Mohon tunggu...
Abdussalam Bonde
Abdussalam Bonde Mohon Tunggu... Pelayan Publik, Orang Doloduo Bolaang Mongondow-Sulut

Orang biasa, bukan sispa-siapa, juga bukan apa-apa. Tapi selalu ingin belajar dan berusaha menjadi yang berguna untuk alam dan manusia.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Keledai, Lambang Ketidak-tawadhu-an dan Pragmatisme

25 Januari 2021   23:39 Diperbarui: 25 Januari 2021   23:46 71 2 0 Mohon Tunggu...

Semua mahluk ciptaan Tuhan pasti punya ciri khas suara yang berbeda-beda. Disamping berbeda-ada maksud dan pesan yang tersirat dibalik keunikan suara yang dikeluarkan. 

Diantara hewan yang punya maksud setiap bersuara adalah Ayam, Anjing, Burung Gagak, dan Toke yang ketika bersuara diyakini pertanda ada mahluk halus disekitar kita.

Namu semua ciri khas suara hewan-hewan yang ada, hanya suara "keledai" yang diabadikan dan disinggung oleh Tuhan dalam kitab-Nya, meskipun jika disimak suara keledai terkesan biasa-biasa saja. Lalu apa maksud Tuhan berfirman:

"Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai"  (Q.S. Lukman : 19).

Ternyata suara keledai punya ciri khusus dan sebagai pelajaran bagi manusia untuk tidak meniru suaranya. Sebab suara keledai adalah contoh ketidak-tawadhu-an. Ia adalah lambang ke-takabbur-an dan pragmatisme.

Karena ternyata, keledai tidak sering mengangkat suaranya, kecuali ketika hendak mengekspresikan "rasa lapar" dan ingin "melampiaskan nafsu birahinya". Ketika perutnya keroncongan, ia langsung angkat suara. Dan ketika nafsunya bergejolak, ia akan berteriak sekuat-kuatnya.

Sungguh pragmatis memang suara mahluk Tuhan yang satu ini. Dimana suara keledai ternyata hanya terbatas pada urusan perut dan birahinya. Sehingga Imam Ali Bin Abu Thalib berkomentar: "Siapa yang hanya memikirkan masalah perut, maka ia tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya". Tai maksudnya.

Maka, bisa jadi suara-suara yang skali-skali muncul dalam proses pembangunan adalah "suara keledai" yang pura-pura menyuarakan aspirasi rakyat. Karena ia tahu benar bahwa suara rakyat itu adalah "suara Tuhan": besar manfaatnya dalam mengeruk keuntungan. 

Namun ketika urusan perutnya selesai, rakyat pun dilupakan. Ketika urusan birahinya terlampiaskan, rakyat pun lepas dari memorinya.

Jika demikian memang, suara keledai benar-benar seburuk-buruk suara dari semua mahluk ciptaan Tuhan. Maka janganlah pernah meniru suara keledai kawan. Ikutilah suara Ayam yang membawa keberkahan dan perubahan.
#MotobatuMolintakKonTotabuan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x