Tentang Kayu Gaharu yang Wajib Anda Tahu

16 April 2016 06:50:13 Diperbarui: 17 April 2016 04:17:42 Dibaca : 333 Komentar : 0 Nilai : 1 Durasi Baca :

Siapa yang tidak kenal dengan kayu Gaharu, kayu yang sering dijadikan bahan pembuatan tasbih dengan harum yang khas. Ciri utama kayu gaharu yaitu warna yang dimiliki kehitaman serta mengandung resin khas. Pohon gaharu merupakan sejenis spesies pohon yang merupakan golongan dari genus Aquilaria dan terutaman A. malaccensis. Resin khas yang terkandung dalam kayu gaharu sering digunakan sebagai bahan dasar wangi-wangian farpum karena memiliki harum yang khas. Kayu gaharu sudah sejak lama menjadi komoditi perdagangan dari Indonesia ke berbagai negara di Timur Tengah.

Gaharu menghasilkaan senyawa yang bernama fitoaleksin, senyawa ini berfungsi sebagai pertahanan tanaman terhadap patogen. Apabila mikroba masuk kedalam jaringan kayu gaharu maka senyawa tersebut dengan sendirinya akan muncul, fitoaleksin berupa reksin berwarna kesoklatan sehingga menghasilkan aroma yang sangat harum. Apabila patogen merusak sistem pertahanan fitoaleksin maka gaharu tidak akan muncul bahkan tanaman tersebut akan membusuk.

Apabila tanaman tersebut sudah menghasilkan gaharu maka ada beberapa ciri yang harus diketahui seperti area kulit dan batang gaharu lunak, tanjuk tanaman berwarna kuning serta rontok, terjadi penebalan batang dan cabang tanaman. Senyawa senyawa guia dienal, selina-dienone, dan selina dienol merupakan nama-nama senyawa menghasilkan aroma harum pada kayu gaharu .

Setiap pohon gaharu memliki mikroba spesifik, hal ini untuk menghasilkan gaharu dalam jumlah yang sangat besar. Ada beberapa mikroba menghasilkan gaharu diantaranya Acremonium sp., Cylindrocarpon sp., Fusarium nivale, Fusarium solani, Fusarium fusariodes, Fusarium roseum, Fusarium lateritium dan Chepalosporium sp. Mikroba-mikroba ini membantu pembentukan gaharu sehingga kayu gaharu mudah dihasilkan.

Harga jual kayu gaharu dipasaran lumayan sangat tinggi, ada salah satu gaharu yang memiliki harga yang cukup pantastis yaitu gaharu beringin sedangkan gaharu buaya merupakan jenis gaharu yang nilai jualnya sangat rendah. Tingginya harga gaharu sesuai dengan banyaknya kandungan resin dalam kayu tersebut, jika tinggi akan kandungan resin maka harga gaharu tersebut akan tinggi pula.

Kayu gaharu sendiri terbagi menjadi 3 golongan diantaraya kayu gaharu gubal, kayu gaharu kemedangan dan juga kayu gaharu abu. Untuk lebih jelas bisa lihat uraian dibawah ini:

1. Kayu Gaharu Gubal

Kayu gaharu gubal merupakan kayu gaharu yang memiliki warna hitam kecoklatan, hal ini karena diperoleh oleh bagian gaharu yang memiliki kandungan damar didalamnya.

2. Kayu Gaharu Kemedangan

Kayu gaharu kemedangan merupakan kayu gaharu yang memiliki kandungan aroma yang lemah. Serta memiliki ciri warna abu dan juga serta yang kasar dan permukaan kayu yang lunak jika dipegang.

3. Kayu Gaharu Abu

Kayu gaharu abu merupakan jenis gaharu yang hanya berbentuk serbuk, sehingga banyak orang menyebutnya kayu gaharu abu karena bentuknya seperti abu. Kayu gaharu abu merupakan hasil gerokan dengan alat sepert gergaji ataupun lainnya, yang dapat menyisakan serbuk gaharu.

Manfaat Kayu Gaharu

Manfaat kayu gaharu beragam mulai dari sebagai bahan pengolahan parfum sampai sebagai alat berdzikir (tasbih) atau juga sebagai alat kerpluan supranatural. Manfaat kayu gaharu disesuaikan dengan oleh penggunaannya jika untuk ibadah digunakan untuk sarana pelengkap dan media dalam berdzikir serta membantu proses meditasi / tafakur.

Selain itu manfaat kayu gaharu yaitu untuk terafi kesehatan seperti untuk meningkatan kekuatan pada otot tubuh sehingga membuat tubuh lebih kuat dan tidak mudah lelah. Selain itu juga sebagai terapi penyembuhan penyakit seperti meringankan rasa sakit dan juga meringankan kinerja ogan. Dan masih banyak lagi

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL hijau green

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana