HIGHLIGHT

Ketika Nenek Tua Jadi Penemu Situs Kuno

07 Juni 2013 21:47:21 Dibaca :
Ketika Nenek Tua Jadi Penemu Situs Kuno
-

Sisa kebesaran masa silam Kerajaan Majapahit ternyata tidak hanya terpusat di Kecamatan Trowulan- Mojokerto. Di kota “udang” Sidoarjo juga banyak kita jumpai situs-situs purbakala warisan Majapahit yang kondisinya memprihatinkan.

Seperti contohnya yang ada di Desa Medalem, Tulangan-Sidoarjo ini. Di desa ini traveler akan menemukan tumpukan batu bata kuno yang diyakini sebagai “pendopo” atau semacam tempat untuk berkumpulnya (bermusyawarah) orang-orang jaman dulu.

Situs yang ternyata ditemukan tahun 1991 ini oleh masyarakat setempat dinamakan Candi Medalem hal ini sesuai benar nama desa dimana kekunoan ini berada.

Candi Medalem sebenarnya merupakan tumpukan batu bata kuno. Bentuk candi yang sebenarnya masih menjadi tanda tanya besar.

13706152561280324897
Belum jelas bentuk Candi Medalem yang sebenarnya

Seorang juru pelihara candi bernama Tamaji yang sekaligus menjadi penemu Candi Medalem, mengisahkan bahwa dulu di atas candi ini hidup dan tumbuh beberapa pohon besar.

Suatu ketika ia bermimpi bertemu dengan seorang perempuan tua. Dalam mimpinya nenek itu berpesan agar Tamaji merawat benda yang ada di bawah pohon beringin, asem dan kecacil yang sudah berusia ratusan tahun itu.

Pesan dalam mimpi lelaki paruh baya ini kemudian diceritakannya kepada tokoh dan masyarakat Desa Medalem. Setelah berunding, mereka akhirnya setuju untuk menebang sekaligus mencabuti akar pepohonan yang menyeramkan itu.

Alhasil dari penggalian dan pembongkaran akar pepohonan tua itu ditemukan susunan batu bata kuno yang kemudian dikenal dengan nama Candi Medalem seperti sekarang ini.

Lebih lanjut sang juru pelihara menerangkan bahwa situs ini lebih mirip bangunan dasar atau pondasi sebuah candi.

Sedangkan bagian badan dan atap candi diperkirakan hancur karena proses pelapukan selama ratusan tahun.

13706154991687897087
Candi Medalem tidak istimewa tetapi tetap menjadi warisan sejarah yang tak ternilai

Selain itu remuknya batu bata candi ini juga akibat perkembangan sistem perakaran pepohonan besar seperti beringin, asem dan kecacil itu.

Memasuki lokasi situs tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis. Ketika kami berkunjung ke sana, suasana tampak sepi. Tidak ada seorang pengunjungpun yang kami jumpai di situs merana itu.

Awalnya kami sendirian di sana. Setelah beberapa puluh menit mengambil gambar candi yang sama sekali nggak ada istimewanya itu baru kemudian datanglah Pak Tamaji.

Lalu kamipun terlibat perbincangan serius seputar asal-usul ditemukannya Candi Medalem. Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Purbakala kurang bersungguh-sungguh merespon temuan situs yang diperkirakan warisan Kerajaan Majapahit ini.

Sampai sekarang perbaikan-perbaikan yang sifatnya meningkatkan daya tarik wisatawan justru belum dilakukan secara maksimal.

1370615718326918641
Candi Medalem dari sisi yang lain

Untung saja warga Kampung Medalem selama ini cukup antusias menjaga warisan sejarah itu. Menurut Pak Tamaji ketika ia memerlukan dana untuk pembuatan pagar tembok dan perawatan kompleks Candi Medalem, warga dengan sukarela memberikan sumbangan.

Pagar tembok yang cukup bagus di pelataran candi merupakan sumbangan riil warga Kampung Medalem. “Kalau nggak ada bantuan warga, kompleks candinya mungkin nggak kayak begini.” Begitu ujar Tamaji.

Harapan Tamaji sederhana saja. Candi yang ditemukannya pada tahun 1991 itu harus dipelihara dan dijaga sebagai aset budaya dan sejarah bangsa. Seperti pesan sang nenek yang datang kepadanya melalui mimpinya itu.

Bagi traveler yang penasaran dan ingin menyaksikan Candi Medalem dengan kisah penemuannya yang unik itu bisa mendatangi Kecamatan Tulangan Sidoarjo. Ada banyak angkutan umum yang melewati kawasan ini dari terminal Kota Sidoarjo.

13706159612115004868
Pabrik Gula Tulangan yang berada tidak jauh dari Candi Medalem

Untuk memudahkan agar cepat sampai ke lokasi situs. Traveler bisa berjalan menuju Pabrik Gula Toelangan (pabrik gula warisan Belanda) yang bisa dijadikan patokan. Tidak jauh dari pabrik gula ini terdapat sungai yang melintasi Desa Medalem.

1370616138698077049
Salah satu sisi Pabrik Gula Tulangan Sidoarjo
13706163431062954115
Areal perkebunan tebu milik PG. Toelangan Sidoarjo

Mawan Sidarta

/mawan.sidarta

TERVERIFIKASI (BIRU)

Traveler berwarna. Sudah menikah punya satu anak. Sekarang usaha kecil-kecilan di rumah. Viva Kompasiana.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?