Penipuan atau Bukan? Penjualan Voucer Kepedulian

22 Januari 2015 04:03:22 Diperbarui: 17 Juni 2015 12:38:16 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Penipuan atau Bukan? Penjualan Voucer Kepedulian
14218475141196346080

Hari ini, Rabu 21/01/2015 bertempat di salah satu halaman pasar swalayan kota Yogyakarta, berlangsung suatu transaksi antara agen-agen yang mengaku berasal dari universitas Trisakti Jakarta dengan konsumen yang baru saja selesai berbelanja. Mereka menawarkan sebuah voucher kepedulian sosial untuk orang-orang penderita penyakit Lupus (identifikasi penyakit tidak terlalu jelas diterangkan dalam brosur). Dengan harga voucher yaitu Rp. 100.000, yang nantinya akan disumbangkan kepada Yayasan Lupus Indonesia.

Gambar. Tampilan depan voucher yang ditawarkan

(Tertulis Yayasan Lupus Indonesia, Rp. 10.000 dari hasil penjualan voucher akan disumbangkan untuk Yayasan)



Tidak ada yang salah ketika terjadi obrolan singkat mengenai sosialisasi penyakit Lupus tersebut, terdapat usaha yang sedikit tergesa-gesa dan penjelasan yang sangat singkat tentang penyakit tersebut (jika memang tujuan utamanya adalah sosialisasi maka penjelasan akan panjang lebar dan benar-benar jelas). Dalam penawaran yang dilakukan, lebih ditekankan kepada penawaran pihak-pihak sponsor yang memberikan voucher potongan harga. Voucher yang dibeli dapat dibawa pulang atau diserahkan kembali kepada agen dengan penjelasan bahwa pihak sponsor akan memberikan sumbangan sebesar Rp. 50.000 bila pembeli tidak mengambil voucher.

142184811561558107
142184811561558107
Gambar. Tampilan pihak sponsor dan voucher potongan harga

Kecurigaan muncul mulai dari awal ketika melihat voucher yang sama sekali tidak ada nama universitas Trisakti tercantum dalam voucher berharga seratus ribu tersebut. Padahal, setiap mengadakan acara mengatasnamakan sebuah lembaga harus memiliki ijin dan setidaknya mencantumkan logo lembaga tersebut dalam voucher (dalam hal ini biasanya lebih mirip proposal). Penyelidikan berlanjut ketika menyelidiki kegiatan kampus universitas dengan mencari website Badan Eksekutif Mahasisa, namun tidak dapat ditemukan adanya kegiatan tersebut. Pengecekan informasi dari logo-logo yang ada dalam voucher juga tidak membawakan hasil yang positif akan kebenaran kegiatan ini.




14218488951964143413
14218488951964143413
Gambar. Penjelasan penyakit yang tidak terlalu rinci yang selebihnya menjelaskan sejarah yayasan

Bagi para Kompasianer yang membaca artikel ini dan mungkin salah seorang mahasiswa universitas yang diaku-akui oleh para agen, sebaiknya hati-hati dan mengambil keputusan yang bijak terkait kecurigaan ini. Semoga dengan adanya informasi ini, dapat menambah pengalaman. Namun bila Kompasianer ingin membantu atau menyumbang, sebaiknya datang langsung ke yayasan atau lembaga yang resmi dan terdaftar. Jangan berhenti berbuat kebaikan, namun tetap berhati-hati terhadap pihak yang menyalahgunakan kebaikan kita.

Timoteus Setyo

/timoteussetyo

TERVERIFIKASI

Penulis muda yang minim pengalaman menulis indah.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article