Mohon tunggu...
Adica Wirawan
Adica Wirawan Mohon Tunggu... Wiraswasta - "Sleeping Shareholder"

"Sleeping Shareholder" | Email: adicawirawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Inilah 4 Cara Mengendus "Fraud" dalam Investasi Saham

8 Maret 2021   07:00 Diperbarui: 8 Maret 2021   17:11 1570
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tanda-tanda ini memang agak sulit dilihat, mengingat investor mesti melakukan penyelidikan secara mendalam terhadap sejumlah informasi terkait dengan fundamental perusahaan.

Penyelidikan tadi jelas menghabiskan hanya waktu dan tenaga, sehingga belum tentu setiap investor mampu melakukannya.

Meski begitu, berdasarkan pengalaman, ada 4 hal sederhana yang bisa ditinjau investor demi memastikan apakah saham perusahaan yang ingin dibelinya terindikasi "fraud" atau tidak.

1. Membandingkan Tren Harga Saham dengan Tren Laba
Pertumbuhan laba yang dihasilkan perusahaan dan harga saham yang terbentuk di pasar biasanya akan bergerak beriringan. 

Apabila perusahaan melaporkan nominal laba yang bertumbuh dibandingkan tahun sebelumnya, maka seharusnya harga sahamnya akan naik.

Sebaliknya pun demikian. Jika perusahaan terus mencatatkan kerugian tahun demi tahun, maka harga sahamnya pun bakal terus turun.

Trend Saham/ sumber: ETMarkets.com via https://m.economictimes.com
Trend Saham/ sumber: ETMarkets.com via https://m.economictimes.com
Namun demikian, kadangkala terjadi sebuah "anomali". Misal, katakanlah dalam laporan keuangannya selama 5 tahun terakhir, perusahaan menunjukkan laba yang terus meningkat.

Kenaikan laba tadi semestinya mendongkrak harga sahamnya. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Harganya malah cenderung "sideway" atau bahkan ambyar!

Dalam kasus tersebut, kita tentu bertanya-tanya, "Jika memang betul perusahaan terus menghasilkan laba dalam waktu 5 tahun, mengapa harganya masih segitu-segitu saja? Apa yang menyebabkan investor "malas" mengangkat harganya?"

Pertanyaan tersebut bisa "memancing" kita untuk menggali informasi lebih lanjut, karena boleh jadi, salah satu penyebabnya ialah karena investor lain sudah tahu ada sesuatu yang mencurigakan dalam laporan keuangannya, sehingga mereka terlihat ogah membeli sahamnya. Boleh jadi itulah tanda "fraud" yang patut diwaspadai.

2. Memeriksa "Sejarah" Pembagian Dividen
Perusahaan yang baik biasanya tak hanya konsisten mencetak keuntungan, tetapi juga gemar membagikan dividen dari tahun ke tahun. Sejarah pembayaran dividen ini cukup penting artinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun