Syawalan di Ringin Tengah

01 September 2012 15:04:10 Dibaca :
Syawalan di Ringin Tengah

Lebaran memang telah lebar, alias berlalu. Namun saya yakin spirit lebaran tidak akan pernah menjadi lebar. Di sanalah kefitrian diri kita raih. Dengan lebaran, silaturahim kembali kita eratkan. Lebaran membuat dosa-dosa kita lebur, baik dosa kepada Tuhan maupun terhadap sesama manusia. Dosa kepada Tuhan terhapuskan melalui semua amal ibadah yang dipuncaki dengan puasa, tarawih, tadarus, shodaqoh, infaq, dan tentu saja zakat fitrah, kumandang kalimat takbir, tahmid, tahlil, serta sholat Idhul Fitri. Adapun dosa kepada sesama manusia, kepada orang tua, kakek-nenek, adik-kakak, pakdhe-mbokdhe, paklik-bulik, para tetangga dan sanak kerabat yang lebih luas kita lebur melalui “ujung”, saling memaafkan. Dengan demikian Idhul Fitri semoga benar-benar mengantarkan kita kepada kesucian jiwa laksana bayi yang baru terlahir ke alam dunia.

Dengan spirit lebaran itu juga, beberapa Bala Tidar sengaja meluangkan waktu untuk menunaikan tradisi syawalan di Hari Lebaran tahun ini. Dan untuk lebih mengukuhkan markas besar Ringin Tengah Alun-alun Magelang sebagai papan pancer-nya Komunitas Blogger Pendekar Tidar, maka sengaja kangsenan syawalan dilaksanakan di kerindangan Ringin Tengah. Hadir dalam kesempatan tersebut Sang Nanang, Ikhsan, Nahdhi, Si Ponang dan Mboknya. Meskipun pada kesempatan tersebut Bala Tidar yang hadir hanya ala kadarnya berhubung satu dan lain hal, namun tidak menyurutkan tekad dan semangat Bala Tidar untuk terus merekatkan tali paseduluran yang tanpa batas.

Lebih istimewa lagi, Syawalan Ringin Tengah kali ini turut dimeriahkan dengan lomba gerak jalan santai yang dilepas langsung oleh Walikota Magelang. Gerak jalan yang diikuti ratusan peserta tersebut lebih meriah dengan aneka rupa hadiah dan dooprize yang telah disediakan oleh para sponsor, ada kaos, rice cooker, sepeda onthel, kulkas, hingga sepeda motor. Menambah keramaian suasana alun-alun kala itu adalah diselenggarakannya lomba panjat pinang dan tarik tambang yang dapat diikuti oleh pengunjung umum secara spontan.

Kemeriahan alun-alun, kemegahan panggung di sudut water torn, ketinggian pohon pinang yang menggantungkan berbagai hadiah dan pengharapan, serta kerindangan ringin tengah yang teduh jelas tidaklah seberapa khidmat dibanding gelora dalam jiwa Bala Tidar yang kopdaran syawalan saat itu. Keharuan setelah sekian lama tidak bersua, serta dorongan kebersamaan dalam jalinan persaudaraan yang kekal mengharu-birukan hati kami untuk senantiasa menguatkan kembali komitmen guna meng-go blog-kan Magelang.

Langkah manusia memang senantiasa dihiasi dengan tindakan khilaf dan kesalahan. Sengaja ataupun tidak disengaja, sebuah kesalahan haruslah dimintakan ridho permohonan maaf. Sebaik-baiknya manusia bukanlah manusia yang sama sekali tidak memiliki kesalahan dan kekhilafan. Akan tetapi yang jauh lebih baik adalah manusia yang senantiasa menyadari dan memiliki kerendahan hati terhadap semua kesalahannya, untuk kemudian secara ksatria ndhadha setiap kesalahan dengan cara mau memohon maaf kepada manusia lain yang pernah dirugikannya, termasuk kepada Tuhan.

Berlebaran memang tidak harus menunggu hingga Idhul Fitri tiba. Namun tidaklah salah jika momentun lebaran dimanfaatkan bersama untuk saling bermaafan. Dengan saling bermaafan, beban jiwa dan batin akan menjadi ringan. Dengan hati yang ringan, maka langkah kita ke depan juga akan menjadi ringan sehingga pintu-pintu keberhasilan, kesuksesan, dan yang lebih utama pintu keberkahan akan terbuka lebar di hadapan kita semua. Akhirul kalam, minal aidzin wal faidin – mohon maaf lahir dan batin.

Ngisor Blimbing, 1 September 2012

Sang Nanang

/sangnanang

Manungso tan keno kiniro!
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?