HIGHLIGHT

Jadi Tukang Cuci Piring Dari Tunjungan Hingga Blok M Plasa

21 Juni 2012 23:47:15 Dibaca :
Jadi Tukang Cuci Piring Dari Tunjungan Hingga Blok M Plasa
3 cook helper jadul/dok.pribadi

Melihat foto diatas jadi teringat tujuh belas tahun yang lalu... Merantau pertama kali ke kota Surabaya, bersama enam teman dari satu kampung untuk bekerja di sebuah restoran di salah satu plasa termegah kota Surabaya saat itu, Tunjungan Plasa. Tidak pakai proses rumit, bisa langsung bekerja, karena saya diajak oleh teman yang juga keponakan dari koki kepala di restoran ini. Restoran dengan menu masakan Eropa dan Indonesia. Dari chicken steak, sirloin steak, blackpapper steak, salad hingga spagheti, untuk masakan Indonesia ada sate ayam, sate kambing, sate sapi, bakmi goreng, godhog, dan nasi goreng dengan aneka variasi. Pekerjaannya serabutan dari cuci piring kotor, ngupas bumbu, sampai bantu-bantu koki mempersiapkan menu masakan yang dipesan pembeli. Cukup melelahkan,apalagi kalau akhir pekan, sabtu dan minggu, pekerjaannya dua sampai tiga kali lipat hari biasa. Apa boleh buat, harus tetap dijalani dengan sabar. Setelah tiga bulan masa kerja, baru aku tahu ternyata aku dan teman-temanku akan ditempatkan di restoran yang baru, di Blok M Plasa, Jakarta. Di Surabaya ternyata hanya training. Terasa berat meninggalkan kota Surabaya yang sudah mulai kusuka. Singkat cerita akhirnya kami pindah ke Jakarta. Resto yang baru berkonsep food court,berbagai macam menu dalam satu lokasi. Seperti halnya di Surabaya, disini pun dibagian dapur masakan Eropa dan Indonesia. Tempat kerjanya cukup lumayan nyaman,plasa yang megah waktu itu, banyak dikunjungi artis-artis papan atas Indonesia. Sayang tempat kerja yang bagus tidak diimbangi tempat tinggal yang memadai bagi karyawan. Menempati satu ruangan yang cukup besar disamping pabrik karton yang menurut desas-desus milik bos besar restoran. Sungguh tempat yang tidak nyaman, panas karena minim ventilasi dan beratap seng-seng tebal, airnya juga berwarna kekuningan dan agak berminyak, menurut cerita karena dekat peternakan babi....iihhh Mess karyawan ini ada di daerah Kapuk, Jakarta Barat, daerah yang kumuh waktu itu. Jarak yang lumayan jauh dengan tempat kerja. Oleh karena itu harus antar jemput tiap hari untuk menuju tempat kerja dan pulang ke mess. Sungguh melelahkan, hingga timbul rasa dalam hati untuk mengakhiri pekerjaan ini. Akhirnya dengan segala pertimbangan terutama tempat tinggal yang tidak memadai dan sehat aku mengundur kan diri dari pekerjaan sebagai cook helper. Teman-temanku yang bertahan bekerja di resto ini, saat ini kudengar sudah kerja jadi koki di sebuah hotel di Cirebon, ada yang jadi koki sebuah restoran di kota Kediri, beberapa yang lainnya belum tahu kabarnya. Oke tetap semangat kawan. Semoga suatu saat nanti dipertemukan lagi... Dammam, 22 Juni 2012

Teguh Suprayogi

/www.warungaqiqah.com

TERVERIFIKASI (BIRU)

Massage Therapist, Reflexologist and 'Tukang Kerokan'...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?