Ninoy N Karundeng
Ninoy N Karundeng karyawan swasta

Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu konsep "I am the mother of words - Saya Induk Kata-kata". Membantu memahami kehidupan dengan sederhana untuk kebahagian manusia ...

Selanjutnya

Tutup

Kisahku Pengantar Pizza Dimintai ML oleh 7 Cewek Cantik

17 Maret 2014   16:34 Diperbarui: 24 Juni 2015   00:50 143147 0 0

Ini peringatan bagi para pekerja. Berkonsentrasilah dalam bekerja. Pengalaman ini yang membuat aku kini aku tergolek di kamar sebuah rumah sakit. Semua ini akibat aku tak fokus dalam bekerja. Pengalaman yang mencengangkan dan patut menjadi renungan dalam bergaul. Inikah zaman edan? Dunia sudah tua mendekati kiamat. Bahasa anak-anak muda menjadi sangat bervariasi dan disingkat sesukanya. Ini kisah semalam yang sangat mencengangkan dalam hidupku yang membuat aku di rumah sakit ini.


Aku tak pernah berpikir akan mampu melakukan pekerjaan ini dalam satu malam, bahkan dalam hitungan jam. Sungguh membuat aku bahagia bercampur heran akan nasibku. Pada malam itu aku mendapatkan uang sampai hampir dua juta. Inilah kisahku yang harus dibaca dengan cermat agar makna yang tersirat dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Jika ada kata-kata yang kurang pas, silakan baca dengan cermat dan akan terbuka makna dan manfaatnya.


Mengejutkan kejadian itu. Maaf. Aku dimintai ML sama 7 cewek di 7 unit apartemen yang berbeda di sebuah apartemen mewah. Sementara aku hanyalah seorang pengantar pizza yang kebetulan berkunjung di sana mengunjungi seorang teman wanita aku. Keadaan di apartemen itu sungguh terkesan romantis karena di sepanjang koridor antar kamar hanya ditemani oleh lampu kecil seperti lampu darurat.


Di koridor itu dihuni hanya terdapat tujuh unit apartemen dengan luas sekitar 200 meter persegi per unitnya. Di depan unit-unit apartemen itu berdiri 7 cewek muda. Entah mengapa aku tak tahu mereka ada di luar kamar unit apartemen mereka. Padahal aku hanya akan mengantar pizza ke satu orang cewek yang memesan.


"Mas, silakan masuk. Sini!" panggil seorang perempuan yang berdiri di depan unit no 1 di lantai 12 sebuah apartemen mewah itu.


Aku terkesima. Ini kali pertama aku dipanggil masuk ke kamarnya. Aku masuk ke dalamnya. Dengan muka sedikit malu di bawah sorotan 6 pasang mata cewek aku memasuki unit no 1 yang memesan pizza.


"Oh ya aku Angel Helga," katanya mengenalkan diri.


"Niko!" sahutku pendek.


"Mari ML di sini!" ajak Angel Helga.


Wow. Keadaan kamar itu memang sangat memungkinkan dan mengharuskan aku ML di kamar yang gelap itu. Oh ini kali pertama aku ML. Karena aku berpikir ingin cepat maka aku ML di kamar itu tak lebih dari 5 menit. Selesai.


"Makasih ya udah ML di unitku!" kata Angel dengan muka segar. Dan tiba-tiba kamar terang-benderang setelahnya.


"Ya sama-sama," sahutku sambil aku keluar kamar. Tak lupa dia memberiku uang Rp 200,000 untuk upah ML.


Duh lumayan ML sekali dapat Rp 200,000. Kalau bisa ML tujuh kali wah lumayan. Kataku dalam hati. Namun tiba-tiba aku tercenung kaget karena tampaknya Angel masih di bawah umur. Aku berbalik arah masuk ke kamar Angel. Aku tanyakan usia Angel.


"Aku baru 15 tahun tapi aku bongsor!" sahutnya.


Duh. Aku terkejut.


"Itu teman-teman aku juga meminta kamu ML di unit apartemen mereka, Niko! Aku sudah bilang sama mereka berenam dan mereka menunggu di unit masing-masing. Kamu ke sana aja," jelasnya.


"Oh ya," sahutku sekenanya. Lanjutku bertanya,"Memangnya orang tua mereka tak ada?"


"Ada atau tak ada orang tua mereka yang penting kamu dimintai ML oleh mereka. Dan mereka setuju. Masak kamu nggak mau membantu membahagiakan kami-kami!" kata Angel sekenanya.


Yang ada di kepalaku aku cuma berpikir akan mendapatkan uang Rp 1,4 juta. Itu hampir setengah gaji bulanan aku sebagai pengantar pizza - di luar tips yang biasa aku dapatkan. Itupun kalau diberi upah. Seandainya enggak diberi upah juga tak apa-apa karena aku telah membantu membuat mereka senang. Aku juga senang hati.


"Oh ya mereka adalah Vitalya Sesal 12 tahun unit 2, Setpi Sinusia 15 tahun unit 3, Ayu Ashara 16 unit 4, Irene Diana Rachma 16 unit 5, Ratua Tuta 16 tahun unit 6, dan Jeniver Dann 14 tahun unit 7. Satu-satu ya dan nggak boleh lama! Kayak tadi kamu jago sekali ML. Cepat!" jelasnya.


Duh. Betapa terkejutnya aku. Ini kali pertama aku dimintai ML sama cewek. Tak tanggung-tanggung aku diajak ML oleh tujuh perempuan muda cantik jelita berumur antara 12 sampai 16 tahun. Dalam hati aku ketakutan setengah mati karena itu kali pertama aku dimintai ML. Aku tak ketakutan dengan ancaman UU Perlindungan Anak. Namun kali ini sungguh aku tak mau menghiraukan ancaman tersebut. Aku tak takut sama sekali. Duh.


Maka aku memasuki unit 2. Di sana Vitalya telah menunggui aku. Wajahnya bulat sempurna namun dengan hidung yang mancung. Cantik pokoknya. Oknum MUI Bogor pelaku video porno pun pasti akan terkesima melihat kemolekan tubuhnya. Duh pikiranku kok ke sana. Padahal aku cuma dimintai ML di unit itu.


"Makasih ya, Niko. Ini untuk kamu!" kata Vitalya begitu pekerjaan aku telah selesai sambil tersenyum manja.


"Sama-sama!" sahutku sambil menerima uang Rp 500,000. Wah banyak banget.


Aku berjalan keluar unit.


"Jangan lupa ke unit sebelah ya. Kamu juga dimintai ML sama Setpi!" katanya mengingatkan.


Wah. Enak bener nih. Aku berjalan bergegas.


Memasuki unit apartemen milik Setpi aku terkesima. Mirip penyanyi dangdut istri koruptor Ahmad Fathanah, teman koruptor partai agama PKS ustadz Luthfi Hasan Ishaaq, si Septi Sinustika wajah cewek itu. Aku tak berlama-lama di unit itu dan selasai ML aku melangkah keluar.


"Oh ya Niko, makasih ya!" katanya bahagia.


"Sama-sama," sahutku sambil keluar dan melangkah ke unit 3.


Pintu terbuka. Ayu memang memesona. Lembut dan cantik. Siapapun akan tergoda dengan kecantikan dan keanggunannya. Duh ini kesempatan yang luar biasa aku dimintai ML sama orang seperti dia di bawah cahaya remang cenderung gelap sebuah apartemen - kerananya aku dimintai ML tentunya. Memang manusia sering terbawa oleh suasana temaram menjadi terkesan romantis.


"Mari Niko masuk, aku udah dikasih tahu nama kamu Niko oleh Angel Helga!" sambut Ayu.


Akupun melakasanakan tugasku dengan cepat dan trengginas. Aku juga heran aku memiliki kekuatan lebih rasanya bersama dengan para gadis di sana. Luar biasa benar malam itu. Semua itu didorong oleh keadaan terpaksa. Ingat kisah pencuri yang dikejar warga dan mampu melompati pagar 2 meter padahal tingginya tak lenih dari 170 cm. Luar biasa keadaan aku juga saat itu.


"Makase Niko ya!" katanya sambil memberiku uang Rp 600,000 dengan muka bahagia dan sejahtera.


"Sama-sama!" sahutku sambil meliriknya. Mukanya tersipu. Ingatanku malah pada harapan akan diberi uang lebih oleh penghuni unit berikutnya.


"Eh, Niko, jangan lupa ke unit sebelah ya, sudah menunggu si Irene!" katanya mengingatkanku.


"Iya," sahutku sambil bergegas menuju ke sana.


"Hai Niko, mari masuk! Nggak capek kan dimintai ML sama kita-kita?" tanyanya sedikit berbasa-basi. Menang untuk ukuran lelaki normal pastilah capek melakukan pekerjaan itu. Apalagi aku hanya pengantar pizza yang mobilitasnya tinggi.


Oh Irene memang cantik. Kalau sudah besar nanti pasti akan secantik dan mirip dengan Airin Rachmi Diany Walikota Tangerang itu. Aku tak sabar melakukan pekerjaanku. Dan benar. Dengan cepat aku membereskan pekerjaanku.


"Mas Niko. Thanks ya!" kayanya sambil berdiri di depanku.


"Sama-sama!" sahutku sambil aku tetap berdiri terkesima memandangi tubuhnya yang samampai. Aku masih menunggu kok dia tak memberi aku uang sebagai upah ML.


Aku keluar ruangan. Baru melangkah dua langkah kaki aku mendengar teriakan.


"Niko maaf hampir lupa!" teriaknya sambil memberiku tujuh lembaran uang seratusan ribu.


"Ya sama-sama," sahutku sumringah.


Wow benar-benar hoki senja sore itu, pikirku sambil melangkah ke unit apartemen milik Ratua Tuta. Memasuki unit itu aku sudah disambut olehnya dengan muka bahagia. Cewek ini sangat modis dan memakai pakaian seperti pakaian ala Korea. Di pojokan tampak sepatu booth modis mirip sepatu Ratu Atut Chosiyah si Gubernur Banten yang tengah ditahan oleh KPK. Aku tak membuang-buang waktu segera melaksanakan tugasku.


"Wah. Makasih ya Niko. Cepat sekali," katanya sambil menyelipkan segepok uang lima puluhan ribu. Rp 900,000. Wah dasar sedang hoki aku ini.


"Ya sama-sama. Aku mau ke unit berikutnya. Ada siapa di sana?" tanyaku sambil keluar dan diantar Ratua Tuta.


"Jenivere Dann," sahutnya lembut.


Aku melangkahkan kaki ke unit terakhir. Unit 7. Di sana ada Jennivere Dann. Wah cewek ini kalau besar pasti nanti akan mirip Jennifer Dunn yang menjadi penerima mobil Tulek Wawan dalam kasus TPPU yang juga ada aliran dana untuk Catherine dan satu bule lainnya siapa tuh lupa.


"Silakan masuk Niko. Aku yang terakhir ya. Masih kuat nggak? Kan nggak lama kan?" tanyanya.


Maka aku lakukan pekerjaanku dengan cepat. Aku memang agak aneh. Bukan di kursi pijakan aku. Aku pijak sofa dengan Jennivere Dann di bawah aku memandangiku. Aku naik dan berusaha meraih lampu untuk mengganti lampu alias ML. Konsentrasiku buyar karena memikirkan berapa uang yang akan aku terima darinya. Pijakanku goyang. Dan aku terjatuh dengan tangan kanan aku memegangi bola lampu listrik. Gelap.



"Niko, syukurlah kamu sudah sadar!" kata Jennivere didampingi oleh 6 cewek yang telah memintaku ML alias mengganti lampu.

"Makanya kalau bekerja harus berkonsentrasi. Jangan ngeres dan jangan mikirin terus upah ya!" kata Ratua Tatu.


Semua tertawa hahaha.


Salam bahagia ala saya.