Mohon tunggu...
Agung Setiawan
Agung Setiawan Mohon Tunggu... Penulis - Pengurus Yayasan Mahakarya Bumi Nusantara

Pribadi yang ingin memaknai hidup dan membagikannya. Bersama Yayasan MBN memberi edukasi penulisan dan wawasan kebangsaan. "To love another person, is to see the face of God." http://fransalchemist.com/

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Milenial Ini Telah 3 Tahun Mengusung Budaya Indonesia di Cafenya

31 Maret 2019   07:00 Diperbarui: 6 Maret 2020   19:57 234
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saat survei, responden ditanya soal kesulitan yang dialami saat ini. Terdapat perbedaan pandangan mengenai kesulitan bagi milenial dan non-milenial. Milenial merasakan terbatasnya lapangan pekerjaan, dan non-milenial mengatakan tingginya harga sembako.

Hasil survei yang dirilis oleh CSIS tahun 2017
Hasil survei yang dirilis oleh CSIS tahun 2017

Walau sulit, nyatanya Kyle dan Kane sudah berani untuk mulai membuka usaha. Bahkan, Tantular Cafe yang mereka kelola ini sudah berjalan 3 tahun. Dalam masa itu, cafe yang awalnya terletak di Taman Kedoya Baru Residence sudah bisa balik modal. 

Namun karena sekarang pindah ke Jalan Pesanggrahan 10G Jakarta Barat, uang modal itu dipinjam lagi untuk mulai di tempat baru. "Uang modalnya tidak jadi dikembalikan ke orang tua. Dipinjam lagi untuk buka di sini," ujar Kyle.

Bisnis kuliner yang mereka jalankan ini juga memberi sumbangsih bagi kemajuan bangsa. Sebab, kuliner adalah salah satu dari 16 sub sektor di bawah naungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), yang memberikan kontribusi yang cukup besar, yaitu 30% dari total pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Sub sektor ini berkontribusi 41,4 persen dari total kontribusi perekonomian kreatif Rp 922 triliun pada 2016. Jumlah tersebut merupakan yang paling tinggi dibandingkan 16 sub sektor lain di Bekraf RI.

Tidak Meninggalkan Pendidikan

Ketika Kyle dan Kane akan memulai bisnis ini, penulis sedikit tahu sejarahnya. Di awal, mereka berdua sempat ingin meninggalkan bangku sekolah dan fokus di bisnis. Hal ini sempat membuat orang tuanya galau. Namun, mereka pun diijinkan dan difasilitasi untuk membuka Tantular Cafe.

Dalam perjalanan, pada akhirnya mereka berdua menyadari arti penting pendidikan. Oleh karenanya, saat ini Kyle tengah mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Multimedia Nusantara. Sedangkan Kane memilih jurusan Marketing di Bina Nusantara University.

Pilihan jurusan ini turut mempengaruhi tugas dan tanggung jawab mereka di cafe. Kyle bertanggung jawab pada konsep cafe, desain, hingga pengembangan bisnis. "Saya sendiri, setiap harinya datang ke cafe untuk mengontrol operasional cafe, karena kuliah saya dekat dengan lokasi cafe. Termasuk update menu, marketing, dan pemilihan human resources, juga menjadi tanggung jawab saya," Kane melanjutkan.

Bagian depan Tantular Cafe - dokpri
Bagian depan Tantular Cafe - dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun