HIGHLIGHT

Berhati-hatilah! Penculikan Anak di Sekolah Marak Lagi!

27 September 2012 03:07:03 Dibaca :
Berhati-hatilah! Penculikan Anak di Sekolah Marak Lagi!
pengumuman dari sekolah anak saya, sudah saya crop bagian yang signifikan saja (dok.pri)

Kemarin sore, selepas kerja, saya mendapatkan pengumuman dari sekolah anak saya. Intinya adalah pemberitahuan, bahwa kita selaku orang tua murid, perlu meningkatkan kewaspadaan, sehubungan dengan kasus penculikan yang beberapa hari yang lalu terjadi disekolah anak saya, namun berhasil digagalkan. Sebagian pengumuman itu saya pindai dan saya bagikan di sini, agar Bapak,Ibu, rekan-rekan Kompasianer yang masih memiliki putra-putri yang berstatus siswa Sekolah Dasar lebih berhati-hati. Peristiwa ini terjadi "hanya" di kota kecil, Jogja, jadi untuk kota-kota besar seperti Jakarta, atau Surabaya atau Medan, kompleksitas dan modusnya bisa jadi lebih rumit. Saya kemudian berusaha mencari informasi dari anak sulung saya (kelas 5). Dia kemudian bercerita kalau yang jadi korban penculikan adalah siswa perempuan kelas 4. Modus penculik adalah mendatangi si korban, mengaku-ngaku sebagai tantenya, yang diminta menjemput, karena si ibu tidak bisa menjemput. Sebenarnya ini modus lama, dan celakanya, masih banyak tipe anak yang mudah percaya dengan omongan orang yang tidak dikenal seperti itu. Hal seperti inilah yang dialami korban penculikan di sekolah anak saya. Beruntungnya, si ibu korban segera datang dan kebetulan, sekali kebetulan kok ya waspada dan melihat anaknya dibonceng perempuan lain yang tidak dia kenal. Sejurus kemudian dia berteriak memanggil anaknya dan minta tolong. Karena belum jauh dari sekolah, beruntung satpam juga mendengar kegaduhan itu dan kemudian berlari mendatangi mereka. Akhir cerita, si penculik bisa ditangkap dan kemudian polisi juga segera datang karena kebetulan lokasi sekolah dekat dengan kantor polisi. Dari peristiwa itulah, kemudian sekolah memberitahukan kepada para orang tua murid, agar lebih waspada. Orangtua murid dihimbau untuk melakukan konfirmasi dengan pihak sekolah apabila ada telepon atau SMS yang tidak jelas. Kebijakan sekolah anak saya kebetulan juga menyarankan agar memberitahukan pihak sekolah, apabila orangtua tidak bisa menjemput anak tepat waktu, (kecuali ikut fasilitas antar jemput anak yang diadakan sekolah), dengan demikian, hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari. Anak saya juga bercerita, bahwa pihak sekolah melarang anak-anak keluar pintu gerbang, sebelum penjemput datang. Demikianlah, semoga Bapak, Ibu dan rekan-rekan Kompasianer bisa mewaspadai lagi, bahwa penculikan anak di sekolah mulai marak lagi, meski sebenarnya modus yang dipakai sudah basi. Tanamkan betul ke anak-anak kita, agar mereka tidak mudah dipengaruhi orang yang tidak dikenal, misalnya mengaku-ngaku sebagai saudara seperti peristiwa di atas. Disinilah letak pentingnya institusi keluarga besar maupun keluarga inti dalam menanamkan nilai kekeluargaan. Saya bahkan memberikan ketegasan dan kejelasan kepada anak-anak saya, bahwa yang menjemput mereka sekolah hanya suami, saya sendiri atau  si mbak yang biasa menjaga mereka, jadi mereka tidak perlu berspekulasi lagi dengan orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai saudara. Sekali lagi, mohon berhati-hati.... Salam hati-hati

Yusticia Arif

/yusticiaarif

TERVERIFIKASI (HIJAU)

I Q R O '
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?