Pertempuran Sengit PrabowoSubianto 96 Perbatasan Laut Cina Selatan

23 November 2012 09:06:22 Diperbarui: 24 Juni 2015 20:47:28 Dibaca : Komentar : Nilai :
Pertempuran Sengit PrabowoSubianto 96 Perbatasan Laut Cina Selatan
1353661486321943048

Pangab tentang Malindo Darsasa 96: 'Tidak akan Bentuk Pakta Pertahanan' Mengenag kembali sejarah TNI  singkat Pertempuran 1996 di laut cina Selatan perbatasan ujung Utara Indonesia kini Di kenal Negeri NATUNA sekelumit cerita semoga tulisan lama yang pernah di publikasikan oleh media Cetak Repulika tahun 1996 ,Panglima ABRI Jenderal TNI Feisal Tanjung menyatakan Latihan Gabungan Bersama Malindo Darsasa-4AB/1996 sama sekali tak akanmenjurus ke pembentukan suatu pakta pertahanan. Menurutnya, latihanantara TNI dan Angkatan Tentara Malaysia (ATM) itu "hanya merupakan kerja sama bilateral di bidang keamanan dalam rangka mengamankanwilayah perbatasan kedua negara maupun wilayah regionalnya". Feisal menyampaikan itu ketika bertindak sebagai inspektur upacarapembukaan Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malindo Darsasa-4AB/1996di Kodikal, Surabaya, kemarin. Selain Kasum ABRI Letjen TNI Tarub beserta asisten-asistennya, Pangkostrad Letjen TNI Wiranto, dan Danjen Kopassus Mayjen TNI Prabowo Subianto, hadir pula Panglima ATM JenderalTan Sri Ismail Omar.

Selain kerja sama keamanan kedua negara, Feisal mengharapkan LatgabmaMalindo dapat meningkatkan kualitas tempur angkatan bersenjata keduanegara. Dengan terselenggaranya Latgabma kali ini, menurutnya, "berarti kita telah maju selangkah lagi dalam upaya meningkatkanhubungan persahabatan dan kerja sama khususnya kedua angkatan bersenjata".

Feisal mengingatkan prestasi-prestasi yang telah dicapai melalui LatmaKekar Malindo (matradarat), Latma Malindo Jaya (matra laut), danLatma Elang Malindo (matra udara). Secara teknis, Feisal menjelaskan, latihan bersama kali ini bertujuanuntuk menguji sekaligusmeningkatkan kemampuan profesionalisme TNI danATM, baik pada tingkat komando tugasgabungan bersama pengamananperbatasan (KTGBPP), maupun hubungan satuan dari angkatan bersenjatamasing-masing. Karena itu, ia meminta agar latihan dapat dijadikan wahana untukmeningkatkan jalinan tali persaudaraan antara kedua negara. "Terlebihlagi hubungan kerja sama antara TNI dan ATM yang telah berlangsungdengan akrab dan harmonis itu," ujarnya. Kepada seluruh peserta, Feisal juga mengingatkan agar Latgabma Malindodilaksanakan sebaik-baiknya. "Perhatikan pengamanan personel danperalatan serta hindari perbuatanyang dapat menurunkan citra prajuritkedua negara," tuturnya.

Latgabma Malindo Darsasa-4AB/1996 dengan Posko di Surabaya akanberlangsung di Singkawang, Kalimantan Barat, 19-30 Agustus 1996.Peserta latihan sekitar 5.000 orang prajurit TNI dan ATM, terdiri atasunsur penyelenggara, pelaku, dan pendukung.

Dalam latihan akan diasumsikan ada sebuah negara agresor (negasor)yang berambisimemimpin dan menggalang kekuatan komunis internasionalmenyusup di kawasaperbatasan Malaysia-Indonesia. Negasor menggelar kekuatan besar dengan lebih dari 20kapal perang, termasuk dua kapalselam serta 20 pesawat udara tempur dengan satu pesawat pembomstrategis yang dipusatkan di Pulau Timbul, Laut Cina Selatan. Negasor kemudian menggerakkan kekuatan agresinya ke Pulau Anambas, LautNatuna, dan untuk serbuan berikutnya dilakukan perkuatan infiltrasimenuju Singkawang, lalu kePontianak dan daerah barat KalimantanBarat.

Direktur Latihan Latgabma Brigjen TNI Mar Benyamin Balukh, didampingiKapuspen ABRI Brigjen TNI Amir Syarifudin dan Pengarah Operasi di Latihan ATM Kapten Noor Azman Otsman, mengatakan kerja sama dalam  bentuk latihan bukan hanya dengan Malaysia tapi dengan setiap negarayang berbatasan dengan Indonesia.======

Empat petinggi militer Cina kemarin menemui Presiden Soeharto di Bina Graha Jakarta. Mereka dipimpin oleh Kepala Staf Umum Tentara Pembebasan Rakyat RRC Jenderal Fu Quangyeu.

Kunjungan petinggi militer Cina ini memunculkan spekulasi adanya pembicaraan mengenai Latihan Gabungan III ABRI itu. Seperti diberitakan AFP dan Reuter, segera setelah Pangab Jenderal TNI Feisal Tanjung membuka latihan di Kepulauan Natuna itu, pemerintah Cina bereaksi. Cina juga memrotes Indonesia yang telah menerima kunjungan Menlu Taiwan John Chang selaku pribadi ke Indonesia.

Kepada wartawan, Jenderal Fu Quangyeu menyatakan, "Kunjungan ini dalam rangka meningkatkan persahabatan kedua negara." Tapi Pangab Jenderal Feisal, yang mendampingi tamu dari Cina itu, membenarkan bahwa masalah Latihan Gabungan ABRI dijelaskan kepada para tamu tersebut. Menurut Feisal, tidak ada masalah lagi dalam soal itu.

Ketika ditanya, apakah mereka menerima penjelasan Indonesia, dengan tegas Feisal menjawab, "Iya dong." Sebelum ini, pada Senin (9/9) 1996, Danjen Kopassus Mayjen TNI Prabowo Subianto mengadakan kunjungan ke Menhan Cina di Beijing. Kedatangan Prabowo ini atas undangan Jenderal Fu.

Kemarin Jenderal Fu juga menyatakan bahwa pihaknya tak berencana menyaksikan Latihan Gabungan ABRI di Natuna. Ia justru berharap adanya kerja sama di bidang iptek antara kedua negara di waktu mendatang.

Ditanya tentang kemungkinan kerja sama militer, Jenderal Fu menjawab "belum ada rencana". Cina dikabarkan memrotes Latihan Gabungan ABRI, karena negeri itu mengklaim Kepulauan Natuna di Laut Cina Selatan sebagai bagian dari wilayahnya. Indonesia menepis klaim itu dan menegaskan kepulauan yang kaya sumber alam itu bagian sah dari wilayah RI.

Dalam kunjungan ini Jenderal Fu didampingi oleh Wakil Komandan Komando Militer Chengdu Chen Xianhua, Kepala Staf AL Linzhong, Kepala Staf AU  Xu Qiliang, dan Wakil Dirjen Mabes Tentara Pembebasan Rakyat Lu Dengming.

Kepada Presiden, menurut Feisal, Jenderal Fu menjelaskan tentang  gambaran situasi di Cina, kemajuan ekonominya, dan pengurangan Angkatan Bersenjata Cina. Juga persiapan mereka menerima penggabungan Hongkong dan Taiwan.

Jika suatu saat Taiwan dan Hongkong bergabung dengan Cina, kata Fu, sistem kedua kawasan itu akan tetap dibiarkan seperti sekarang. "Jadi, dalam satu negara ada beberapa sistem," kata Feisal mengutip Fu.(sumber Republika Selasa, 20 Agustus 1996)

Riky Rinovsky

/rikyrinovsky

TERVERIFIKASI

Anak Negeri Ujung Utara Indonesia kabupaten natuna Ceo Aura Satria semesta.Email:Rikyrinovsky@gmail.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article