Mohon tunggu...
Wahyu Sapta
Wahyu Sapta Mohon Tunggu... Penulis - Penulis #Peraih Best In Fiction Kompasiana Award 2018#

Menyatulah dengan alam, bersahabatlah dengan alam, ikuti alirannya, lalu kau rasakan, bahwa dunia itu indah, tanpa ada suatu pertentangan, damai, nyaman, teratur, seperti derap irama alam berpadu, nyanyian angin, nyanyian jiwa, beiringan, dekat tapi tak pernah berselisih, seimbang, tenang, alam, angin, jiwa, mempadu nyanyian tanpa pernah sumbang...

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Sihir Sang Tali di Awan Hitam yang Menggulung

20 Agustus 2017   10:47 Diperbarui: 22 Agustus 2017   08:42 1632
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Hai, Flo. Dari mana kamu? Padahal aku sudah menunggumu dari tadi. Jadi tidak menuju bukit?"

Flo mengangguk. Hatinya sedang tak bersemangat. Ia merasakan suatu suasana kepedihan, tetapi ia tak tahu apa. "Mengapa aku berharap ada angin topan?" tanyanya dalam hati. "Tidak, jangan berharap begitu. Topan akan meratakan segalanya. Aku tak menginginkannya. Baiklah, topan dan angin itu berbeda. Bagaimana jika aku mengharapkan angin saja?" sambungnya.

"Oliv, pamitkan aku pada teman semua. Sampaikan maafku pada mereka,"

"Hei, mengapa kau berkata begitu? Kau seperti mau pergi jauh saja," Oliv tak mau menerima kata-kata Flo. 

Sesampai mereka di bukit, hanya ada mereka berdua.

"Kau serius mau membantuku?"

"Serius, Flo. Bukankah aku telah berada di sini? Kau sahabatku yang terbaik dari kecil. Aku tak mau kehilanganmu!"

Tiba-tiba di tengah kesunyian, terdengar gemuruh membahana dari kejauhan. Dengan sangat jelas angin datang membawa gulungan-gulungan awan hitam pekat. Gelap coklat beraroma abu, berselimut kabut. Angin menderu tinggi di atas kepala mereka.

"Mereka datang," desis Flo.

Kemudian jatuh tali coklat tebal yang terangkai bagai sebuah wadah besar menjulur keluar dari awan hitam. Ia seakan mengajak Flo untuk menaikinya. Kali ini bersama Oliv.

"Bertahanlah, Flo!" Entahlah apa yang telah terjadi, awan hitam menggulung pekat tadi, serentak memecah, berubah warna menjadi putih berkilau.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun