Mohon tunggu...
Dona Octavia
Dona Octavia Mohon Tunggu... Ilmuwan - Better late than never, sharing knowledge will increase our knowledge

Better late than never, sharing knowledge will increase our knowledge

Selanjutnya

Tutup

Gadget Pilihan

Modernisasi Pertanian dan Pemasaran Digital Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0

5 Mei 2019   00:16 Diperbarui: 5 Mei 2019   00:28 2064
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Budidaya tanaman dengan sistem 'Smart Farm' (Foto: Paktanidigital.com)

Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang akan menentukan kestabilan ekonomi, sosial, dan politik dalam suatu negara yang menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. 

Tantangan yang perlu dijawab adalah pengembangan pertanian yang tahan (resilien) terhadap perubahan iklim. Perubahan iklim adalah salah satu ancaman serius terhadap sektor pertanian terutama dalam upaya pencapaian swasembada pangan dan obsesi Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia-2045, demikian juga kejadian iklim ekstrim.

Sektor pertanian diyakini menjadi sektor utama yang mampu berkontribusi positif dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Kementerian Pertanian telah berhasil menurunkan inflasi bahan makanan, mendongkrak ekspor pertanian, meningkatkan investasi pertanian dari deregulasi dan produksi pertanian, penguatan daya beli petani, pengentasan kemiskinan masyarakat pedesaan, serta revolusi mental reformasi birokrasi dengan penghargaan anti gratifikasi dari KPK. 

Kementerian Pertanian mendorong sektor pertanian memasuki revolusi industri 4.0. Modernisasi pertanian dan kesiapan sektor pertanian memasuki revolusi industri 4.0 melalui berbagai aplikasi dan kebijakan perlu didorong untuk mengatasi kebutuhan pangan yang semakin meningkat saat ini. Modernisasi pertanian menjadi hal yang penting dalam mencapai target swasembada pangan berkelanjutan dan pelaksanaannya tidak terlepas dari pemanfaatan Teknologi Informasi. Pemanfaatan  Teknologi Informasi menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan dengan kecermatan tinggi.

Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat saat ini telah merubah setiap aspek kehidupan manusia. Proses pemenuhan kebutuhan hidup yang serba online, transaksi tukar menukar barang yang cepat dan mudah, serta membanjirnya informasi di situs maupun sosial media menuntut adaptasi yang baik termasuk dalam sektor pertanian dalam memasuki era industry 4.0.

Bagaimana upaya menghadapi tantangan dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju untuk mencapai target swasembada dan ketahanan pangan berkelanjutan?

Digitalisasi dan integrasi sistem informasi serta teknologi dan modernisasi sektor pertanian diharapkan dapat mengumpulkan data secara nyata (real time) guna memudahkan pemantauan suatu area penanaman dan efisiensi serta integrasi yang memungkinkan sistem deteksi dini (early warning system) untuk kebakaran lahan, pengendalian hama penyakit terpadu maupun aktivitas lainnya. 

Prinsip ini dapat diterapkan pula dalam aspek pengelolaan kawasan maupun pemanenan serta pemasaran hasil pertanian sebagai bagian utama dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Beberapa upaya dilakukan sebagai berikut:

Aplikasi berbasis online dalam Pemanfaatan Informasi Teknologi

Memasuki era industri 4.0, Kementerian pertanian saat ini  telah memperkenalkan berbagai aplikasi untuk membantu usaha tani yang bertujuan untuk mempermudah petani dalam mengelola maupun memantau usaha taninya, diantaranya:

  • Sistem Monitoring Pertanaman Padi (Simotandi) yang menggunakan citra satelit beresolusi tinggi untuk dapat membaca hasil panen (standing crop) tanaman padi.
  • Kalender Tanam (Katam) yang berfungsi untuk mengetahui waktu tanam, rekomendasi pupuk dan penggunaan varietas.
  • Sistem Informasi Pemantauan Tanaman Pertanian (SIMANTAP), berbasis penginderaan jauh yang menyajikan informasi secara dinamik pemantauan tanaman padi, jagung, tebu, cabe dan bawang merah berbentuk spasial (peta), tabulasi (tabular) dan grafik. Integrasi SIMANTAP dengan data iklim dapat membantu upaya antisipasi perubahan iklim.

Modernisasi Pertanian

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun