Globalisasi Layaknya Dua Sisi Mata Uang?

30 November 2016 23:20:50 Diperbarui: 30 November 2016 23:44:31 Dibaca : Komentar : Nilai :

Globalisasi adalah kata yang tidak asing lagi bagi kita. Globalisasi merupkan suatu proses mendunia dimana setiap orang tidak terikat oleh negara yang berarti setiap individu dapat terhubung dan saling bertukar informasi dimanapun dan kapanpun melalui media elektronik. Sekarang ini, obat-obatan terlarang, berita, gambar, penyakit, gagasan, hiburan, barang, dan uang bergerak di seluruh penjuru dunia yang melintasi perbatasan negara dan menghubungkan dunia dalam skala yang tidak pernah terjadi dan dengan kecepatan yang tidak dibayangkan sebelumnya.  

Dampak dari modernisasi dan globalisasi pada suatu bangsa seperti urbanisasi, kesenjangan sosial ekonomi, pencemaran lingkungan dan kriminalitas. 

Dengan modernisasi dan globalisasi melahirkan kembali industrialisasi yang lebih maju hampir di seluruh aspek kehidupan manusia. Lihat saja bayaknya perusahaan di Indonesia mulai dari perusahaan garmen, air minum, sampah, parkir, hingga perusahaan mobil dan pesawat. Perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak sehingga muncullah urbanisasi. Selain urbanisasi, globalisasi juga mempengaruhi kesenjangan sosail ekonomi yang berarti tingkat pertubuhan sosial ekonomi yang tidak sama yang terjadi pada masyarakat yang melaksanakan modernisasi. Hal ini terjadi karena kurang adanya kesempatan untuk memperoleh sumber pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan berusaha, dan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan. Tidak hanya di bidang ekonomi,  globalisasi menyebabkan kerusakan alam. Manusia yang melakukan pembangunan harus melestarikan dan perbaikan lingkungan alamnya. Alam sebagai tempat tinggal manusia dan makhluk hidup. Seperti yang kita ketahui modernisasi pertanian sering mengakibatkan kerusakan lingkungan alam di pedesaan apabila tidak dilakukan secara elektif dan rasional. Hal yang sangat mengkhawatirkan atas dampak globalisasi yaitu kriminalitas. Kriminalitas dipicu atas menipisnya rasa kekeluargaan, meningkatnya rasa individualistis, meningkatnya tingkat persaingan, dan pola hidup konsumtif. 

Globalisasi layaknya dua sisi mata uang yang memiliki sisi positif dan sisi negative dalam pelaksanaannya. Hal diatas merupakan dampak negatif modernisasi dan globalisasi, namun tidak selamanya globalisasi menyebabkan dampak negatif. 

Dampak positif globalisais bagi Indonesia yaitu membuat akses terhadap informasi semakin terbuka lebar, sehingga masyarakat mendapatkan berbagai informasi dari berbagai media. Zaman dahulu orang tua kita membutuhkan waktu yang lama untuk berkomunikasi dengan temannya yang berada di luar negeri, tetapi saat ini dengan adanya globalisasi sudah adanya teknologi yang dapat menyambungkan dari satu negara ke negara lain. Globalisasi juga memberikan dampak positif di bidang ekonomi, yang dibuktikan dari meningkatnya neraca perdagagan yang terbilang baik karena nilai ekspor dan impornya relatif seimbang. Selain itu, Indonesia selalu dilirik oleh dunia internasional sebagai tempat terbaik untuk berinvestasi terutama sektor pertambangan, pertanian dan tekstil. Dan globalisasi mengakibatkan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga memungkinkan orang-orang di Indonesia menuntut ilmu diluar negeri seperti di Amerika Serikat dan Eropa.  

Bagi bangsa Indonesia, Globalisasi berperanan penting bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia karena mampu membantu masyarakat dalam mencapai kesejahteraan hidupnya. Namun dampak globalilasi memberi tantangan yang menuntut bangsa Indonesia untuk pengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai daya saing yang tinggi. Hal yang perlu di tingkatkan Indonesia dalam bersaing di era globalisasi adalah sumber daya manusia merupakan aset penting bagi suatu negara. Begitu pula dengan Indonesia, Sumber daya manusia menjadi harapan untuk memajukan bangsa Indonesia. Era Globalisasi yang sedang berkembang pesat ini memiliki banyak tantangan dan pengaruh yang mendalam. Hal ini mengharuskan kita mengikuti perkembangan dan mampu bersaing di dalamnya. 

Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib berbangga diri dengan bahasa kita, bahasa Indonesia, agar tidak luntur atau hilang akibat perkembangan globalisasi. Sudah seharusnya bagi kita untuk mencintai bahasa Indonesia, bahkan lebih baik jika kita memperkenalkan bahasa Indonesia kepada dunia. Wujud nyata kecintaan kita terhadap nilai dan prinsip bangsa ditunjukkan dengan meningkatkan jiwa nasionalisme di dalam diri kita untuk Indonesia. Jiwa nasionalisme merupakan kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri, yaitu Indonesia. 

Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan sangat membantu setiap individu dalam menghadapi era globalisasi yang menuntut kita untuk bersaing di dalamnya. Pendidikan Kewarganegaraan memberikan fondasi yang kuat untuk tetap teguh mempertahankan nilai dan prinsip bangsa yang teriris oleh dunia luar akibat arus globalisasi.


Referensi :

Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XII (KTSP 2006)

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article