Mohon tunggu...
Blasius Mengkaka
Blasius Mengkaka Mohon Tunggu... Guru dan Penulis.

Mencipta wacana bermutu dari sistem berpikir Plato dan Aristoteles. Sarjana Filsafat dari STFK Ledalero sejak tahun 2002 dan seorang guru profesional sejak tahun 2008. Email: mengkakablasius@yahoo.com. --(C)2013-2020.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Budaya Baru, Vaksinasi Covid-19 dan Kemiskinan

13 Juni 2021   07:42 Diperbarui: 13 Juni 2021   08:25 34 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Budaya Baru, Vaksinasi Covid-19 dan Kemiskinan
Tempat cuci tangan mini di depan rumah warga. (Foto: Ist).

Pandemi Covid-19 telah mengubah cara kita bekerja, bertingkah laku, berpikir dan cara berelasi. Kebiasaan-kebiasaan baru muncul, seperti: wajib memakai masker, wajib mencuci tangan, menjaga jarak aman, karantina, bahkan isolasi mandiri. Tempat cuci tangan ada di depan rumah dan ruang-ruang publik. Poster dan sejumlah adribut dapat ditemukan di mana-mana. Semuanya menunjukkan bahwa Pandemi Covid-19 telah menciptakan budaya baru, budaya pandemi Copvid-19. Budaya ini membuat umat manusia merasa satu karena memiliki kesamaan nasib di seluruh dunia.

Vaksinasi Covid-19 adalah perjuangan paling akhir sekarang. Upaya untuk kita mendapatan vaksinasi ini pun tidak mudah. Vaksinasi diberikan dengan prioritas-prioritas tertentu. Ketika umat manusia mulai beradabtasi dengan vaksinasi, terbetik berita bahwa virus SARS-CoV-2 telah melakukan adabtasi baru untuk memastikan kelangsungan hidupnya. 

Ilmu pengetahuan mengatakan bahwa mutasi virus adalah hal yang wajar. Mutasi virus adalah bagian penting dari kemampuan virus untuk bertahan hidup. Strain baru hasil mutasi virus memiliki perbedaan yang sangat kecil dengan sel induknya, namun umumnya berperilaku sangat mirip dengan sel induknya. Strain baru menunjukkan ciri lebih ganas dan lebih berbahaya dari sel induknya. Strain baru hasil mutas virus cenderung menghindari diri dari sistem kekebalan sel induknya. Menurut para ahli, mutasi Covid-19 terjadi sebanyak 2 hingga 3 kali setiap bulan. Para ahli masih memiliki keyakinan bahwa vaksin sekarang bisa menahan laju penyebaran virus SARS-CoV-2. Pastikan diri Anda mendapatkan vaksin Covid-19. Sebab durasi kekebalan oleh Vaksin Covid-19 sejauh ini masih memberikan harapan. 

Sayang, ada susah di balik vaksinasi Covid-19. Di Asia, kebutuhan hidup harian semakin menyulitkan akibat tindakan penguncian yang dipaksakan pemerintah. Mayoritas negara Asia terdiri dari para warga yang masih harus berjuang untuk hidup akibat kemiskinan ekstrem. Perjuangan untuk mendapatkan makan-minum setiap hari terasa lebih penting dari vaksinasi Covid-19. 

Realitas menunjukkan bahwa tindakan penguncian atau lockdown akibat Pandemi Covid-19 semakin memiskinkan para warga Asia. Mencari makan untuk hidup setiap hari saja lebih susah daripada mendapatkan setetes vaksinasi Covid-19. Sampai kapan kondisi ini berlangsung? Semoga harapan untuk hidup lebih baik masih tetap ada! 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x