Asal Mula Permusuhan Tikus, Kucing, dan Anjing

01 Juni 2012 10:19:41 Dibaca :

Dahulu kala di suatu negeri yang indah nan damai yang dihuni oleh tiga bangsa besar; Anjing, Kucing, dan Tikus hidup bersatu di dalamnya. tiga bangsa tersebut hidup rukun dan berdampingan karena negeri itu diberi oleh Tuhan sumber daya alam yang melimpah yang meliputi; persawahan yang luas, padang gandum yang lebar, hutan yang lebat, hewan-hewan ternak yang bisa menghasilkan susu dan dagingnya banyak, dan air bersih yang bersumber dari mata air yang jernih. Negeri itu dipimpin oleh tiga kepala pemerintahan dari tiga suku bangsa tersebut karena peraturan pemerintahan tersebut menyatakan bahwa setiap kepala pemerintahan harus diwakili oleh tiga bangsa namun bangsa anjinglah yang mempunyai otoritas yang luas karena bangsa anjing kedudukan tahtanya lebuh tunggi daripada bangsa kucing dan tikus.

Suatu hari negeri itu mengalami musibah, persawahan yang dimiliki oleh tikus dilanda kekeringan dikarenakan musim panas yang panjang akan tetapi bangsa kucing yang sangat setia pada pemerintahan tidak mau melihat bangsa tikus dilanda kemiskinan oleh karena itu bagsa kucing dan tikus hidup berdampingan, oleh karena itu sebagian ladang gandum pun mereka serahkan untuk diurus dan dimakan untuk dijadikan kebutuhan sehari-hari yang akhirnya bisa hidup sejahtera seperti biasanya.

“Terima Kasih wahai engkau bangsa kucing yang telah membantu bangsa kami yang sedang dilanda musibah” Ucap bangsa kucing.

“Sama-sama, itu sudah kewajiban kami sebagai bangsa kucing untuk saling membantu” Ucap bangsa kucing.

Negeri itu akhirnya terbebas dari musibah yang melanda dan kembali bangsa-bangsa itu hidup makmur. Bertahun-tahun lamanya mereka hidup makmur, negeri itu diberi cobaan oleh Tuhan yakni terjadi perubahan musim yang cepat dari musim panas menjadi musim salju lebat tanpa ada tanda-tanda kemunculannya yang tanpa disadari oleh para pemuka agama dari bangsa kucing bahwa setiap memasuki tahun millennium akan terjadi suatu bencana. Bangsa tikus dan bangsa kucing pun panic melihat terjadinya perubahan musim tersebut karena ladang gandum yang biasanya tumbuh subur di musim panas hancur karena begitu ekstrimnya cuaca tersebut.

“Bagaimana kita bisa bertahan hidup dengan musim yang buruk ini? sedangkan bahan-bahan untuk kebutuhan sehari-hari sudah habis dan ladang-ladang sudah hancur” Ucap pemimpin bangsa tikus panic.

Pemimpin bangsa Kucing berpikir dan menemukan solusinya “Lebih baik kita ke utara saja dan meminta bantuan kepada bangsa anjing.

Bangsa tikus pun menyetujui apa yang diusulkan oleh Bangsa kucing namun bangsa tikus merasa mustahil untuk pergi kesana karena alasan cuaca. “Baiklah kalau begitu, tapi bagaimana kita bisa melewati cuaca yang ekstrim ini sedangkan jarak dari sini sampai kesana perlu beberapa jam sampai berhari-hari” Ucap pemimpin bangsa tikus

Bangsa kucing pun kembali berpikir bagaimana caranya bisa mencapai ke utara, namun karena kepandaian bangsa kucing akhirnya solusi bisa ditemukan.

“Bagaimana diantara kita baik dari bangsa kucing maupun bangsa tikus untuk mewakili salah satu orang yang terbaik untuk pergi kesana” Ucap pemimpin bangsa kucing.

Bangsa tikus menolak usulan tersebut “Bangsa kami tidak mempunyai orang yang terbaik untuk dipilih karena bangsa kami sangat lemah menghadapi musim dingin ini” Pemimpin Bangsa tikus menjelaskan.

“Baiklah kalau begitu, kami perwakilan dari bangsa kucing akan mengutus perwakilan dari bangsa kami sendiri untuk menyampaikan pesan bantuan kepada bangsa anjing”.

Akhirnya kepala bangsa kucing mengutus perwakilannya kesana, menerobos ekstrimnya cuaca diluar. Berhari-hari lamanya bangsa kucing dan tikus menunggu kedatangan dia yang diutus akan tetapi dia belum datang juga yang mengakibatkan beberapa penduduk dari kedua bangsa mulai memakan korban jiwa karena persediaan mulai habis. Bangsa kucing dan bangsa tikus mulai cemas karena tidak mau penduduk dari kedua bangsa tersebut korban berjatuhan terus menerus.

Setelah lima hari lamanya akhirnya utusan bangsa kucing datang dan membawa beberapa daging dan susu yang banyak dengan didampingi oleh orang-orang dari bangsa kucing.

“Wahai engkau bangsa anjing kami mengucapkan banyak terima kasih kepadamu, tanpa bantuanmu bangsa kami dan tikus akan mati kelaparan” Ucap bangsa kucing berucap syukur.

“Inilah sudah kewajibkanku sebagai bagian bangsa dari negeri ini untuk saling membantu” Ucap bangsa anjing.

Akhirnya bangsa kucing dan tikus pun hidup kembali bahagia serta kembali hidup makmur. Sejak zaman dahulu kala bangsa tikus selalu dilindungi oleh bangsa kucing jika mereka terancam oleh musuh, dan bangsa kucing selalu dilindungi oleh bangsa anjing jika mereka juga terancam. Tradisi ini diturunkan secara turun temurun dan menjadi suatu kebudayaan.

Di negeri tersebut bangsa anjing sangat disegani dan dihormati, mereka dijuluki dengan malaikat dari surga sedangkan bangsa kucing karena sangat setia dan sangat patuh pada negara mereka dijuluki dengan ksatria abadi sedangkan bangsa tikus yang terkenal dengan semangat gotong royongnya yang tinggi mereka dijuluki dengan petarung sejati.

Suatu hari bangsa anjing harus mengalami musibah, perternakan yang dimiliki oleh anjing harus diserang oleh suatu penyakit yang mematikan, bangsa anjing panic bagaimana mencari jalan keluar untuk mengatasi bencana ini.

“Bagaimana supaya kita bisa membasmi penyakit yang mematikan ini” Ucap peminpin bangsa anjing kebingungan.

Salah seorang ajudannya memberikan solusi “Bagaimana kalau kita menanyakan kepada pemuka agama dari bangsa kucing, karena merekalah ahli mengetahui situasi ini, Tuanku.

Peminpin bangsa anjing menyetujui usulan tersebut “Baiklah kalau begitu, sampaikanlah pesanku ini untuk mengatasi bencana yang dialami oleh rakyatku dan kamu aku utuskan untuk menyampaikannya”.

“Baik tuanku” Ucap ajudan.

Pergilah dia untuk menyampaikan pesan kepada pemuka agama dari bangsa kucing menuju ke selatan. Berhari-hari lamanya akhirnya dia sampai di selatn dan menemui pemuka agama tersebut.

“Salam hormat, aku kesini untuk menyampaikan pesan dari Tuanku bangsa anjing” Ucap ajudan sambil memeberikan secarik kertas.

Pemuka agama itu pun membaca psan yang disampaikan ajudan bangsa kucing dan memahami apa yang sedang dialami oleh bangsa anjing.

“Sampaikanlah balasanku ini kepada tuanmu” Ucap pemuka agama sembari memebrikan kertas balasan.

Ajudan itu pun kembali ke utara untuk menyampaikan pesan, dan sampailah ditujuan.

“Salam hormat Tuanku, ini pesan balasan dari pemuka agama bangsa kucing” Ucapa ajudan.

Pemimpin itu membaca isi balsan surat dan mengetahui bahwa bencanaini terjaid karena beberapa sumber air di wilayah bangsa anjing telah tercemar oleh parsait dari pohon cemara dan penyakit ini bisa dibasmi dengan menyiram dan meminumnya oleh ternak melalui sumber mata air daro pegunungan yang terletak diwilayah bangsa kucing.

Pemimpin bangsa anjing akhirnya memutuskan pergi bersama beberapa orang kepercayaannya menuju wilayah bangsa tikus dimana mereka bermukim, dam diperlukan beberapa hari untuk kesananya.

Sesampai ditujuan, pemimpin bangsa anjing meminta tolong untuk meminta air itu dialirkan dengan cara membuat irigasi ke wilayah bangsa anjing bermukim.

“Salam hormat, di wilayahku bangsa anjing telah terjadi bencana yang membuat peternakan kami diserang oleh penyakit yang dihasilkan oleh pohon cerama, kami kesini untuk meminta air yang engkau (bangsa tikus) miliki supaya dialirkan ke wilayah bangsaku” Ucap bangsa anjing.

“Kamii sebagai sebangsa dan setanah air akan membantumu karena ini adalah sebagai kewajiban kami untuk saling membantu” Ucap pemimpin bangsa tikus.

“Kami sangat berterima kasih kepadamu bangsa tikus” Ucap pemimpin bangsa anjing.

Setelah terjadi perundingan akhirnya rencana untuk membuat irigasi dimulai, semua dari bangsa di negeri itu membantu membuatkan irigasi selama beberapa bulan akan tetapi bangsa kucing menolak untuk membantu karena bangsa kucing dikenal takut akan air namun bangsa anjing tidak mempermasalahkannya, dan pembuatan irigasi berlanjut. Ditengah pembuatan irigasi terjadi bumbu-bumbu pertikaian dimulai dimana beberapa orang dari bangsa tikus yang membantu membuatkan irigasi mati karena kelelahan dan membuat pernyataan kepada bangsa kucing bahwa bangsa kucing lah yang membuat beberapa orang-orangnya harus mati serta memprotes dengan melakukan mogok kerja kepada bangsa anjing. Bangsa anjing pun marah ketika mendengar bahwa pembuatan irigasi harus berhenti di tengah jalan dan demi untuk menyelesaikan masalah ini maka dibuat suatu perundingan.

Perundingan dimulai disiang hari di sebuah balai dimana ketiga bangsa itu hadir.

“Wahai engkau bangsa tikus, kenapa pembuatan irigasi ini berhenti ditengah jalan? sedangkan rakyatku menanti-nanti air yang mengalir untuk dimanfaatkan sebagai obat, apa yang terjadi” Tanya pemimpin bangsa anjing marah.

“Mohon maaf tuanku, kami dari bangsa tikus berhenti melakukan pekerjaan ini dikarenakan beberapa alasan. Yang pertama, adanya banyak korban yang berjatuhan dari bangsa kami selama pembuatan irigasi ini dan yang kedua, penyebab dari kematian ini dikarenakan bangsa kucing yang tidak membantu pekerjaan ini, ini tidak adil tuanku” Pemimpin bangsa tikus memprotes.

“Itu tidak bisa menjadi alasan yang kuat karena kematian tersebut bukan dari akibat bangsa kucing yang tidak ikut bekerja” Ucap pemimpin bangsa anjing.

“Tapi bangsa kucinglah yang membuat bangsa kami menyebabkan banyak korban berjatuhan, bangsa kami membantu akan tetapi bangsa kucing seenak-enaknya diam, mereka juga merupakan bagian dari negeri ini” Pemimpin bangsa tikus marah.

“Maafkan tuan, kami tidak bisa membantu disebabkan air akan menyebabkan suatu penyakit yang mematikan bila sekujur tubuh bangsa kami terkena oleh air” Ucap pemimpin bangsa kucing.

“Apakah kalian semua minum dari air kan?” Tanya bangsa anjing.

“Memang, kami minum dari air akan tetapi tidak ada manfaat lain selain itu” Ucap pemimpin bangsa kucing.

“Itu hanya alasan saja, mereka (bangsa kucing) sangat malasa dalam bekerja” Ucap pemimpin bangsa tikus.

Pemimpin bangsa kucing marah mendengarnya “Bangsa Tikus! Kau tak tahu diuntung, ingat ketika musim salju yang ekstrim melanda kami dan bangsamu, tak ada perwakilan dari bangsamu dalam menyampaikan pesan kepada bangsa anjing ketika itu karena kau sendiri yang mengatakan bangsamu lemah terhadap musim yang buruk itu, Apakah kau ingat itu !?”

Bangsa tikus terdiam dan malu tidak bisa berkata-kata lagi yang akhirnya membuat Pemimpin bangsa tikus menyatakan berpisah dari negeri itu.

“Apa yang dikatakanmu benar bangsa kucing, daripada aku sebagai pemimpin bangsa tikus harus menanggung malu, lebih baik aku beserta rakyatku berpisah dari negeri ini dan tidak ada hubungan apapun dengan bangsa kau dan bangsa anjing” Ucap pemimpin bangsa tikus.

“Aku juga sebagai pemimpin bangsa kucing beserta rakyatku berpisah dari negeri yang selama ribuan tahun bangsaku diami karena bangsa anjing sudah tidak bisa mempercayai bangsa kami yang diberi julukan ksatria pengabdi, apa yang dikatakan aku benar bahwa air bisa menyebabkan penyakit mematikan bagi bangsa kami dan tidak ada hubungan lagi dengan bangsa kau dan bangsa tikus” Ucap pemimpin bangsa kucing.

“Aku juga sama sebagai pemimpin bangsa anjing beserta rakyatku berpisah dari negeri ini karena aku sebagai pemimpin sekaligus pemegang otoritas atas negeri ini malu melihat bangsa kau (kucing dan tikus) tidak memiliki perjuangan tinggi seperti apa yang dilakukan nenek moyang untuk membantu bangsa dan setanah airnnya serta tidak ada hubungan apapun dengan bangsa kau (kucing dan tikus). “Ucap pemimpin bangsa anjing.

Dengan demikian negeri itu pecah dan mendirikan negeri atas bangsa masing-masing menjadi 3 bagian, bangsa tikus menghuni kawasan selatan beserta sumberdaya alam meliputi sawah dan mata air, bangsa kucing menghuni kawasan tengah beserta sumberdaya alam yaitu padang gandum dan bangsa anjing menghuni kawasan utara beserta sumberdaya alam hutan dan hewan ternak.

Galin

/grossdale

Be yourself, no matter what they say (sting)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?