Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... “Besar, ada yang lebih besar, sangat besar, terbesar super besar, mega besar dan maha besar.”

Nama : Faisal Machmud al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Mengamati dan Diamati

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mafioso Sekalipun Tak Mampu Wujudkan Utopia Seperti Anarko

13 April 2020   18:56 Diperbarui: 13 April 2020   20:50 148 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mafioso Sekalipun Tak Mampu Wujudkan Utopia Seperti Anarko
Sumber Gambar :sahabat.or.id

Orang-orang yang melakukan atau menganjurkan tindakan anarki disebut "anarkis." Sedangkan Anarkisme adalah teori atau paham untuk Anarki itu sendiri. Jadi anarki adalah pelakunya, anarkis adalah sifatnya dan anarkisme adalah teori atau pahamnya. Sumber : di Laman Bahasa.

Anarki ini banyak cabangnya misalnya Anarko kapitalisme (Anarcho - Capitalism) dan Anarcho - Syndicalism dan Anarcho Socialism. Yang terkhir, Anarko Sosialisme dapat dilihat ketika sebuah kelompok mendompleng aksi May Day di Bandung juga Surbaya dan Makasassar. 

Sekelompok anak-anak muda berkepala plontos (entah kenapa mesti botak) berkaos hitam pada 2/5/2020 ikut "meramaikan" May Day dalam arti mendompleng di hari aksi buruh di Bandung. Mereka digirng ke Polda Jawa Barat karena berbuat rusuh. Pada saat itu Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebutnya kelompok Anarcho-Syndicalism, yaitu kelompok pekerja yang ingin bebas bikin aturan sendiri.

Di luar negeri kelompok itu telah lama ada sejak 1922 bernaung di dalam federasi International Worker Association (IWA) menggunakan atribut bendera hitam dan merah. 

Setelah peristiwa di hari May Day di atas kita dikejutkan lagi adanya kelompok Anarko yang menyusup dalam demo pelajar dan mahasiswa berujung kerusuhan pada 24-25 September 2019 di beberapa kota besar di Indonesia.

Beberapa orang memang ditangkap pihak Kepolisian dengan tuduhan sebagai perusuh dan memprovokasi orang berbuat anarkis. Di Jawa Barat empat orang ditangkap karena dituduh kelompok Anarko.  Sedangkan di DKI Jakarta Polisi menemukan simbol-simbol Anarko dari beberapa perusuh.

Setelah itu masyarakat tidak mengetahui apakah pengembangan kasus tertangkapnya sejumlah orang yang berbuat kerusuhan dan disebut Anarco di atas. Istilah Anarco (mungkin Anarko sekarang)  itupun melempem seketika seakan lenyap ditelan bumi.

Tiba-tiba Kapolda Metro Jaya pada 9/4/2020 mengatakan tentang tertangkapnya 5 orang pemuda yang menyebarkan ujaran kebencian dan merencanakan vandalisme di sejumlah kota besar besar di Pulau Jawa. Mereka tertangkap sesaat terjadinya aski coret-coret menebar kebencian di Tangerang.

"Mereka merencanakan aksi vandalisme bersama-sama pada 18/4/2020 di kota-besar pulau Jawa," ujar Irjen Nana Sudjana. Skemanya, kelompok itu akan memanfaatkan keresahan yang sedang timbul dalam masyarakat akibat krisi corona sedang berlangsung hingga saat ini.

Tentu saja kita menyambut positif langkah antisipatif dan prefentif dilakukan Polisi dalam tugas pokoknya memberi perlindungan dan rasa aman dalam masyarakat. Tetapi ada beberapa hal yang jadi sorotan penulis terhadap "Anarko" kelompok vandalis Anarcho made in Indonesia tersebut.

Kelompok beraliran anarkisme seperti ini TIDAK akan bisa tumbuh di negeri ini karena indonesia bukan alam yang cocok untuk bersemi dan berkembangnya virus Anarki apapun jenis dan tipenya. Negeri ini menganut sistem persamaan hak demokrasi Pancasila, bukan demokrasi terpimpin atau demokrasi liberal tempat asal muasal aliran anarcho itu terlahir.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x