Menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 (2)

09 Agustus 2011 23:17:22 Dibaca :

Memberi waktu, ruang dan suasana buat para siswa untuk mengungkapkan uneg-uneg mereka sangatlah sulit. Berbekal momen rutinitas Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia 17 AgustusĀ  akhirnya saya dapatĀ  memanfaatkan tantangan tersebut. Momen rutin itu bisa kita rubah untuk tidak hanya menjadi ritinitas biasa. Inilah beberapa ekspresi siswa saat saya mencoba menggali apa yang mereka pikirkan menghadapi jelang hari kemerdekaan kebangsaan kita yang telah memasuki tahun ke-66.

Tulisan sebelumnya masih sama topik dengan tulisan ini. Bahan tulisan ini selain bisa jadi bahan dokumen portofolio siswa juga dapat digunakan untuk memperhatikan minat bakat siswa.

Hafiah, membuat puisi Faris Fardani Rahman, membuat bendera kemudian dipasang di kelas VII 6 Hasan Umar Pradana, membuat lukisan Sri Fariyanti Marasabessy, membuat pantun Adriyansah Umasugi, membuat loma bermain bola Alwi Azis, menyanyi Alfrizal Maluk, menyanyi Nur Ilham Rahawarin, menyanyi M Alfitran Alwin, mengikuti upacara dan ke Ambon Plaza Juita Mei Sari, membuat puisi Sunarti, membuat puisi Vivin Rumakabis, membuat puisi yang sangat indah untuk guru-guruku Muhammad Andi Fahri Gade, mengikuti lomba lari dan sepeda Ibnu Salahudin Rajali, mengikuti lomba lari dan sepeda Wa Ode Hasbia, membuat puisi Nurliana, membuat puisi Dwi Lestari Islamiyati, membuat pantun Rindiani, membaca puisi Nur Sinta Dewi, membuat balon Sulfiyanti Ningsi Tagus, menyanyi Syahrul Hamzah Tuheteru, membuat pantun Anggada Arya Dwi Putra Tanpalar, membuat bendera dan memasangnya di kelas VII 6 Mahmud Lausepa, mengikuti upacara Firman Risal, melakukan Ninja Warrior Ridwan Djamaluddin, ingin melukis Abdul Ajis B, membuat lukisan Suleman Yoga Saputra, ikut Gong Show Zulkifli Marasabessy, melukis Hasniar Abubakar, membuat puisi Muthia Hasri, membuat puisi Abd salam Ramdani Talaohu, membuat lomba bermain bola Jihan Arianti Tomia, membuat rumah dari karton Risna, membuat tulisan di dinding Safitri Anggriani Umagap, membuat rumah dari karton Jarina, membuat kerajinan berupa rumah dari karton Safira Kiat, membuat tulisan dinding dari karton Alangkah terbuka suasana demokrasi saat para siswa ingin menyalurkan apa yang akan mereka lakukan. Mereka diberi kebebasan untuk menyampaikannya. Bagi saya yang ebih perlu adalah bagaimana menyimpan data ini untuk dikaitkan dengan satu kegiatan yang lain. Semoga mereka semua dapat mempersiapkan apa yang akan dam sedang dibuat hingga pada puncak tanggal 17 Agustus bahan dan peragaan mereka dapat di pamerkan. Bila melihat tuisan sebeluumnya akan didapatkan perbandingan daya kreasi antar kelas.

Irwan Thahir Manggala

/wawabena

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Orang yang Sudah Mati Benar-benar Sudah di ALAM KUBUR . Semoga kita terhindar dari golongan orang yang SEMANGATNYA LAGI TERKUBUR.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?