Mohon tunggu...
Feri Puji Harianto
Feri Puji Harianto Mohon Tunggu... Seniman - writer holic

Penulis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Sebuah Harapan untuk Roni

17 Juni 2018   21:39 Diperbarui: 17 Juni 2018   21:49 657
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tentu Roni langsung kaget bercampur bingung mendengar perkataan mertuanya sembari menoleh ke istrinya yang duduk bersebelahan. Roni hanya melempar senyum dan wajahnya lantas memucat ditambah suhu tubuh yang spontan menjadi gerah.

"Ya Buk. Amin. Insyaallah kalau dikasih rejeki," ujar Roni

[Kriiinng.... Kriiinng.... Kriiinng....]

Di tengah obrolan mereka, tiba-tiba ponsel Roni berbunyi.

"Maaf Pak, Buk! ada telepon masuk"

"Iya silahkan diangkat dulu Ron!," Bapak mertua mempersilahkan Roni

Roni berdiri dari duduk bersilanya lalu berjalan ke teras. Dia melihat nomer tidak dikenal menunggu jawaban Roni.

"Iya halo"

"Assalamualaikum Roni," suara lantang dari seorang laki-laki

"Walaikumsalam. Ini siapa?"

"Aku Ron, Dewa."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun