Mohon tunggu...
Ozy V. Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Guru - Guru, Blogger

Seorang Guru. Ingin menebar kebaikan kepada seluruh alam. Singgah ke: Gurupenyemangat.com

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Korupsi dan Fenomena Air Hujan dalam Baskom

11 Desember 2019   20:45 Diperbarui: 12 Desember 2019   08:27 377
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi baskom penampung air hujan. (steemit.com)

Maknanya, untuk menyingkirkan korupsi butuh kerja sama dan sama-sama kerja. Tidak bisa seorang pejabat KPK dengan sendirinya menangkap koruptor yang sangat licin pergerakannya. 

Jika ia nekat berjuang sendiri, ditambah dengan iman yang mudah goyah, bisa-bisa ia yang berjuang kebasahan alias ikut korupsi.

Kedua, kita bisa melubangi baskom menggunakan paku-paku tajam. Semakin banyak lubang yang dibuat, semakin cepat pula air hujan dalam baskom itu habis. 

Tentu saja harus sama-sama melubangi. Jangan sampai kanan melubangi, kiri menambal. Kiri melubangi, bawah menambal. Tidak akan ada habis-habisnya.

Maknanya, dalam pemberantasan korupsi semua pihak perlu bersama-sama merusak sistem korupsi. Semakin banyak pihak terlibat, semakin baik. Oknum-oknum koruptor perlu dilubangi untuk mencari siapa dalangnya, dari mana sumbernya, dan siapa yang mengajaknya.

Hal ini tentu harus dilakukan hingga air dalam baskom habis alias tuntas. Jika tidak, biangnya koruptor akan senantiasa berleha-leha. Koruptor bawahan yang tertangkap tentu dengan mudahnya berdalih untuk menyimpan rahasia.

Entah itu adalah bukti pengabdian kepada bos koruptor, atau ada ancaman tertentu terhadap keluarganya. Selama siklus ini tidak dilubangi secara utuh atau hanya dibiarkan bocor halus, maka perangkat koruptor akan aman. Toh, bocor halus kan mudah ditambal! Hohoho

Terakhir, kita bisa membangun pondasi atau rumah kecil untuk meneduhkan baskom dari air hujan. Bisa? Lagi-lagi butuh keterlibatan dan kerja sama. Terlebih lagi dalam membangun pondasi yang kuat dan tidak tertembus air hujan. Butuh semen yang kokoh, batu bata, batu gunung, hingga atap yang tahan bocor.

Maknanya, untuk memberantas korupsi kita perlu meneduhkan, menutup, dan memutuskan seluruh jalur yang menjadi cikal bakal korupsi. 

Apakah itu tentang adanya kesempatan, tentang rumitnya birokrasi, tentang tidak ketatnya pengawasan, tentang kurangnya evaluasi, tentang gaya hidup, hingga tentang lemahnya iman.

Biarpun hujan korupsi yang turun dari langit begitu deras, tapi jika rumah di negeri ini kuat, tahan bocor, dan kokoh sistem antikorupsinya maka amanlah kita. Terang saja, godaan pelangi korupsi di saat gerimis begitu kuat. Begitu pula dengan godaan kekuasaan maupun jabatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun