujukan kepadanya adalah bagaimana dia selalu menginginkan segala sesuatu yang dijalankan sesuai dengan caranya. 

Namun, hal ini justru menjadi kunci sukses Apple, karena Steve Jobs mampu untuk mengarahkan orang-orang yang dimilikinya untuk melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh orang lain. 

Gaya micromanager Steve Jobs berimplikasi positif karena Steve Jobs sudah mengetahui dengan pasti apa yang ingin dicapai dan bagaimana untuk mencapainya, sehingga hal ini seakan-akan menjadi dorongan bagi karyawannya untuk mencapai kesuksesan. Meski begitu, beberapa karyawan menganggap bahwa gaya kepemimpinan Steve Jobs terlalu keras sehingga pernah membuat Steve Jobs dipecat dari Apple pada tahun 1985.

Fokus

Salah satu kunci kesuksesan Steve Jobs dalam memimpin Apple adalah menjadikan karyawannya untuk fokus ke dalam digital strategy. Strategi yang diperkenalkan Apple sejak tahun 2001 hingga saat ini menjadi pondasi bagi Apple. Tujuan utama dari strategi ini adalah memungkinkan pengguna untuk memperoleh akses terhadap konten hiburan dimanapun dan kapanpun mereka inginkan.

Sifat Reality Distortion Field

Sifat "reality distortion field" dari Jobs adalah dimana dia bisa memotivasi orang di sekitarnya untuk menembus batas dan melampaui apa yang mereka anggap mustahil. Di Kala Jobs mendekati perusahaan Corning untuk memakai Gorilla Glass di iPhone, CEO "Wendell Weeks" menyatakan dia tidak dapat memproduksi kaca yang cukup dalam waktu 6 bulan sesuai permintaan Jobs. Jobs berkata 'Jangan takut. Akhirnya, Corning dapat memproduksi Gorilla Glass kurang dari 6 bulan.

High Controlling

Jobs dikenal suka mengontrol segala sesuatu. Apple pun bertanggung jawab kepada seluruh user experience pengguna gadgetnya. Dari hardware sampai konten, Apple menaungi semuanya. Hal ini cukup berbanding terbalik dengan perusahaan lain yang mungkin tidak mengurus seluruh pemakaian user.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun