Mohon tunggu...
Harry Ramdhani
Harry Ramdhani Mohon Tunggu... Teknisi - Immaterial Worker

sedang berusaha agar namanya di (((kata pengantar))) skripsi orang lain. | think globally act comedy | @_HarRam

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Welbz

19 Juni 2018   00:49 Diperbarui: 19 Juni 2018   09:16 772
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sudah menit ke-80 dan Inggris tertinggal satu gol dari Tunisia. Harapan untuk tidak seperti mengapung di udara. Semua; lapangan, bola dan kehendak Tuhan berhenti digagalnya serangan Inggris menembus barisan pertahanan Tunisia.

Tapi masih ada opsi terakhir: menambah satu penyerang lagi. Ya. Ini adalah satu-satunya yang terakhir. Jatah dua kali mengganti sudah dipakai. Satu untuk mengganti bek kanan yang cidera dan satu lainnya mengganti gelandang bertahan dengan gelandang serang. Dan sampai pada menit ke-80 tidak menghasilkan apa-apa.

Welbz diminta mengganti baju latihannya. Semua cara dan pesan nampaknya sudah pelatih sampaikan kepada pemain. Strategi dan taktik yang ada di buku catatan juga sudah pelatih keluarkan.

"Masuk lewat sisi kiri pertahanan Tunisia. Berusaha semaksimal mungkin. Semua halal bagi penyerang untuk bisa mencetak gol. Cetak satu gol dan akhiri pertandingan ini," kata pelatih kepada Welbz.

***

Keributan terjadi di media sosial. Pendukung antar klub EPL saling cela kepada pemain Inggris yang menjadi lawan mereka. Bagi mereka, karena pemain ini Inggris jadi sial. Sedangkan bagi yang lain, lebih baik main kompetisi 17an daripada membela timnas.

Cacian itu cacian paling mengerikan dari dua orang Samurai tengah bertarung mempertahankan kekuasaan. Setiap umpatan yang keluar seperti darah yang muncrat dari pelipis ataupun kulit lengan.

Kebencian yang mendarah, kemarahan yang mendaging kepada tim EPL tidak surut. Semakin melihat permainan Inggris, sumbu itu seperti dibakar lagi.

Namun seorang fans Arsenal sudah berdamai dengan dirinya. Kedamaian yang hanya bisa didapat dari kepasrahan. Seorang fans Arsenal ini melihat sendiri: sampai pada hari kelima gelaran Piala Dunia, tidak satupun perwakilan dari Arsenal yang mampu membawa tim negaranya menang. Tak seorangpun, termasuk Ozil dan bintang lainnya.

***

Semua bermula ketika pemain Tunisia dijatuhkan di kotak penalti. Ada kontak badan, tapi bukan pelanggaran. Namun, dari ruang kendali video meminta wasit untuk melihat tayangan ulang untuk memastikan: apakah itu benar pelanggaran atau tidak? Jika pelanggaran, sudah tentu penalti mesti diberikan kepada Tunisia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun