Mohon tunggu...
Yon Bayu
Yon Bayu Mohon Tunggu... Penulis - memaknai peristiwa dari sudut pandang berbeda | menolak kampanye kebencian atas nama agama

memaknai peristiwa dari sudut pandang berbeda | menolak kampanye kebencian atas nama agama

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Sandiaga Berpotensi Jadi Pembeda Hasil Pilpres

13 Oktober 2018   14:46 Diperbarui: 15 Oktober 2018   02:58 1154
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan jika ingin memenangkan Pilpres 2019, calon presiden Prabowo Subianto harus aktif bertemu rakyat. Selama ini, menurut Andi Arief, Prabowo terkesan malas-malasan.

Bukan hanya itu. Andi Arief pun menambahi cuitannya melalui akun Twitter- yang disebutnya otoktirik, dengan membandingkan sikap Prabowo dan aktifitas calon wakil  presiden Sandiaga Uno. Mantan aktivis ini lantas bertanya siapa yang sebenarnya ingin menjadi presiden.

Cuitan Andi Arief langsung disambar juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga. Politisi Perindo ini menyebut jika Sandiaga yang terus muncul, dipastikan Prabowo akan kalah melawan pasangan petahana Joko Widodo -- Ma'ruf Amin.

Kemunculan Sandiaga, menurut mantan aktivis media ini, tidak membawa peningkatan elektoral bagi Prabowo. Untuk itu, jika masih malas-malasan, Arya menyarankan Prabowo segera lempar handuk putih alias menyerah.

Kita tidak tahu motivasi keduanya ketika melempar kesimpulan demikian. Lontaran Andi Arief mungkin didorong keinganan agar Prabowo berkunjung ke Lampung, daerah asal Andi Arief.  Sedang lontaran Arya mungkin sebentuk ungkapan tulus karena ingin melihat pertandingan yang sebenarnya antara Prabowo dengan Jokowi.

Tetapi tidak menutup kemungkinan, sahutan Arya  terhadap cuitan Andi Arief justru sebagai ekspresi "ketakutan" melihat sepakterjang Sandiaga Uno.

Seperti diketahui kemunculan Sandiaga benar-benar di luar dugaan publik dan para pengamat, bahkan partai pendukung koalisi Prabowo sendiri. Saat itu nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufrie dan  Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono lebih mengemuka. Bahkan Prabowo terang-terang sudah meminta Anies mendampinginya sesuai skenario sebelumnya,

Namun Anies menolak. Ada beberapa hal alasannya. Pertama, Anies ingin memenuhi janjinya kepada warga Jakarta. Beberapa program kampanyenya bahkan belum dilaksanakan. Jika langsung ditinggal, tentu akan menimbulkan citra buruk karena seolah suatu jabatan hanya dijadikan batu loncatan untuk meraih jabatan lainnya yang lebih tinggi.

Kedua, Anies tidak ingin berhadapan dengan Jokowi karena akan dikesankan adanya balas dendam mengingat Jokowi pernah memecatnya dari jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Meski survei CSIS menunjukkan masyarakat tidak puas dengan pemecatan tersebut, namun Anies tidak ingin menjadi pihak yang ikut melestarikan politik balas dendam.  

Prabowo akhirnya memilih Sandiaga Uno sebagai pendampingnya. Padahal  saat itu elektabilitasnya diragukan, karena namanya tidak pernah muncul pada survei-survei terkait capres dan cawapres. Ada dugaan Prabowo memilih Sandiaga sebagai kompromi mengingat seluruh partai pendukungnya, di luar Gerindra memiliki calon masing-masing, termasuk PAN yang belakangan mendorong Ustad Abdul Somad yang sebelumnya direkomendasikan GNPF Ulama bersama Salim Segaf.

Sandiaga tentu tidak ingin  hanya dipandang sebagai ban serep. Totalitasnya dibuktikan dengan langsung mundur dari jabatan Wakil Gubernur DKI jakarta sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun