Mohon tunggu...
Lilis Juwita
Lilis Juwita Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Buku

Painting, Art, Poem, Short Story n Graphic Design That's Really Me. Aku bukan Wonder Woman, aku juga bukan Kartini, aku bukan Bidadari tanpa Sayap, aku bukan satu dari 7 Selendang Pelangi yang hilang, aku cuma perempuan yang takut panas, debu dan kucing. Aku cuma perempuan yang “Tak Biasa” ♪♫•*¨*•.¨*•♫♪♪♫•*¨*•.¨*•♫♪

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Lembayung di Pantai Pandawa

12 Januari 2020   12:16 Diperbarui: 12 Januari 2020   12:32 251
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi: indobalitours-travel.com

Ketika tidak ada yang bisa kulakukan, aku akan melepaskan genggamannya. Ketika dia baik-baik saja tanpaku, aku akan melepaskan pelukannya. Ketika sudah tak ada keinginannya untuk mengingatku, kupastikan aku sudah benar-benar jauh. Dia hadir seperti jingga yang mewarnai senjaku meskipun hanya sesaat.

***

Walau baru seumur jagung bergabung dengan EO, namun aku tidak berangkat dari nol. Ketika segala yang kukerjakan dianggap salah dan semua yang kulakukan dinilai keliru tanpa solusi untuk memperbaikinya, maka tidak ada alasan lagi buatku untuk memaksakan diri bertahan. Juga sebagai bentuk tanggung jawabku karena tidak maksimal melaksanakan pekerjaan.

Sebagai  konsekuensinya setelah semua laporan pertanggung jawaban selesai kuserahkan maka aku kirimkan pula surat pengunduran diri. Iya betul, aku harus resign dari event organizer dan memutuskan kembali ke Bandung, itu artinya aku tidak akan pernah bertemu lagi dengan Mirna, Bude juga Dhanan.

Sengaja kurahasiakan rencana resign sampai pak Tiesna terlihat menyesalkan keputusanku akhirnya menyetujui surat pengunduran diri meskipun harus menunggu sepekan lamanya.

"Berapa lama kamu di Bandung Nak, kapan kamu kembali ke Jakarta?" tanya Bu Asri.

"Aku sudah memutuskan untuk resign dari EO, mungkin aku tidak akan kembali ke Jakarta dalam waktu dekat ini."

"Kamu sudah yakin dengan keputusanmu, bagaimana dengan Dhanan?"

"Sangat yakin, maafkan aku yang sudah merepotkan dan mengusik ketenangan Bude dan Mirna."

"Bude juga yakin kamu bisa mendapatkan yang jauh lebih baik dari Dhanan, lupakan dia!"

"Tidak Bude, aku tidak akan melupakan Dhanan, tapi aku akan menjauhi dia dan aku paham maksud Bude selama ini."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun