Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Raket Artikel Utama

Minions, Film Creed II, dan Final All England yang Paling Ditunggu

15 Maret 2020   07:47 Diperbarui: 15 Maret 2020   10:55 685
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ganda putra Indonesia, Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya akan tampil di final All England menghadapi ganda Jepang yang mengalahkan mereka beruntun di 2019/Foto: badmintonindonesia.org

Di pertemuan terakhir di World Tour Finals 2019 pada Desember lalu yang digelar dengan sistem grup, Marcus/Kevin kalah dua kali dari Endo/Watanabe. Kalah di penyisihan grup dan di semifinal. Dua-duanya lewat rubber game.

Sebelumnya, pertengahan November 2019, di perempat final Hong Kong Open 2019, Marcus/Kevin juga takluk. Lalu, di perempat final Thailand Open awal Agustus 2019, Marcus/Kevin juga kalah.

Namun, dari semua kekalahan itu, yang paling menyesakkan terjadi di final Kejuaraan Asia pada akhir April 2019 di Wuhan, Tiongkok. Itu kekalahan paling buruk sepanjang karier Marcus/Kevin. Kok bisa?

Bayangkan, Marcus/Kevin kalah dengan hanya mendapat "skor 3" saja. Ganda rangking 1 dunia hanya mendapat 3 poin saja dalam satu game. Ya, Endo/Watanabe menang 21-18, 21-3 untuk meraih gelar juara Asia 2019.

Rentetan kekalahan itu membuat PP PBSI waspada sekaligus fokus membenahi sisi kelemahan Marcus/Kevin. Bahkan, ketika jeda turnamen, coach ganda putra Indonesia, Herry Imam Pierngadi beberapa kali bicara perihal penyebab kekalahan Kevin/Marcus sekaligus menyiapkan "jurus" bila sewaktu-waktu kembali bertemu ganda Jepang ini.

Nah, setelah rangkaian evaluasi dan persiapan, akhirnya kesampaian, Minions bertemu ganda Jepang yang memang ketika tampil di lapangan "gak ada matinya". Hebatnya lagi, pertemuan itu terjadi di final All England.

Laksana cerita film Creed II
Menengok bagaimana kisah flash back pertemuan Marcus/Kevin dan Endo/Watanabe, saya jadi teringat film bergenre sports drama, Creed II yang rilis pada 2018 lalu dan beberapa kali tayang di layar Fox Movies.

Film rangkaian dari film tinju legendaris Rocky ini mengisahkan tentang anak dari Apollo, Adonis Creed yang naik ring di "laga final" melawan Viktor Drago, anak dari Ivan Drago.

Sampean (Anda) yang senang menonton Rocky, pastinya paham bila Apollo--rekan Rocky, dulunya menjemput ajal di atas ring ketika bertinju melawan Ivan Drago. Lantas, Ivan kalah dari Rocky Balboa yang diperankan Sylvester Stallone. 

Singkat cerita, 33 tahun kemudian, Ivan mencoba membalas dendam lewat anaknya, Viktor yang berpostur lebih besar dan lebih berotot darinya.

Jadilah Viktor Drago naik ring. Adonis Creed menerima tantangannya. Meski, itu tak disetujui Rocky. Alhasil, tanpa didampingi Rocky, Adonis yang dimainkan Michael B Jordan, si Erik Killmonger di Black Panther, dihajar habis-habisan. Dia cedera parah. Meski, Viktor lalu didiskualifikasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun