Mohon tunggu...
ABDURROFI ABDULLAH AZZAM
ABDURROFI ABDULLAH AZZAM Mohon Tunggu... Intelektual Muda, Cendikiawan Pandai, Dan Cinta Indonesia
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Jangan pernah lelah mencintai Indonesia dan mendukung Indonesia bersama Abdurrofi menjadikan indonesia negara superior di dunia. Email Admin : axelmanajemen@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Publik Masih Suka Puan Maharani atau Dokter Reisa?

10 September 2020   02:12 Diperbarui: 10 September 2020   02:17 107 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Publik Masih Suka Puan Maharani atau Dokter Reisa?
Foto Puan Maharani dan dr Reisa dalam merah putih Indonesia raya  (diolah pribadi sumber foto asli pinterest.com)

Pemerintahan Indonesia selama tahun 2020 menampilkan dua sosok wanita hebat Puan Maharani dan dr Reisa. Puan Maharani mengambil peran juru bicara rakyat, Ketua DPR RI sedangkan dr Reisa sebagai juru bicara pemerintahan satu-satunya yang paling menarik dalam penanganan Covid19.

Apa yang pertama kali ada di pikiranmu kala sedang melihat kinerja juru bicara Puan dan dr Reisa. Banyak publik Indonesia menyukai dr Reisa karena sangat puas dengan kinerja sebagai jubir pemerintahan sedangkan Puan belum mampu menjadi jubir rakyat yang baik.

Tidak sedikit perempuan masuk pemerintahan mampu menjadi juru bicara yang baik, termasuk juga mungkin Puan seringkali merasa ada yang kurang dari dirinya. Entah itu karena insecure, atau beberapa periode kebelakang jadi menteri tapi sering diam.

Karir Reisa fokus pada kariernya sebagai dokter di Rumah Sakit Polri Raden Said Soekanto Kramat Jati sebagai ahli forensik. Ia sempat menangani korban pesawat Sukhoi dan Bom di Jakarta yang menjadikannya anggota Disaster Victim Identification (DVI). Ia juga menjadi model terkenal berkat dr Oz Indonesia.

Puan Maharani dikenal karena anak megawati dan  jabatan Menko PMK. Kemenko PMK itu mempunyai tugas yaitu menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. Namun puan tidak nyaring berbicara isu-isu publik selama jadi menteri.

Tak-masalah rambut tak putih, atau ukuran badan yang jauh dari gemuk dan berlemak membuat kita berpikir bahwa kecantikan yang publik punya berada di bawah standar perempuan normal. Meski berkali-kali mendengar bahwa semua perempuan cantik, pada kenyataannya publik Indonesia masih banyak yang berpikir bahwa dr Reisa lebih istimewa dibandingkan Puan Maharani.

Puan Maharani  akan kebingungan atau malah merasa tidak ada yang istimewa. Puan makin tidak istimewa saat ia berbicara isu pancasila di sumatra barat yang kontraproduktif dan menimbulkan polemik. Sumatra barat mengenai isu negara pancasila sudah final namun hak preogratif masyarakat tidak menyukai PDIP. 

Nampaknya masalah pernyataan puan benar membuat sulit menimbulkan konflik internal Indonesia antara rakyat dan jubir rakyat (ketua DPR RI) dan PDIP makin kehilangan simpati rakyat sumbar.

Jangankan rakyat sumatra barat tapi publik Indonesia, misalkan beberapa pria non-partisan politik bila diminta untuk memilih istri ideal antara Puan dan dr Reisa. Hampir semua menjawab dr Reisa lebih layak menjadi jubir rakyat dan ketua DPR RI. 

Berbeda halnya pria jomblo atau suami yang ingin nambah istri lagi, mereka akan menilai apakah seorang wanita layak dia jadikan pendamping hidup dari kebaikan yang diberikan oleh wanita itu. Namun dr Reisa sudah menikah jadi pembaca tidak bisa berharap lebih. Seandainya dr Reisa jomblo pasti ia sudah jadi rebutan banyak pria mapan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN