Mohon tunggu...
Abas Basari
Abas Basari Mohon Tunggu... Guru - Guru Biologi SMA Al Masoem

melakukan apa pun yang bisa, kalau boleh orang lain bahagia

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sepenggal Kisah Pedagang Di Trotoar

28 September 2022   22:00 Diperbarui: 28 September 2022   22:01 86 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Sepenggal Kisah Pedagang Di Trotoar

Tatkala menunggu istri yang sedang rapat, saya putuskan untuk mengisinya dengan menulis di HP, sekedar merekam apa yang terjadi saat itu.

Berada di trotoar depan Sekolah Dasar yang bersebrangan dengan distributor motor. Persis lokasi di Jalan AH Nasution. Sehubungan perut sudah terisi makanan sewaktu di rumah, maka tidak tergoda oleh jajanan yang berada di sebelah saya. Siapa sih yang tidak tergiur dengan aneka gorengan ?.

Mulailah menulis apa yang saya dengar, karena pedagang gorengan dan pedagang bubur ayam  telah membuat saya terpaksa menuliskannya. Saking istimewa di pandangan saya.

"Bagaimana nih jualan kayaknya kurang laku", wanita paruh baya berkomentar kepada teman di sebelahnya.

"Ya ...mana anak sekolah lagi libur, kantoran juga belum masuk", timpal seorang wanita dewasa penjual bubur ayam, berbaju kaos tak mau kalah.

Keduanya berbincang tentang barang dagangannya yang masih sepi pembeli. Jalan Raya memang mulai ramai dengan kendaraan, baik motor maupun mobil.

"Susah sekarang mah setelah suami berpulang, saya cape sendiri, semuanya dilakukan sendiri", keluh pedagang bubur ayam.

"Memang situ doang yang cape, saya pun ga ada yang bantuin. Anak cuma dua saja sibuk masing-masing dengan HP. Walau disuruh bantuin hanya sebentar", papar pedagang gorengan.

"Ya.. yah kenapa ya anak-anak sekarang ga pada mau bantuin orang tua', tanya temannya yang dari tadi hanya bisa mendengarkan keluh kesah.

"Disuruh belajar malah maen. Pulang maen terus pegang HP atau nonton televisi", pedagang bubur ayam menambahi lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan