Aurat Wanita Ketika Shalat

21 September 2012 17:41:38 Dibaca :

Seseorang yang hendak menunaikan shalat harus mengerjakan terlebih dahulu syarat-syarat sah shalat. Sebab, seberapapun 'khusyuk'nya shalat seseorang dan seberapapun banyaknya surat yang ia baca ketika shalat, jika syarat-syarat sah shalat tidak ia penuhi, maka tidak sahlah shalatnya.

Dan menutup aurat merupakan salah satu syarat sah shalat. Karena itu, wajib bagi kita untuk menutup aurat ketika shalat. Sebab, jika kita tidak menutup aurat kita ketika shalat, berarti tidak sahlah shalat kita.

Baik, adapun aurat laki-laki dalam shalat sudah kita bahas di sini. Sedangkan aurat perempuan?

Simak yang berikut ini:

Syaikh Abdul'Aziz bin Abdillah bin Baaz ditanya:

يتساهل كثير من النساء في الصلاة ، فيبدو ذراعاها أو شيء منهما ، وكذا قدمها ربما بعض ساقها ، فهل صلاتها صحيحة حينئذ ؟

"Banyak para wanita bermudah-mudahan dalam masalah menutup aurat ketika shalat sehingga tampaklah kedua lengan bawah mereka atau sedikit lengan mereka. Begitu pula telapak kaki dan kadang juga betisnya. Apakah sah shalat seperti itu? "

ج : الواجب على المرأة الحرة المكلفة ستر جميع بدنها في الصلاة ما عدا الوجه والكفين؛ لأنها عورة كلها .

فإن صلت وقد بدا شيء من عورتها كالساق والقدم والرأس أو بعضه لم تصح صلاتها . لقول النبي صلى الله عليه وسلم : لا يقبل الله صلاة حائض إلا بخمار رواه أحمد ، وأهل السن إلا النسائي بإسناد صحيح . والمراد بالحائض : البالغة؛ ولقوله صلى الله عليه وسلم : المرأة عورة ولما روى أبو داود رحمه الله ، عن أم سلمة رضي الله عنها عن النبي صلى الله عليه وسلم أنها سألت النبي صلى الله عليه وسلم عن المرأة تصلي في درع وخمار بغير إزار فقال إذا كان الدرع سابغا يغطي ظهور قدميها

Beliau menjawab:

"Yang wajib atas seorang wanita merdeka dan mukallaf adalah menutup seluruh badannya ketika shalat kecuali wajah dan dua tapak tangan. Sebab, seluruh tubuhnya aurat

Jika ia melaksanakan shalat akan tetapi tampak sedikit saja auratnya seperti betis, telapak kaki, dan kepala atau sebagian saja darinya, maka tidak sah shalatnya, berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم: "Allah tidak menerima shalat seseorang yang sudah haid kecuali dengan kerudung." Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad, dan para penulis Sunan kecuali Nasai dengan sanad yang shahih.

Yang dimaksud dengan wanita yang sudah haid artinya wanita yang sudah baligh.

Dan juga berdasarkan sabdanya صلى الله عليه وسلم: "Wanita itu harus tertutup. "

Dan juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Ummu Salamah dari Nabi صلى الله عليه وسلم bahwasanya Ummu Salamah bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسلم tentang wanita yang melaksanakan shalat dengan mengenakan dir'u (pakaian semacam daster) dan kerudung akan tetapi tidak memakai izar (kain yang menutupi bagian bawah tubuh). Beliau menjawab, "Jika memang dir'u itu luas dan menutupi punggung kedua telapak kakinya, maka tak mengapa. "

(Majmu' fatawa juz 10 hal 278 Maktabah Syamilah)

Abdullah al-jakarty

/imamfatahillah

TERVERIFIKASI (HIJAU)

santri biasa
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?