PILIHAN

"2013" Apakah Menjadi Angka sial di Dunia Pendidikan "13"

18 April 2013 23:39:05 Diperbarui: 24 Juni 2015 14:58:50 Dibaca : Komentar : Nilai :

Kebobrokan Pendidikan Pada Era 2013


Dunia pendidikan sekarang ini sedang ramai dengan pembahasan kurikulum 2013.Dari sistem ujian nasional yang menambah paket Dan juga dunia pendidikan sekarang juga sering disemarakkan dengan megahnya gedung dan fasilitas pendidikan. Kedua-duanya sering kali dianggap jaminan kualitas untuk melahirnya siswa yang berkualitas.



Dalam artikel di Kompas, 27 Agustus 2012, Wapres Boediono dengan tegas menyebutkan, sampai saat ini kita belum punya konsepsi yang jelas mengenai substansi pendidikan. Karena tak ada konsepsi yang jelas, timbullah kecenderungan untuk memasukkan apa saja yang dianggap penting ke dalam kurikulum. Akibatnya, terjadilah beban berlebihan pada anak didik. Bahan yang diajarkan terasa ”berat”, tetapi tak jelas apakah anak mendapatkan apa yang seharusnya diperoleh dari pendidikannya.



Akibat dari kerisauan Wapres itu, tiba-tiba timbullah proyek perombakan kurikulum yang terkesan dipaksakan. Kurikulum 2013 hasil perombakan kurikulum sebelumnya harus segera diberlakukan meski masyarakat luas belum melihat hasil satu penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa mutu pendidikan kita terus merosot karena kesalahan kurikulum. Apakah tidak ada faktor lain yang lebih dominan dari kurikulum? Misalnya, sebagaimana telah diungkapkan Mendikbud Mohammad Nuh sendiri di hadapan Komisi X DPR pada 21 Maret 2011, terdapat 88,8 persen sekolah di Indonesia—SD hingga SMA/SMK—belum melewati mutu standar pelayanan minimal. Lalu, mengapa bukan itu yang dibenahi lebih dahulu?

Perubahan kurikulum dadakan ini cermin ketiadaan kerangka besar arah pembenahan pendidikan nasional. Di tengah berbagai keterbatasan yang ada, keliru besar bila pembenahan pendidikan di semua jenjang, jenis, dan jalur—baik di pusat maupun di tiap kabupaten/kota—dilakukan secara parsial dan tidak menyentuh sistem karena tidak didasari hasil pengkajian ilmiah.


Padahal telah kita ketahui perubahan kurikulum ini tidak dapat teralisasikan dengan mudah tetapi membutuhkan waktu sekiranya 10- 20 tahun untuk menyesuaikanya efektifkah?menurut saya sih tidak. Seperti yang kita dapat lihat diatas di negeri tercinta kita ini masih terdapat 88,8 persen sekolah di indonesia, apakah tidak sebaiknya di benahi dahulu sekolah-seokolah itu daripada membuang banyak uang hanya untuk merombak kurikulum yang tidak efisien jika terus menerus diganti secara cepat




Perubahan kurikulum dadakan ini cermin ketiadaan kerangka besar arah pembenahan pendidikan nasional.Di tengah berbagai keterbatasan yang ada, keliru besar bila pembenahan pendidikan di semua jenjang, jenis, dan jalur—baik di pusat maupun di tiap kabupaten/kota—dilakukan secara parsial dan tidak menyentuh sistem karena tanpa didasari hasil pengkajian ilmiah.




Dalam era Orde Baru, misalnya, di berbagai periode kabinet, sejak periode Mashuri, Soemantri Brodjonegoro, Syarief Thayeb, Daoed Joesoef, Nugroho Notosusanto, Fuad Hassan, Wardiman Djojonegoro, Wiranto Arismunandar, hingga kabinet era Reformasi, betapa banyak gagasan inovatif dan strategis. Namun, gagasan-gagasan itu terkesan bersifat temporer, terlaksana sebatas masa jabatan menteri yang bersangkutan. Betapa banyak dana yang telah dihabiskan, tetapi akhirnya upaya tersebut tidak cukup terlihat dampaknya bagi pembenahan masalah pendidikan. Lihatlah, misalnya, pengembangan Sekolah Pembangunan, proyek CBSA, pengajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa, dan pengembangan link and match.



Bahkan, jika kita membuka lembaran masa lalu, terlihat betapa lebih seabad silam visi besar pendidikan sudah dirumuskan Boedi Oetomo pada 1908. Angkatan ini sudah mengungkapkan dalam anggaran dasarnya yang dirumuskan pada Pasal 3: (1) usaha pendidikan dalam arti seluas-luasnya; (2) peningkatan pertanian, peternakan, dan perdagangan; (3) kemajuan teknik dan kerajinan; (4) menghidupkan kembali kesenian pribumi dan tradisi; (5) menjunjung tinggi cita-cita kemanusiaan; dan (6) hal-hal yang bisa membantu meningkatkan kesejahteraan bangsa. Dalam pembahasan program juga telah dibahas pembangunan perpustakaan rakyat dan pendidikan untuk perempuan.



Sungguh begitu banyak pemikiran dan langkah besar yang telah dilakukan para pendahulu kita, tetapi hilang begitu saja, tidak diteruskan penerusnya. Jika kita selalu mengedepankan egoisme sektoral dan kepentingan politik pencitraan, kita akan selalu berada dalam cengkeraman dilema


Tidak tertutup kemungkinan apa yang telah dilakukan periode Mohammad Nuh akan diabaikan menteri berikutnya. Akibatnya, kita tidak akan pernah mencapai prestasi besar. Tembok China adalah salah satu wujud mahakarya peradaban umat manusia karena, meski mulai dibangun sebelum periode Dinasti Qin pada 722 SM, dinasti mana pun pada era kekuasaan berikutnya terus memelihara dan meneruskan hingga kini.



Begitupun halnya dari UNAS 2013 yang akan diprediksi akanbanyakSiswa yang akan tidak lulus
Bukannya mendo'akan,
tetapi hanyamainprediksisaja kalo Unas 2013akan banyak siswa diindonesia yang itdakakanlulus Unas.

Unas 2013 Mempunyai jumlah soal 20 Paket.Coba kita bayangkan 1 Ruangan ada 20 Siswa Artinya setiap siswa soalnyaberbeda,hanya akan sama dengansiswa di Ruangsebelah,itupun anak yang duduk di pojokdepan Ruang 1 memegang Paket1 dananak yang ada diruang 2 yang duduk dipojokdepan juga pegang Paket 1, tetapi besok belumtentu Paket mereka akan samakembali.
Apa arti dari sistem pemerintah
ini ?? ituagar siswa tdak bekerja sama,agar tidakterjadikecurangan. Oke,Maksudnya memang benar,tapi lihatke Sekolah.6 Mata pelajaran yang akan di ujikandi SMA,dan Ingat 1 Hal yang terpenting Setiap manusiatidakakan bisa menguasai 6 hal yang berbeda dengan sesempurna mungkin,setiapanak mempunyai kemampuan ygberbeda beda.




Mungkin pemerintah akanberkata :''Makanya mulai dari awalpersiapkanlah''Bayangkan 3 Tahun kita belajarkitadisuruh menguasai begitubanyaknyamata pelajaran, sedangkan guruhanya
mempelajari pelajaran y
ang akandiajarkanke muridnya. Jadi, Itu sangat sulituntukdikuasaisemuanya oleh semua murid bahkan mereka yang pintar sekalipun. Apakah Itu sebuah Keadilan?
Mungkin pemerintah akan
menjawab :''Jika di Unas saja tdak Jujurapalagi nanti ketika menjadiOrang besar nan hebat''Mencari kejujuran anak bangsabukanlah
seperti itu
pak itu hanya membuat orang-orang yang menjalankan unas menjadi tertekan, Bukankah semua DPRitu adalah orang-orangyangPintar lulusan dariUniversitas-universitasternama yang dulu waktu ujianmasuknyadia bekerja sendiri dan tidakmencontek orang lain tpi apahasilnyaBuktinyaKoruptormerajalela dan menjamur bahkan sampai dibilang menjadi kebudayaan negeri tercinta ku ini apakah mendengar itu tidak menjijikan?bukan seperti itu jika ingin mencari
kejujuran
seorang anak anakbangsa, jka memang mau mencarikejujuran silahkan Undang
Undang
itudirevisi dan hukum Undang-Undang itubenar-benar ditegakkan, baru saya yakinpasti
akan ada Ana
k-anak jujur dia sebgaipenerusbangsa.



Coba kita tengok di berita telah hadir Siswayang bunuhdiri akibat stres memikirkan Unas
y
ang terlalu banyak paket. 1 Korbantelah ada,Bagaimana nanti jika bnyak Siswa
y
ang tidaklulus tahun ini ?? KebanyakanSiswa jika tdak lulus dia akanberhent dani tidakmaumengulang, Jka dia laki-laki diapelajar SMAtdak lulus dia berhenti maka yang diapunya hanya Ijazah SMP, pertanyaanya adalah perusahaanmana yangmau menerima dia sebagaipegawai ??
Akhirnya, dia akan menjdi pekerja
kasar, Kuli bagunan, Ikut orang ini yang baiknya tapi jka
dia t
idakKuat dia akan melakukankejahatanseperti pencopetan, perampokan
Dll , itu satu korban lagi.


Jika Siswanya anak perempuan diasangatpintar dia mempunyai mimpi
untuk
kuliahdi Universitas ternama tetapipi sayangnyadialemah di satu pelajaran saja ygdiujikan,dan kamu tau lah siswa perempuan yang baik tidak pandai dalm mencobtek bahkan dalam ulangan harian sekali pundia tidak bisa mencontek ketemannya,akhirnya anak pintar ini tidak lulus ujiandanberhenti, kini dia hanyamenunggusiapa yang akan datang melamarnyadan menjadikannyaistri ia pun hanya akanmenjadi ibu rumah tangga saja,mimpinyauntuk kuliah di universitas favorit pupus sudah akibatsatumata pelajaran yang tidak iakuasai, satukorban lagi.20Paket Unas 2013apa yangakanterjadi ??? jika banyak siswatahun ini yang tidaklulus, lalupemerintah akanmembuatUnas tahun depan lebih mudahlagi, ituArtinya Peserta Unas 2013
dijadikan
kelinci percobaan olehpemerintah.


Untuk mengukurkepandaian dan kejujuran seseorang tidak usahlah berlebihan jangan jadikan Unas sebagai final tapi jadikanlah sebagai tolak ukur saja, kita bisa mencontohfinlandia negara pendidikan terbaik dan terakomodir di dunia dan jangan lupakan fakta indonesia:


Indonesia adalah negara no 1 yang melahirkan jenius di dunia sebanyak 17,5% kelahiran diindonesia adalah anak yang jenius terbukti bahwa indonesia banyak menyabet medali dalam setiap lomba dunia dan mampu menciptakan suatu penemuan yang sangat berguna yang nantinya akan dikembangkan oleh negara luar(Jepang urutan 2 melahirkan generasi jenius(7%) dan posisi ke3 ditempati oleh amerika(5%)) Jka itu memang benar terjadi,MakaMitos angka 13 adalah angka sialmemang benar-benar akan terbukti.Apakah itu akan terbukti ??Semoga sajatidak. Semoga Kurikulum dan Unas 2013 akan berjalan dengan baik,untuk semua kalangan amien n_n.

Lukman Karim Ramdhani Mahu

/lukman_lawliet

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article