Mohon tunggu...
Achmad Afandi
Achmad Afandi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Menulis sebuah berita terbaru dan yang jarang diketahui

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mengenal Kesenian Suku Ireres di Kabupaten Tambrauw

23 Desember 2022   06:38 Diperbarui: 23 Desember 2022   06:45 499
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Mengenal Kesenian Suku Ireres di Kabupaten Tambrauw

Setiap suku bangsa yang ada di Papua memiliki keunikan tersendiri dalam mengekspresikan diri atau pujian kepada alam dan kepada sang pencipta. 

Secara khusus, bagi suku Irires rasa keindahan dinyatakan dalam bentuk lantunan lagu-lagu, tari-tarian, dan seni instrumental. 

Nyanyian tradisional disebut "merejok" yang dibawakan oleh kaum pria maupun kaum wanita dalam pesta adat, upacara perkawinan dan juga pada acara pelepasan tamu dikampung. Kaum pria dan wanita ikut berpartisipasi dalam mengiringi nyanyian tradisional suku Ireres.

Nyanyian pengiring atau penyambutan dan pendukung tarian disebut isei. Nilai estetika lainnya yang sering ditampilkan adalah dalam bentuk gerak tangan yang disebut ihacen itim. 

Laki-laki dan perempuan duduk saling berhadapan membentuk suatu dua barisan bersap yang panjang sambil bermain tangan diiringi lagu. Lagu yang sering digunakan suku ireres ialah merejui. Adapun gerakan yang dimaksud disini adalah menyindir pemuda yang belum memiliki pasangan. 

Jadi, ketika anda belum mempunyai pasangan jangan kaget ketika dihadapkan gerakan semacam ini. Sementara fungsi sosialnya adalah mempererat hubungan persahabatan atau kekeluargaan.

Kesenian yang dipunyai oleh suku Ireres dalam bahasa Irires disebut "mahacemnin imendiu gama mofohum afek". Atraksi bermain tangan dewasa jarang dipraktekan oleh generasi Irires sekarang ini bahkan nilai- nilai sosial yang terkandung didalamnya tidak dipahami karena tidak diajarkan oleh para orang tua dan juga jarang dilakukan. 

Tujuan tidak dilakukan oleh generasi sekarang supaya tidak berfikiran yang aneh-aneh sehingga ketika kondisi dewasa lah mereka mau mengajarkannya.

Seni mengukir suku Irires tidak begitu menonjol seperti suku-suku lainnya di Papua sedangkan seni instrumental atau bunyi-bunyian dihasilkan melalui penabuhan tifa dalam mengiringi tari-tarian merejok. 

Tifa digunakan dalam berbagai bentuk perayaan atau acara yang melibatkan beberapa kalangan. Bukan sekedar perayaan, melainkan dipakai sebagai pemanggil ketika masa darurat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun