HIGHLIGHT

Lingkungan Sehat, Rakyat Sehat.......

12 November 2009 08:28:00 Dibaca :

Judul diatas adalah tema Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada tanggal 12 November 2009. Seakan merujuk pada pendekatan teori Hendrik L Blum (1974), bahwa status derajat kesehatan dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Pemerintah (Depkes) ingin mendorong kembali kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

Tulisan berikut lebih khusus mengapresiasi aspek lingkungan kaitannya dengan agenda besar Indonesia Sehat 2010.

Sedikit flash back, sudah banyak dilupakan publik, bahwa pemerintah saat era presiden Habibie pada tanggal 1 Maret 1999 telah mencanangkan visi Indonesia Sehat 2010 sebagai komitmen pemerintah untuk memasukkan aspek kesehatan dalam setiap proses pembangunan. Dengan visi tersebut menjadi pendorong untuk mengembangkan Kota/Kabupaten Sehat.

Kota/Kab Sehat adalah gambaran masyarakat Indonesia masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Untuk mencapai kondisi tersebut diperlukan gerakan masyarakat secara terus menerus dan sistematis yang didukung pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kualitas lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya melalui pemberdayaan potensi masyarakat.

Namun kenyataan membuktikan, bahwa visi Indonesia sehat 2010 seakan hanya slogan tanpa makna, seiring dengan ganti rezim pemerintahan, maka visi tersebut juga mengalami pergeseran (bila tidak mau disebut diabaikan). Alih-alih menuju Indonesia Sehat, kini kita mengalami krisis kesehatan masyarakat yang sangat mengkhawatirkan.

Munculnya penyakit-penyakit (emerging diseases) seperti HIV/AIDS, SARS, flu H1N1 dan H1 N5, meningkatnya kembali penyakit penyakit menular (re-emerging diseases) seperti TBC, DBD, malaria, serta penyakit yang sebetulnya dapat dicegah dengan immunisasi. Belum lagi meningkatnya penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah. Ibarat sebuah hipermarket, semua masalah kesehatan masyarakat ada semua, bahkan kasus kurang gizipun masih ada di negeri ini.

Kembali pada gerakan lingkungan sehat, sebagaimana yang sekarang digalakkan di beberapa kota, termasuk Surabaya. Menjadi harapan baru (new hope) ditengah-tengah keputusasaan terhadap masalah kesehatan masyarakat. Disaat peran institusi kesehatan semacam Puskesmas yang semestinya berperan dalam meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat ternyata sama sekali tidak bergegas ke arah tersebut. Pada titik ini, gerakan lingkungan sehat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk bahu membahu dan memunculkan semangat gotong royong agar kota/kab/kampung mereka bersih dan sehat.

Dari konsep Hendrik L Blum, diketahui bahwa justru banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan terdapat diluar sektor kesehatan (baca : pelayanan kesehatan). Oleh sebab itu keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh keberhasilan menumbuhkan wawasan kesehatan pada setiap pelaku pembangunan (program). Maka, setiap program pembangunan haruslah berprespektif kesehatan sehingga memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan derajat kesehatan, setidak-tidaknya terhadap pembentukan lingkungan dan atau perilaku sehat.

Kampanye gerakan lingkungan sehat terasa pas dalam upaya mewujudkan Indonesia sehat, meski cita-cita Indonesia sehat yang tinggal 1 bulan lagi tidak mungkin dicapai.. Gerakan Lingkungan Sehat diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan ada peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan harus menjadi grand design disetiap Kab/Kota.

Bila awalnya dititikberatkan pada aspek pengelolaan sampah dan penyehatan lingkungan fisik. Selanjutnya bisa berkembang terus ke arah penyehatan lingkungan sosial, seperti pelembagaan perilaku hidup sehat, pembudayaan olahraga, peningkatan disiplin masyarakat, penurunan angka kriminialitas dan seterusnya. Dimulai dari kampung sehat (RT/RW sehat), berlanjut ke kelurahan sehat, meningkat lagi kecamatan sehat, begitu seterusnya.

Aspek penting yang perlu terus dijaga adalah proses berlangsungnya kegiatan tersebut yang melibatkan peran serta masyarakat. Salah satu ciri Kab/Kota sehat adalah proses dinamika sosial yang berlangsung terus menerus sebagai sebuah gerakan masyarakat yang mengarah ke penyehatan lingkungan secara berkelanjutan. Di dalam prosesnya terdapat pula proses bottom up, partisipatif masyarakat dan sektor swasta, aspiratif, transparancy dan demokratis.

Sebagai penutup, kita berharap Kampanye Lingkungan Sehat sebagai ikon di setiap kota menjadi inspirasi bagi kita semua dalam proses penyadaran akan pentingnya lingkungan dan perilaku hidup sehat. Bahwa hidup sehat tidak berkonotasi pada gaya hidup yang mahal. Justru bergaya hidup sederhana, olahraga yang rutin, memperbanyak ibadah, gotong royong, saling menghargai, ramah terhadap lingkungan adalah contoh aktivitas yang akan menyehatkan kita, baik secara fisik, psikis dan sosial. Salam sehat !!

rachmad pua geno

/catatankaki

.......ingin seperti catatan kaki, cukup berada di pojok bawah, namun memberi makna terhadap pemaknaan yang lebih terang dan jelas......
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?