Mohon tunggu...
Ade T Bakri
Ade T Bakri Mohon Tunggu... Lainnya - Penyuka kopi

Adenyazdi.art.blog

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Kolam Permandian Alam di Camplong, Kabupaten Kupang

10 Agustus 2022   23:02 Diperbarui: 11 Agustus 2022   08:27 1078
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Beberapa bulan ini saya berada di ibu kota provinsi NTT, Kupang.  Ya, sekadar jalan-jalan untuk melihat, menikmati suasana kota Kupang.

Saya suka datang ke sebuah tempat atau daerah yang belum pernah saya kunjungi, alasannya sederhana; 

Pertama, saya penasaran dengan tempat wisatanya, baik itu pemandangan hutan, laut, pegunungan, dan lain-lain. Kedua, saya senang mengamati dan mempelajari budaya daerah lain.

Di kota Kupang ada beberapa tempat wisata yang banyak dikunjungi orang-orang, seperti Pantai Lasiana, Taman Nostalgia, Pantai Oesapa, Goa Monyet,  Pantai Batu Kepala, dan lain-lain.

Beberapa tempat yang saya sebutkan di atas itu hanya dua tempat di kota Kupang yang sudah saya kunjungi, Pantai Oesapa dan Taman Nostalgia.

Baru-baru ini saya diajak teman untuk mendampingi dia memberikan sosialisasi tentang Kampus STIE Putra Timor kepada calon mahasiswa baru di desa Camplong, kabupaten Kupang. 

Mumpung saya juga belum pernah ke tempat itu, saya mengiyakan ajakan dia. Ya, siapa tahu setelah selesai kegiatan sosialisasi bisa melihat, menikmati tempat-tempat indah di kabupaten Kupang.

Perjalanan dari kota ke kabupaten Kupang tepatnya di desa Camplong  memakan waktu sekitaran satu jam menggunakan kendaraan bermotor, itupun kalau tidak singgah makan di warung makan.

Nah, dalam perjalanan ke desa tersebut, saya takjub dengan pemandangan persawahan di beberapa titik memasuki daerah Camplong. Hamparan sawah di pinggir jalan benar-benar memanjakan mata.

Saya teringat dulu waktu kuliah di Makassar kalau mendengar kata NTT, teman-temam saya selalu bilang ke saya "Sumber air su dekat". Seakan NTT itu seluruh daerahnya susah mendapatkan sumber air.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun