Daniel H.T.
Daniel H.T. wiraswasta

Bukan siapa-siapa, yang hanya menyalurkan aspirasinya. Berasal dari Fakfak, Papua Barat. Twitter @danielht2009

Selanjutnya

Tutup

headline

Ahok Menghina Warung Tegal?

17 September 2012   18:23 Diperbarui: 25 Juni 2015   00:19 8070 26 0
Ahok Menghina Warung Tegal?
134790612384870316

[caption id="attachment_199458" align="aligncenter" width="461" caption="Ahok di acara Jakarta memilih: The Final Round, Metro TV, Minggu, 16 September 2012"][/caption]

Pernyataan Ahok di acara “Jakarta Memilih: The Final Round”, Metro TV, Minggu, 16 September 2012 yang menyebutkan “Warung Tegal” rupanya dipermasalahkan oleh sebagian orang. Ketua Komunitas Pedagang Warung Tegal Jakarta pun dikabarkan merasa tersinggung.

Hal ini bermula dari kicauan yang disampaikan oleh JJ Rizal, pengamat sejarah, pekerja buku, dan kolumnis, di akut Twitter-nya pada 16 dan 17 September 2012, yang intinya mengatakan bahwa di acara tersebut Ahok telah menghina Warung Tegal (warteg) dengan mengatakan manajeman warteg buruk.

"Warteg itu jaring pngaman sosial di jkt salahsatu pilar utama survival kaum miskin kota, koq dihinakan sama @JokowiAhok dlm debat," tulis JJ. Rizal di kaun Twitter-nya.

Berikut tiga kicauan lain JJ Rizal tentang pernyatan Ahok tersebut yang disebut menghina warteg itu:

13479052231710661859
13479052231710661859

Kicauan JJ Rizal ini pun diberitakan oleh beberapa media online. Di antaranya merdeka.com dan inilah.com.

Merdeka.com, 17/09/2012 dengan judul berita: Sebut Manajemen Warteg Buruk Ahok Dikecam. Merdeka.com menulis: “Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok menyebutkan warung tegal (warteg) adalah contoh manajemen yang buruk. Atas pernyataan ini, Ahok pun mendapat kecaman di dunia maya.” Yang dimaksud “di dunia maya” adalah kicauan dari JJ Rizal itu.

[caption id="attachment_199456" align="aligncenter" width="210" caption="JJ RIZAL (http://www.komunitasbambu.com/regular/karya.php)"]

13479055261336017550
13479055261336017550
[/caption]

Inilah.com juga menulis di bawah judul beritanya: Pernyataan Ahok Sakiti Perasaan Pengusaha Warteg:

Pernyataan calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Basuki T Cahya alias Ahok di salah satu televisi swasta yang mengatakan soal manajemen bus way yang omsetnya trilyunan tapi dikelola menggunakan manajemen Warteg yang buruk, dianggap blunder.

"Pernyataan Ahok sebagai pemimpin telah menghina pengusaha warteg yang menjadi ikonnya wong cilik," kata ketua Komunitas Pedagang Warteg Jakarta, Nurul Hakim, Senin (17/9/2012).

Diyakini Nurul, sesungguhnya Ahok sadar, bahwa orang Tegal di Jakarta bukan hanya mencari makan atau jabatan, tapi memberikan makan ke warga dengan membuka usaha warteg. "Namun dengan mengatakan manajemen warteg itu buruk, maka seburuk pernyataan dia," tegasnya.

Ia juga mengatakan, meski menjalankan usaha kecil sebagai pedagang Warteg, namun orang tegal tidak menjalankan bisnis rendahan dan haram. "Kami tidak pernah merendahkannya di media, bisnis kami halal dan memberikan lapangan pekerjaan untuk banyak orang, asalkan pekerja di Jakarta senang karena harga murah," jelasnya

*

Kok bisa pernyataan Ahok diplintir dan ditafsirkan sejauh itu? Sampai membawa-bawa tentang bisnis halal-haram segala? Apakah Ketua Komunitas Pedagang Warteg Jakarta itu mengeluarkan pernyataannya itu setelah mendengar sendiri pernyataan Ahok itu, ataukah setelah mendengar dari wartawan inilah.com, yang telah memlintirkan pernyataan Ahok itu terlebih dulu?

Saya bertanya begini karena pernyataan Ketua Komunitas Pedaganag Warteg itu telah melenceng terlalu jauh, dan mengamati pemberitaan inilah.com selama ini tentang Pilkada DKI Jakarta.

Bisa dikatakan media berita online ini tidak pernah menurunkan berita positif bagi Jokowi-Ahok. Sebaliknya selalu menurunkan berita positif bagi Foke-Nara. Contoh saat ini, adalah deretan berita terkininya tentang Pilkada DKI jakarta itu. Lihat saja dari deretan judulnya yang rata-rata tendensius:

-Tak Mengundurkan Diri, Jokowi Bukan Petarung Sejati

-Pernyataan Ahok Sakiti Perasaan Pengusaha Warteg

-Jokowi-Ahok Banyak Salah Data Saat Debat Cagub

-AMJAK Pertanyakan Dana Iklan Jokowi-Ahok,

-Jokowi Dinilai Lebih Mementingkan Karier Politik,

-Warga Jakarta Jangan Terjebak Politik Pencitraan

-Buruh Khawatir Jika Jokowi Jadi Gubernur.

Bandingkan dengan pemberitaannya tentang Foke-Nara, yang ibarat spanduk kampanye ini:

--“Ayam Jago” Simbol Kekuatan Fauzi Bowo

-Warga Tionghoa di Pluit Dukung Fauzi Bowo

-Fauzi Bowo Resmikan Pembangunan Gapura China Town

-Fauzi Bowo Resmikan Klinik Muslimat NU

-Fauzi Bowo Bersyukur dengan Hasil Survei

-FKPPI DKI Jaya Dukung Pasangan Fauzi-Nara

-Pak Fauzi Dukung Pekerja Kelas Bawa

-Fauzi Bowo Ganteng dan Mampu Memimpin Daripada Jokowi

-Fauzi Bowo Pererat Hubungan dengan Muhamaddiyah DKI

-Fauzi Bowo akan Sejahterakan Warga Jakarta

-Pilihlah Pimpinan yang Paham Jakarta

Pemberitaannya mengenai pernyataan Ahok tentang warteg itu jelas menyesatkan. Inilah.com menulis:

Pernyataan calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Basuki T Cahya alias Ahok di salah satu televisi swasta yang mengatakan soal manajemen bus way yang omsetnya trilyunan tapi dikelola menggunakan manajemen Warteg yang buruk, dianggap blunder.

Padahal yang pasti blunder itu justru inilah.com itu. Demikian juga dengan yang ditulis oleh sejarahwan JJ Rizal di akun Twitter-nya, dan merdeka.com tersebut di atas. Karena di acara debat antar dua pasang cagub-cawagub itu satu kata pun Ahok tidak pernah mengatakan manajemen warteg adalah manajemen yang buruk. Apalagi sampai dikatakan telah menghina warteg.

Ketika itu Ahok mempermasalahkan manajemen yang dipakai di proyek busway yang dinilai sangat tidak sepandan dengan proyek tersebut. Busway adalah proyek raksasa dan vital, karena bernilai triliunan rupiah, melibatkan infrastrukur yang sangat panjang dan luas (ratusan kilometer), demi kepentingan jutaan orang akan angkutan massal di Jakarta setiap harinya. Tetapi dikelola seperti mengelola Warung Tegal. Akibatnya proyek tersebut menjadi bermasalah dan tak selesai-selesai sampai sekarang. Padahal sudah dimulai sejak 2004 lalu.

Pernyataan Ahok dengan menyebut “Warung Tegal” itu hanya merupakan analogi pembanding, bahwa sangat tak bisa diterima sebuah proyek sebesar dan sevital busway yang seharusnya dikelola dengan sangat profesional, kok dikelola dengan cara seperti mengelola sebuah Warung Tegal.

Manajemen Warung Tegal, sebaik apapun dia, sebesar apapun dia, apakah bisa dibandingkan, atau disejajarkan dengan proyek busway? Itulah maksud dari Ahok ketika menyinggung soal manajemen busway dengan manajemen Warung Tegal. Sama sekali tidak bisa ditafsirkan sebagai suatu penghinaan.

Kalau saya mengatakan manajemen restoran bintang lima jangan disamakan dengan manajemen warung pinggir jalan, apakah itu sama dengan saya menghina warung pinggir jalan?

Kalau saya mengatakan, jangan mengelola sebuah supermarket/hypermarket seperti mengelola sebuah kios atau toko kelontong, apakah itu berarti saya telah menghina para pedagang kios atau toko kelontong?

Dalam pernyataannya itu Ahok sama sekali tidak menggunakan kalimat “manajemen Warteg yang buruk”. Kalimat ini jelas adalah hasil tambahan sendiri dari JJ Rizal, merdeka.com, dan inilah.com, dan kemudian diplintir menjadi Ahok telah menghina Warung Tegal, dengan mengatakan manajemen Warung Tegal adalah manajemen yang buruk.

Entah apa maksud mereka berbuat demikian. Apakah mereka termasuk timses Foke-Nara? Boleh-boleh saja, itu hak mereka. Tetapi tidak dengan melanggar etika yang menjurus pada fitnah seperti ini.

Mari kita dengar ulang bersama perkataan Ahok yang menyinggung “Warung Tegal” itu di Youtube di bawah ini (mulai menit ke 12).

***